Diam-diam Suka Dia

Diam-diam Suka Dia
DDSD 34 : Lebih Kejam Daripada Ibu Tiri


__ADS_3

Hari terakhir menjalani ujian Nasional, mata pelajaran hari ini adalah kejuruan. Soal-soal ujian ini menurut Desi sangat diluar nalarnya. Tapi, ia yakin bahwa semua soal-soal itu mampu ia kerjakan.


Dua jam berlalu, jam pengerjaan soal ujian telah selesai, yang juga menjadi penutup UN tahun ini.


Lega dan plong rasanya. Namun, kesedihan murid-murid semakin terasa ketika harus menyadari bahwa semakin mendekati waktu mereka akan berpisah nantinya.


''Huuuhh, lega banget ya rasanya.'' ujar Desi sembari menyandarkan kepalanya di tiang koridor.


''Kayak abis sembelit beberapa hari.'' balas Siska.


Hahaha


Desi langsung terkikik mendengar jawaban itu. Bisa-bisanya Siska langsung berpikir ke arah sana.


Tiga tahun berada di sekolahan ini, banyak sekali cerita yang sudah di lalui. Berbagai kenangan suka dan duka yang tidak pernah Desi lupakan.


Di tengah tatapannya yang mengedar itu, ia menangkap keberadaan sosok laki-laki yang selama ini masih betah mengisi pikirannya.


Tidak. Desi tidak mau berharap seorang diri. Perjalanan hidupnya masih sangat panjang, terlalu dini untuknya membahas tentang cinta.


Pras menyadari ada yang menatapnya, ia hanya tersenyum tipis di sana lalu mengalihkan pandangannya ke temannya yang lain.


''Eh, Pras tadi senyum ke aku kah?'' bathin Desi. Ia menoleh ke kanan kiri. Beruntung Siska tidak menyadari hal itu.

__ADS_1


Desi mengambil botol air mineral di dalam tasnya, ia langsung meneguk air yang masih setengah itu.


''Ke kantin yuk!'' ajak teman Desi lainnya.


Desi pun mengiyakan, ia juga sudah sangat lapar. Ini akan menjadi detik-detik terakhir kebersamaan mereka. Selain bersama teman, juga pertemuan dengan pemilik kantin tersebut. Mereka saling becanda, beban pikirannya sudah selesai. Setelah ini tinggal menghadapi tantangan kehidupan yang sesungguhnya, yang pasti akan lebih berat dari tugas-tugas sekolah.


Para murid belum diizinkan pulang oleh pihak sekolah, perwakilan dari guru akan membahas jadwal wisata yang akan dilaksanakan minggu depan. Perjalanan wisata memang sengaja dilakukan sebelum pengumuman kelulusan.


''Untuk jadwal keberangkatan tidak ada yang di ubah, waktu sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya ya, anak-anak.'' ujar guru tersebut.


''Ibu ingatkan sekali lagi, untuk yang masih memiliki kekurangan, mohon segera dilunasi ya.'' imbuhnya.


BAIK BUUUU


''Memangnya masih ada yang belum bayar ya?'' bisik Siska.


''Buktinya diingatkan tuh, Sis.'' jawab Desi.


''Iya juga ya.'' balas Siska.


Setelah mendapatkan pengumuman, murid-murid sudah diizinkan untuk kembali ke rumah masing-masing. Setelah ini tentu saja tidak ada pelajaran lagi, mereka tinggal menunggu pengumuman kelulusan pada bulan depan.


Untuk kehadirannya ke sekolah, itu terserah para murid, lebih sering lebih baik, meskipun tidak ada lagi mata pelajaran.

__ADS_1


''Jadi kamu berangkat kapan, Sis?'' tanya Desi pada temannya itu.


Meskipun sudah diperbolehkan pulang, masih banyak murid-murid yang belum ingin meninggalkan sekolahan. Kapan lagi bagi mereka untuk berkumpul seperti ini, suatu saat pasti akan mengalami kesulitan karena sudah disibukkan dengan dunianya masing-masing. Apalagi jika sudah ada yang berumahtangga kelak. Mereka hanya ingin memanfaatkan waktu selagi masih ada.


''Nanti rencananya setelah kita pulang liburan, aku ke sana, cek situasi dan kondisi sih, sama cari kontrakan yang dekat sama kampus.'' jawab Siska yang sudah siap melanjutkan pendidikan di ibukota.


''Lho, katanya dulu mau ikut keluargamu yang di sana?'' tanya Desi.


''Setelah dipikir-pikir, lebih baik mandiri aja deh, lebih enak, lebih leluasa. Apalagi tanteku dikenal pelit, hahaha''


Siska tidak bisa menahan gelak tawanya ketika harus membeberkan keburukan sang tante. Keputusan itu diambil setelah berembuk bersama keluarganya.


''Yang penting hati-hati ya, Sis, katanya ibukota lebih kejam daripada ibu tiri.'' ucap Desi.


Hahaha


Siska kembali tertawa, tapi, ia juga mengangguk setuju. Hidup di kota memang tidak seindah yang dibayangkan. Semua ada lebih dan kurangnya. Kalau tidak mau menjaga diri dan hanya bergaul terbawa arus, bisa jadi akan ikut terjerumus.


''Siap.''


''Semoga cita-cita kamu juga terwujud ya, Des, bisa kuliah pakai biaya sendiri.'' balas Siska.


''AAMIIN YA ALLAH''

__ADS_1


__ADS_2