Diam-diam Suka Dia

Diam-diam Suka Dia
DDSD 25 : Sudah Jadi Tontonan


__ADS_3

Desi langsung menggeser duduknya karena Pras tiba-tiba ikut duduk juga.


''Aku boleh ikut nonton, 'kan?'' tanya Pras meminta izin.


''Emm, boleh-boleh. Tapiii, Yulia mana?'' balas Desi. Ia langsung celingukan kesana kemari untuk mencari keberadaan Yulia. Teman satu kelas Pras yang Desi yakini kekasih dari laki-laki yang diam-diam ia sukai itu.


''Sama teman-teman yang ceweklah, masa ngikuti aku terus.'' jawab Pras kemudian tertawa kecil.


Desi langsung nyengir salah tingkah.


''Iya juga sih.'' jawab Desi.


''Tapiii, nanti Yulia marah apa nggak?'' tanya Desi sedikit merasa ragu.


Pras mengernyitkan keningnya setelah menghadap ke layar ponsel Desi.


''Nggak mungkin marah, Yulia orangnya asik kok.'' jawab Pras.


Jawaban dari Pras membuat Desi menjadi heran.


''Apakah aku harus sungkem dulu sama Yulia, karena dia sudah membiarkan pacarnya berada di dekatku seperti ini?'' bathin Desi. Ia melirik sekilas ke arah Pras yang fokus menonton badminton.


Desi menjadi bingung mau ngapain, ia ingin geser lagi, tapi, posisinya sudah di ujung. Sedangkan bangku lainnya terpotong-potong. Nanti kalau pindah, yang ada Pras tidak bisa tenang ikut nonton di hpnya.


''Kok nggak dilanjut makannya?'' tanya Pras begitu menyadari Desi berhenti menyentuh sendoknya.


Desi pun ikut menatap bekalnya yang secara tidak sadar ia lupakan itu.


''Ehehe, lupa.''

__ADS_1


''By the way, terima kasih air minumnya. Kebetulan aku nggak bawa minum dan lupa belum beli juga.'' ucap Desi.


Pras tersenyum tipis sembari menatap Desi. Desi seperti sedang lari maraton 76 KM. Ia juga ingin pingsan mendapatkan tatapan dan senyuman sedekat itu dari laki-laki yang ia sukai.


''Semenjak cederaku, dia menjadi dekat seperti ini. Aku menjadi tau getaran di dadaku yang sebenarnya. Bukan hanya sekedar khayalan dan harapan. Aku tidak mau larut, aku takut ia hanya ingin menjadi teman di kala sepiku karena tidak bisa mengikuti keramaian. Dan sikap itu tidak lebih dari rasa tanggungjawab yang ia janjikan.'' bathin Des.


''Please Des, sadar, buka mata kamu lebar-lebar. Pras milik Yulia. YULIA!'' bathin Desi semakin kuat untuk tidak berharap.


Desi menarik nafas panjang, ia kembali menatap makanannya dengan senyum.


''Sorry ya aku makan sendiri.''


''Kamu sudah makan, Pras?'' tanya Desi.


''Sudah, tadi aku makan sebelum pelajaran di mulai. Makan lagi nanti pas sampai rumah.'' jawab Pras.


Desi mengangguk-anggukkan kepalanya pelan sembari mengunyah.


Sudah banyak murid-murid yang lewat di belakangnya. Mereka semua menatap Desi dan Pras yang hanya berdua saja.


Ada yang menatap keduanya dengan tajam, hanya Desi yang melihat karena Pras fokus pada layar ponsel Desi.


''KEREEEN!!'' seru Pras.


''Sudah selesai ya?'' tanya Desi.


''Memangnya kamu nggak nonton, Des?'' Pras berbalik tanya.


Desi kembali nyengir.

__ADS_1


''Gimana mau nonton kalau kita sejak tadi tuh sudah jadi tontonan, Praaaasss.'' bathin Desi.


''Ituu, layarnya silau kalau dari sini.'' jawab Desi beralasan.


Spontan Pras langsung menyondongkan kepalanya. ''Iya juga ya, waduh maafin aku ya, malah jadi aku yang nonton sendiri.'' ucap Pras.


''Hehe, nggak papa, aman.'' jawab Desi lega karena mendapatkan sebuah alasan.


Pras menyerahkan ponsel Desi. Pertandingan badminton yang mempertemukan The Daddies dengan pemain asal Chinese Taipei itu sudah selesai dengan kemenangan yang diraih oleh The Daddies.


''Oh ya, Des, foto-foto tadi 'kan banyak banget, misalkan aku unggah di sosial media, apa boleh tag kamu?'' tanya Pras.


Pras dan Desi berteman di sosal media sudah lama. Tetapi mereka tidak pernah berinteraksi disana. Beberapa hari ini, Pras penasaran dengan profil akun Desi, ia ingin melihat apa saja yang sudah pernah di unggah oleh gadis itu. Ternyata mereka sama-sama sangat jarang mengunggah sesuatu di sosial media.


''Kenapa harus izin?'' tanya Desi yang di dalam hatinya sudah ingin jingkrak-jingkrak.


''Aku lihat di profilmu, kamu jarang unggah status. Jadinya aku khawatir kamu nggak suka.'' jawab Pras.


Desi tersenyum tipis.


''Nggak papa, Pras. Tadinya aku juga mau izin soal yang sama. Eh, keduluan kamu.'' balas Desi.


''Ya sudah, unggah sekarang aja yuk?'' ajak Pras.


''Ha?!'' pekik Desi.


Desi semakin heran dengan sikap Pras ini. Apakah ini benar adanya dari sosok Pras yang selama ini ia kenal tidak pernah tertangkap basah sedang berduaan dengan perempuan. Hanya satu saja yang berhasil akrab dengan Pras, yaitu Yulia.


''Ya sudah kalau kamu tidak mau, aku unggah duluan ya.'' izin Pras yang sudah mengeluarkan ponselnya itu.

__ADS_1


Desi hanya mengangguk tanpa bersuara. Pras sudah mengotak-atik layar ponselnya untuk mencari sesuatu.


__ADS_2