
Ntah kemana saja selama ini, ia benar-benar baru tau kalau hubungan antara Pras dan Yulia saudara sepupu. Hampir genap 3 tahun, Desi tidak pernah mendengar soal hubungan antara Pras dan Yulia. Sementara keakraban antara dua remaja itu membuatnya memiliki kesimpulan sendiri.
Pras pun mengangguk.
''Iya, aku sama Yulia sepupuan. Ibuku sama ibunya kakak adik kandung.'' jawab Pras.
Spontan jawaban Pras membuat Desi langsung beralih menatap ke arah samping agar tidak terlihat oleh Pras bagaimana raut wajahnya saat ini.
''Jadiii? selama ini aku sudah benar-benar salah dalam membuat kesimpulan??'' bathin Desi menggerutui dirinya sendiri.
''Kenapa? kok kayaknya kaget gitu, Des?'' tanya Pras.
Desi yang masih mengalihkan pandangannya pun segera membuat raut wajahnya yang tidak terkontrol itu menjadi lebih baik.
''Eh, nggak kok, nggak papa.''
''Emm, kemana tadi perginya si Adji sama Yulia?'' tanya Desi mencoba mengalihkan pembahasan.
Sorot mata Desi kembali menajam ketika teringat apa yang dikatakan oleh Pras sebelumnya.
''Bentar-bentar.'' kata Desi menahan jawaban Pras.
''Sorry aku potong, maksudnya mendapatkan cowo yang dia suka itu gimana?''
''Yulia sama Adji????'' tanya Desi kemudian menatap Pras dengan wajahnya yang serius itu.
Di tempat lain yang masih bisa melihat keberadaan Pras dan Desi. Yulia yang duduk bersama Adji itu pun hanya bisa tertawa melihat kecanggungan Desi dan Pras.
''Lucu banget sih mereka.'' ujar Adji.
''Iya, kita lihat apa yang akan terjadi pada mereka? hihi''
Pras tersenyum kecil, ia berjalan menyusuri dermaga itu.
''Ayo kesana, disini panas.'' ajak Pras.
Desi pun langsung berlari kecil.
''Pras, kamu nggak mau jawab pertanyaan aku?'' tanya Desi setelah berada di sebelahnya.
''Ini mau ku jawab.'' balas Pras.
''Jadi, Yulia itu selama ini naksir sama Adji, lebih tepatnya pas kamu cedera. Waktu itu dia di bonceng sama Adji 'kan?''
Desi mengangguk.
__ADS_1
''Nah itu, katanya jantungnya mulai berdebar-debar, setiap hari selalu memikirkan Adji, haha''
Pras teringat curahan hati dari sepupunya itu. Apalagi saat awal-awal mendapatkan respon cuek dari Adji. Ia pun menceritakannya pada Desi.
''Ishh, Adji tega bener.'' gumam Desi.
''Karena Adji maunya sama kamu, Des.'' ujar Pras yang mendengar gumaman Desi.
Desi tidak menjawab, ia hanya menghela napas panjang. Ia juga heran, kurang apa lagi sosok Adji. Temannya itu sudah baik dan juga tampan, tapi, hatinya tetap saja tidak bisa menerima untuk lebih dari teman biasa.
''Tapi, sekarang Adji benar-benar menerima Yulia 'kan?'' tanya Desi khawatir dengan Adji. Ia tidak ingin temannya itu hanya main-main.
''Yaaa, kelihatannya sih begitu, ini pertemuan kedua mereka selama LDR.'' jawab Pras.
Desi bernapas lega, ia tidak mau Adji menerima Yulia dengan perasaan terpaksa atau hanya kasian.
''Berarti kita ini disuruh jadi obat nyamuk mereka?'' ujar Desi sedih.
Pras hanya tersenyum tipis.
Mereka berjalan di pinggir pantai, teman-temannya yang lain pun sudah terlihat asik.
''Desi.'' panggil Pras.
Detak jantung Desi serasa langsung terhenti seketika.
Kedua remaja itu menghentikan langkahnya. Pras menatap hamparan pantai yang jernih. Desi pun mengikuti apa yang dilakukan oleh temannya itu. Mereka terlihat romantis jika dari kejauhan. Padahal kenyataannya, jantung Desi sudah terasa pindah ke lutut.
''Aku suka sama kamu, Des. Tapi..,'' ungkap Pras.
Jantung Desi yang sudah terasa pindah ke lutut itu tiba-tiba terasa loncat kembali ke atas. Ia benar-benar tidak percaya atas ungkapan itu.
''Jangan becanda soal itu, Pras.'' ujar Desi setelah beberapa detik kemudian.
''Aku nggak becanda, aku serius. Mungkin perasaan itu tumbuh tidak jauh berbeda dengan Yulia yang mulai menyukai Adji.''
Desi terdiam, ia masih belum bisa mempercayai begitu saja.
''Kalau memang begitu, kenapa masih ada kata tapi?'' tanya Desi.
Pras menoleh ke samping, Desi pun spontan mengikutinya, sehingga mereka saling menatap.
''Tapi, aku rasa umur kita belum tepat untuk itu, Des. Kalau kamu menerima, aku pengin serius, tapi, perjalanan kita masih sangat panjang. Aku tidak mau hanya sekedar makan cinta buta."
''Intinya, aku ingin kita tetap berteman seperti ini, tapi, sama-sama memiliki komitmen untuk bersama nantinya.'' ungkap Pras.
__ADS_1
Desi mengangguk dan tersenyum. Ia memiliki prinsip yang sama dengan laki-laki itu.
''Aku akan kerja ke Jakarta setelah lulus ini, Pras. Kalaupun kamu pergi ke tempat yang berbeda, dan kamu menemukan seseorang yang membuat kamu merasa lebih cocok untuk mendampingimu nantinya, bilang aja dari awal. Jangan buat aku menunggu jodoh orang. Cukup selama ini aku diam-diam suka sama kamu, jangan sampai aku diam-diam dikhianati.'' pinta Desi.
Pras langsung tersenyum lebar. Keduanya saling menatap kemudian beralih menatap lurus ke depan.
''Aku juga akan kuliah di Jakarta, Des.'' balas Pras.
''Oh ya?'' tanya Desi.
Pras mengangguk.
''Aku lega, terima kasih ya, Des.'' ucap Pras.
''Aku juga berterima kasih sama kamu, Pras.'' balas Desi.
Keduanya sama-sama tersenyum.
Awalnya Desi akan merantau ke salah satu kota yang ada di Jawa Barat, tetapi, pemilik usaha itu pindah ke Jakarta, dan ia pun mengikutinya.
...
Satu bulan kemudian
Pengumuman kelulusan pun sudah selesai. Para wali murid yang mengambil amplop kelulusan pun sudah meninggalkan sekolahan. Sedangkan murid-murid masih bertahan di sana untuk merayakan perpisahan ini.
Desi yang selalu menyimpan kenangan indah masa sekolah tak mau ketinggalan momen ini. Ia mengambil gambar bersama dengan banyak teman dan juga para guru.
''Boleh foto berdua?''
Desi langsung menoleh, Pras sudah berdiri di sebelahnya.
''Dahlah buruan.'' ledek Siska yang sudah tau soal itu.
Mereka mengambil beberapa gambar, ada yang difotokan oleh Siska, ada juga beberapa mereka foto sendiri menggunakan kamera depan.
''Sampai ketemu di chapter berikutnya.'' ujar Pras setelah membubuhkan tandatangan di punggung seragam Desi.
''Sehat-sehat ya, tunggu kisah ini berlanjut.'' balas Desi setelah gantian membubuhkan tandatangan di punggung seragam Pras.
Kedua pun saling tersenyum lebar.
...****************...
...SELESAI...
__ADS_1
...****************...