Diam-diam Suka Dia

Diam-diam Suka Dia
DSDD 33 : Penghujung Bangku Sekolah


__ADS_3

Beberapa waktu kemudian


Desi sudah naik ke kelas XII. Kelas XII semakin sibuk dengan berbagai macam ujian. Mulai dari ujian sekolah, ujian praktek, ujian kompetensi, dan yang terakhir ujian Nasional pada bulan April.


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Sepertinya baru kemarin masuk sekolah dasar, sekarang sudah di penghujung bangku sekolah menengah kejuruan. Jika ada rezeki, Desi ingin lanjut kuliah dengan menggunakan biaya sendiri nanti jika ia sudah bisa bekerja. Karena Desi sendiri sudah ada rencana untuk pergi merantau terlebih dahulu.


''Widiihh, calon mahasiswi ibukota nih.'' goda Desi pada Siska.


''Do'akan lulus ya, Des.'' balas Siska.


''Aamiin, semangat.'' ucap Desi.


Siska langsung menempelkan sisi kepalanya ke lengan Desi.


Sekarang Desi tak begitu mengharapkan seorang Pras, meskipun rasa itu tetap ada dan tidak bisa hilang. Ia sudah sadar diri untuk semuanya. Setelah kondisi kakinya dipastikan sembuh, Pras pun tidak pernah menghampirinya seperti dulu lagi, hanya sekedar menyapa jika berpapasan. Hal itu semakin membuat Desi yakin fokus ke sekolah saja.


Adji juga sudah pindah sekolah setelah menjalani prakerin pada kelas XI. Desi juga merindukan teman kocaknya itu. Seperti biasa, meskipun sekarang sudah berjauhan, Adji tetap sering menghubungi Desi di sela-sela kesibukannya.


Ujian terakhir yang akan dijalani adalah ujian nasional. Adik-adik kelas sudah mulai diliburkan.

__ADS_1


Beberapa kelas sudah dipersiapkan untuk pelaksanaan ujian Nasional. Hari ini dilakukan do'a bersama agar ujian berjalan dengan lancar dan para murid bisa mengerjakan soal-soal dengan baik.


''Bapak pesan kepada kalian, tetap jaga kesehatan. Berangkat lebih pagi, tapi, jangan lupa sarapan dulu.'' ujar kepala sekolah itu dengan tegas setelah do'a bersama selesai.


''BAIK, PAAK''


Mereka menjawab dengan serempak.


''Terima kasih anak-anak. Bapak rasa cukup sampai disini. Semangat dan istirahat di rumah, kurangi bermainnya ya.''


''Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat siang.'' ucap guru tersebut.


''SIANG, PAAK''


Setelah mendengar jawaban, kepala sekolah dan beberapa guru lainnya meninggalkan gedung itu. Di sana hanya tersisa beberapa guru karena tengah mendapatkan pertanyaan-pertanyaan dari muridnya.


Setelah semuanya selesai, Desi dan Siska kembali ke rumah masing-masing. Mereka istirahat dan membuka lagi buku-buku mata pelajaran bahasa Indonesia.


''Bismillah, semoga semuanya lancar, jangan gugup.'' gumam Desi.

__ADS_1


Cara belajar Desi bukan dengan menghafal, ia lebih suka dengan membaca-baca saja. Karena menurutnya hal itu lebih efektif, nanti akan teringat sendiri, kecuali pelajaran matematika, harus pakai rumus. Pelajaran yang membuat Desi pusing.


Waktu bergerak menuju adzan Dzuhur, Desi menutup bukunya, ia mengambil air wudhu. Nanti makan siang setelah shalat.


...''Ya Allah, berikanlah hamba kemudahan dan kelancaran dalam mengerjakan soal-soal ujian. Semoga pengawasnya tidak galak-galak, ya Allah ... AAMIIN''...


Desi menangkupkan kedua telapak tangannya ke wajah setelah selesai berdo'a.


..


''Cepat tidur, jangan mainan hp terus.'' ujar mamak pada Desi yang baru keluar dari kamar.


''Iya, Maaak. Ini mau buang air dulu baru tidur.'' jawab Desi.


Mamak tidak membalas lagi, Desi langsung ke belakang. Padahal sejak tadi ia tidak bermain ponsel. Tapi, namanya emak-emak ya sudah biasa untuk mengomel tanpa melihat kenyataannya dulu.


Setelah kembali masuk ke dalam kamar, Desi langsung menonaktifkan data ponselnya. Ia ingin memiliki waktu istirahat yang baik, agar besok pikiran dan fisiknya juga baik-baik saja.


''Nggak nyangka, sebentar lagi lulus sekolah, hmmm.'' gumam Desi lalu membaca do'a sebelum tidur.

__ADS_1


__ADS_2