Diam-diam Suka Dia

Diam-diam Suka Dia
DDSD 12 : Kita Juga Harus Bisa


__ADS_3

''Assalamu'alaikum.'' ucap pemuda yang baru saja datang dan menghentikan motor besarnya di halaman rumah Desi. Ia menurunkan standar motor, lalu menghampiri bapak Desi.


Bapak sudah mengetahui bahwa itu teman dari Desi, sehingga tidak akan bertanya-tanya.


''Wa'alaikummussalam, duduk dulu, mungkin Desi masih sarapan.'' jawab bapak.


Adji langsung mengiyakan dan duduk di kursi yang ada di teras rumah Desi.


''Kamu sudah sarapan apa belum, Le?'' tanya bapak dengan nada suara yang medhok jawanya.


''Sudah kok, Pak.'' jawab Adji.


Kedatangan Adji membuat bapak menghentikan aktivitas membersihkan gergajinya. Bapak masuk ke dalam rumah dengan tujuan untuk memanggil Desi.


''Adji sudah datang ya, Pak?'' tanya Desi yang berpapasan dengan bapaknya.


''Iya, baru saja Bapak mau manggil kamu.'' balas bapak.


Desi mengambil tas dan juga menenteng sepatu yang sudah ia bersihkan kemarin untuk di pakai di depan.


''Nungguin ya?'' tegur Desi pada Adji.


''Barusan datang kok beb.'' jawab Adji dengan santainya.


''Woii ngawur!'' protes Desi, apalagi bapaknya juga ikut keluar lagi.


Meskipun tidak ada ekspresi kemarahan di wajah bapaknya, Desi tetap saja takut bapak menaruh rasa curiga.


''Haha becanda kali Des, ya sudah ayo jalan sekarang.'' ujar Adji ketika melihat Desi sudah selesai memasang sepatu.


Desi sudah selesai memakai sepatu kebanggaan, ia langsung berdiri, berpamitan dengan bapaknya.


--


Di sekolahan


Para murid-murid sekolahan tersebut sudah mulai berdatangan. Terutama para pendukung masing-masing kelas sudah mulai ada yang memasuki gedung tersebut.


Final tiga sektor akan dipertandingkan pada hari ini. Ganda putri akan menjadi pertandingan pembuka, lalu ganda putra, sementara ganda campuran di jadwalkan menjadi pertandingan penutup.


''Do'akan kita lancar ya, teman-teman.'' seru Desi pada teman-teman sekelasnya.

__ADS_1


Teman-temannya pun memberikan semangat kepada Desi.


Dari kelas mereka meloloskan dua wakilnya ke final, yaitu sektor ganda putra dan ganda campuran. Sedangkan ganda putrinya sudah kalah di babak pertama saat melawan kelas XII.


Seperti hari-hari sebelumnya, sebelum di mulai perlombaan, semua murid harus berkumpul di halaman sekolah untuk mendapatkan pengumuman.


''Bapak harap kalian bermain dengan serius seperti yang sudah Bapak sampaikan sejak awal. Saya ingatkan dan saya tegaskan lagi, bahwa pertandingan ini tidak hanya berhenti disini. Pihak sekolah akan mengawasi, meneliti, dan menyeleksi siapapun diantara kalian yang mengikuti perlombaan. Bagi yang lolos menurut standar perlombaan, di antara kalian akan kita berikan waktu yang lebih khusus lagi untuk mengikuti perlombaan yang lebih tinggi membawa nama sekolahan.'' tutur kepala sekolah tersebut.


''Tapi, setelah ini tetap akan ada seleksi lagi untuk yang belum berkesempatan ikut lomba.''


''Kalian siaapp?!'' seru kepala sekolah lagi.


''SIIAAAPPPP, PAAKK''


Seluruh murid menjawab serempak.


''Baiklah, Bapak tidak akan berlama-lama, cukup itu saja yang Bapak sampaikan kepada kalian, anak-anakku.''


Kepala sekolah tersebut mengakhiri sambutannya. Lalu mempersilahkan perlombaan untuk di mulai.


Futsal, voli, dan bulutangkis. Murid-murid juga sudah terbagi sesuai dengan kesukaan mereka.


Jam 09.00 WIB cabang bulutangkis siap di mulai. Sebelum gilirannya bertanding, tentu saja Desi dan Adji memilih untuk menjadi penonton terlebih dahulu sembari mencari tau tipe-tipe permainan dari mereka.


Gedung tersebut sangat ramai sehingga obrolan dengan volume suara yang biasa akan sulit di dengar, sehingga Adji memilih untuk membisikkan.


''Iya, terlalu mengandalkan kesalahan dari lawan untuk mendapatkan poin-poinnya. Padahal pertahanannya cukup bagus, hanya kurang di serangan.'' jelas Desi.


Saking seringnya menonton acara bulutangkis, Desi cukup memahami dan bisa membedakan cara bermain para atlet.


Tipe permainan Desi dan Adji sendiri tidak menyukai bermain rally-rally panjang, mereka tipe penyerang agar lebih sat set dan tidak membosankan untuk di tonton.


Di tempat yang sama, pasangan Pras dan Yulia juga tengah menonton. Mereka duduk bersebelahan. Desi menangkap keduanya dari arah yang tidak begitu jauh.


"Sepertinya mereka juga lagi membahas permainan itu." bathin Desi.


Pertandingan pertama selesai dengan waktu 39 menit dengan straight game alias dua game langsung tanpa rubber. Ganda putri dimenangkan oleh kelas X pemasaran, sementara runner-up dari kelas XII.


Selanjutnya pertandingan yang paling ditunggu-tunggu oleh para murid perempuan, yaitu sektor ganda putra.


Adji dan Desi masih duduk di bangku penonton. Sama halnya dengan Pras, ia terlihat tidak jauh dari tempat mereka duduk.

__ADS_1


Sesekali Desi mencuri pandang ke arah laki-laki yang sama sekali tidak menatapnya itu. Mungkin malah tidak tau kalau Desi ada disana. Pemuda itu terlihat fokus berbincang dengan Yulia.


Pertandingan ganda putra sudah di mulai. Desi sangat serius melihat wakil kelasnya yang sedang bertanding itu.


Pertandingan ganda putra memang paling seru untuk di tonton, mereka jarang memiliki tipe rally-rally. Kebanyakan menerapkan bermain yang sat set adu smash kerasnya.


''FOKUS! SATU LAGII!!!'' seru Desi. Ia sangat antusias menonton kedua temannya itu.


Desi sudah tidak duduk lagi, ia langsung berdiri sejak baru beberapa menit setelah pertandingan di mulai, bahkan menjauh dari Adji.


''Kamu benar-benar semangat banget, Des. Bersyukur bisa dipasangkan sama kamu.'' bathin Adji menatap Desi dari kejauhan.


''WOAAAAAAAA''


Desi bertepuk tangan keras ketika kemenangan itu berhasil di raih wakil kelasnya.


Setelah itu, dengan wajah sumringahnya, Desi berlari kecil mendekati Adji.


''Seneng bangeettt!!'' seru Desi.


Adji tertawa kecil.


''Kita juga harus bisa.'' jawab Adji langsung berdiri.


''WAJIB!!'' balas Desi sangat semangat.


Keduanya langsung ke belakang untuk bersiap-siap. Karena lapangan akan di bereskan terlebih dulu setelah pertandingan sebelumnya. Setelah itu, giliran ganda campuran yang akan menjadi penutup final badminton hari ini.


Disana sudah ada Pras dan juga Yulia yang sedang bersiap-siap. Adji mengajak berbicara dengan Pras, sedangkan Desi dan Yulia tengah berbincang-bincang sedikit agar suasana tidak tegang.


''SIAP-SIAP!''


Seru anggota osis yang bertugas menjadi panitia lomba. Ke empat pemain itu mengacungkan jempolnya tanda siap. Mereka terlihat sama-sama gugup, beberapa kali tertangkap sedang menarik nafasnya dalam-dalam.


Pertandingan bergulir sangat seru. Tidak kalah dari pertandingan ganda putra sebelumnya, baik Adji mau pun Pras sama-sama beradu smash kerasnya. Begitu juga dengan Yulia dan Desi, kedua perempuan itu saling beradu di depan net untuk memberikan umpan agar pasangannya bisa mengekskusi smash dengan baik.


Meskipun begitu, seorang pemain depan harus tetap bisa melakukan smash dan merapatkan pertahanannya, karena pemain perempuan rawan menjadi incaran lawan.


''Yahhhh!! maaf Des, maaf.'' ucap Adji saat nettingnya gagal menyeberangi net.


''Nggak papa.'' jawab Desi, lalu keduanya kembali tos.

__ADS_1


''Semangat lagi.'' ujar Desi.


Keduanya kembali tos, pertandingan kembali dimulai.


__ADS_2