Diam-diam Suka Dia

Diam-diam Suka Dia
DDSD 38 : Lama Tak Jumpa


__ADS_3

30 menit selesai menyantap makan siang plus memberikan jeda agar perutnya nyaman setelah makan. Desi dan beberapa orang lainnya yang terdiri dari teman dan juga guru mencari mushola. Mushola di lokasi ini ternyata cukup luas sehingga mereka bisa langsung melaksanakan shalat berjamaah.


Desi melipat kembali mukena yang ia bawa. Meskipun di setiap mushola atau masjid selalu menyediakan mukena, Desi lebih nyaman membawanya sendiri ketika bepergian.


''Bu, kita-kita boleh keliling pulau, 'kan?'' tanya Desi pada bu Anita ketika di teras mushola.


''Boleeeh, yang penting jangan lama-lama sampai melebihi waktu yang dibatasi. Nanti kalau sudah waktunya kumpul, jangan ada yang pada ngulur waktu.'' jawabnya mengingatkan.


''Siap, Bu.'' jawab Desi.


Desi dan yang lain kembali ke pondokan untuk mengembalikan mukena ke tas. Meskipun ke pantai ini jaraknya jauh, ternyata tidak membuat semua anak-anak antusias dan ingin bermain air. Meskipun Desi kurang pandai berenang, ia selalu antusias jika membahas tentang pantai.


''Ayo Sis keliling pulau.'' ajak Desi.


''Ah, nggak ah, pusing kepalaku muter-muter lihat air.'' jawab Siska.


''Beneran, Sis? jarang-jarang loh kita ini.'' balas Desi yang masih berusaha untuk membujuk.


''Beneran, aku mending jagain tas disini, haha.'' jawab Siska.


''Ayo Des!'' seru teman lainnya yang kebagian di pondok sebelah.


''Ya, ya, sebentar.'' jawab Desi.


Kegiatan sudah dibebaskan karena memang tujuannya untuk berlibur, bukan lagi belajar dan membuat laporan.


Siska dan juga banyak murid lain terlihat lebih nyaman duduk di pondokan, atau hanya bermain di pinggir pantai. Kebanyakan dari mereka adalah takut membayangkan jika nyebur ke laut.


Desi mengenakan kaos oblong polos berwarna abu-abu tua dan celana pendek dibawah lutut yang berwarna hitam, tak lupa rambut andalannya yang dikuncir kuda. Ia berjalan beriringan dengan Yulia. Meskipun mabuk perjalanan, Yulia tetap semangat untuk menikmati liburan ini. Ia hanya mabuk saat di mobil, ketika sudah turun, ia kembali sehat.

__ADS_1


''Des.'' panggil Yulia yang langsung membuat langkah Desi terhenti.


''Hm, iya?'' jawab Desi.


''Kalian duluan aja, nanti kita nyusul belakangan.'' seru Yulia pada teman-temannya yang lain.


''Yaudah.'' jawab mereka.


Desi dan Yulia berdiri di sisi dermaga, sedangkan teman-temannya sudah mendahului untuk menaiki perahu yang akan membawa mereka keliling pulau.


''Ada yang mau ketemu sama kita.'' ujar Yulia.


Desi langsung mengernyit.


''Siapa?'' tanyanya.


Yulia menoleh ke arah belakang Desi, kemudian bibirnya tersenyum sehingga membuat gadis yang dihadapannya itu ikut menoleh.


''ADJI!'' seru Desi.


''Hay, beb!'' balas Adji.


''HEH!'' protes Desi.


''Kenapa kamu ada di sini?'' tanya Desi yang langsung mengulurkan tangannya pada Adji.


''Apa tidak boleh?'' balas Adji.


''Nggak boleh!'' kata Desi.

__ADS_1


''Seriusan ini kenapa aku nggak paham? terus kenapa Yulia tau kalau kamu ada disini?''


''Dan, kalian berdua?'' Desi menatap Adji dan Pras bergantian.


Adji langsung mengusap wajah Desi sembari tertawa.


''Biasa aja tuh muka, hahaha''


''Jarakku kesini cuma se jam, kangenlah sama kalian, pengin ketemu. Tadi sudah ketemu dulu sama guru-guru.'' ujar Adji.


Desi menggaruk kepalanya, masih tidak percaya dengan kehadiran Adji disini.


''Foto dulu kali kita ini, lama tak jumpa.'' ujar Adji membuyarkan kebingungan Desi.


''Boleh-boleh.'' jawab Yulia yang langsung mengeluarkan ponselnya.


Hanya mereka berempat disana, yang lain sudah sibuk masing-masing. Apalagi bagi para murid yang terlibat cinta lokasi, mereka mencari kesempatan berlibur bersama. Sedangkan nasib Desi tentu saja masih berjuang untuk ikhlas terhadap rasa yang tak terbalaskan itu.


''Ih bagus, ih, lagi-lagi!'' ujar Yulia.


Adji yang berdiri di belakang Yulia tak canggung meletakkan tangannya di bahu temannya itu. Sementara Pras yang berdiri di belakang Desi terlihat bingung harus pose seperti apa, dan akhirnya tetap dengan pose andalan yaitu salam jempol sembari nyengir.


''Ayo keliling pulau.'' ajak Pras.


''Tapi, masa cuma kita berempat?'' tanya Desi.


''Ya, nggak papalah, malah nggak sesak.'' sahut Adji.


''Betul.'' timpal Yulia.

__ADS_1


''Jadi, gimana nih?'' tanya Pras lagi.


''Ayooo, keburu tamat, eh, keburu habis batas waktu yang dikasih sama guru.'' ajak Adji.


__ADS_2