Diam-diam Suka Dia

Diam-diam Suka Dia
DDSD 19 : Kakiku Yang Menjadi Aset Berhargaku


__ADS_3

Desi berada di dalam kamarnya. Ia terus melatih kakinya untuk bergerak lebih banyak. Ia ingin besok berangkat ke sekolah. Desi tidak ingin melewatkan momen pembagian hadiah.


Desi masih mempertimbangkan sebelum berbicara dengan kedua orangtuanya. Karena ia masih diminta untuk istirahat terlebih dahulu sampai benar-benar bisa sembuh.


"Berangkat aja, bismillah sudah sehat.'' bathin Desi lalu membuka pintu kamarnya.


''Mak, Pak ... besok aku berangkat sekolah ya? hehe.'' tanya Desi yang berada di tengah pintu kamar, dengan kepala melongok ke ruang tengah. Mamaknya masih menonton televisi disana bersama bapak.


''Apa sudah sembuh kaki kamu?'' tanya bapak.


Desi langsung keluar dan memperlihatkan jalannya yang masih belum seimbang itu.


"Alhamdulillah sudah mendingan lho, Pak. Aku nggak mau terlalu banyak izin, nanti ketinggalan pelajaran, dan besok juga pembagian hadiahnya.'' jelas Desi.


''Ya sudah kalau kamu nggak merasa kesusahan ya berangkat aja.'' sahut mamak.


Desi langsung tersenyum lebar.


''Gimana, Pak?'' tanya Desi yang harus mendapatkan kata setuju dari kedua orangtuanya.


''Ya, nggak papa, besok Bapak antar.'' jawab bapak.


Senyum Desi semakin lebar.


''Terima kasih, Mak ... Pak.'' ucapnya lalu kembali masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Desi pun menyiapkan beberapa buku dan perlengkapan sekolah lainnya. Seragam sekolah untuk hari Senin, yaitu putih abu-abu sudah ia setrika beberapa hari yang lalu. Untung saja ia tidak mengandalkan waktu yang mepet.


''Nggak sabar menunggu besok, baik-baik ya kamu, kakiku yang menjadi aset berhargaku.'' bathin Desi sembari mengusap kakinya.


--


Keesokan paginya, Desi hanya membantu mamaknya di dapur dengan ala kadarnya. Setelah selesai, mamak sudah berseru agar putrinya itu mandi saja. Desi pun nurut daripada suara mamak semakin naik volume dan terdengar oleh tetangga sebelah.


''Deg-degan deh.'' gumam Desi sembari menyisir rambutnya yang basah karena habis keramas. Rambutnya hanya panjang sebahu, sehingga tidak membuatnya terlalu lama untuk merapikan rambut.


''Sarapan dulu, Des.'' seru mamak.


''Iya, Mak.'' jawab Desi.


Sebelum mamak mengulangi perintah, Desi yang sudah siap dengan seragam sekolahnya pun langsung ke dapur, lalu menikmati sarapannya.


''Berangkat sekarang aja, Pak.'' ujar Desi.


Hari ini jadwal upacara bendera Senin. Desi ingin datang lebih awal.


''Iya sebentar.'' jawab bapak lalu mengambil topi.


Bapak sudah berganti kaos yang lebih bersih, tidak mungkin akan mengantar anaknya ke sekolah dengan pakaian dinasnya saat ke kebun, kasian nanti anaknya malu.


Desi berangkat ke sekolah dengan diantar oleh bapak. Terlihat disana sudah ada beberapa murid yang berdatangan. Desi menoleh ke arah parkir, motor Siska belum tampak disana. Tempat parkir terlihat dari jalan, dan Desi sempat menoleh untuk melihat keberadaan motor Siska saat melewatinya sebelum berhenti di depan gerbang.

__ADS_1


''Bapak antar sampai ke depan kelas kah?'' tanya bapak.


''Nggak usah, Pak. Disini aja, sekalian latihan jalan pelan-pelan.'' jawab Desi sembari turun dari boncengan dengan hati-hati.


''Ya sudah hati-hati. Bapak tinggal ya.'' ucap bapak.


Desi mengangguk, lalu bapak sudah memutar arah motornya setelah putrinya itu masuk ke dalam halaman sekolah.


''Mbak Desi sudah sembuh?'' sapa adik kelas Desi yang juga baru datang diantar.


''Eh, iya alhamdulillah, sudah mendingan.'' jawab Desi menoleh.


Adik kelas Desi langsung berjalan pelan untuk menemani kakak kelasnya itu


''Kok nggak istirahat dulu lho, Mbak?'' tanya gadis remaja yang sekitar usia 15 tahun itu.


''Bosan dirumah, Ni. Sekalian mau foto nanti pas pembagian hadiah, haha.'' jawab Desi dengan sedikit candaan.


Gadis itu ikut tertawa.


''Ya sudah ya Mbak, kelasku sudah sampai, hehe.''


''Ohh, iya, terima kasih ya.'' ucap Desi.


Desi melanjutkan langkah menuju ruang kelasnya yang masih harus melewati beberapa ruang lagi.

__ADS_1


''Des? kok sudah berangkat?'' tegur seseorang yang tadinya masih di dalam kelas dan langsung keluar saat melihat Desi.


__ADS_2