Diam-diam Suka Dia

Diam-diam Suka Dia
DDSD 39 : Catatan Kecil


__ADS_3

Ke empat remaja itu akhirnya menaiki sebuah perahu yang tidak terlalu besar. Memang tidak ada lagi yang hendak naik, karena yang lain sudah antusias sejak tadi.


Rugi jika tidak mengabadikan momen yang indah ini. Desi mengarahkan kameranya ke pemandangan alam, sesekali ia arahkan ke teman-temannya itu dan juga pengemudi perahunya.


40 menit kemudian, mereka tiba di sebuah pulau. Ada yang hanya sekedar berkeliling tanpa turun di pulau itu, ada juga yang turun. Sementara Adji, Pras, Desi, dan Yulia turun disana.


''Ayo kasih waktu buat mereka.'' bisik Adji pada gadis di sebelahnya itu. Dan, gadis itu pun langsung mengangguk.


''Eh, kalian mau kemana kok buru-buru nggak ngajakin kita?'' tanya Desi sedikit berteriak. Ia masih berdiri di sisi dermaga, dan tiba-tiba Adji yang diikuti oleh Yulia meninggalkannya dan Pras disana.


Sepeninggalan Adji dan Yulia, tentu saja Desi hanya berdua dengan Pras. Jantungnya sudah pasti berdebar-debar tak tenang.


''Kamu kalau mau nyusul yang lain, nggak papa kok.'' ujar Desi. Ia benar-benar bingung harus bersikap seperti apa.

__ADS_1


''Memangnya tidak boleh kalau aku mau sama kamu disini?'' balas Pras yang diikuti oleh senyumnya.


Sementara itu, Yulia dan Adji langsung menjauh dari Pras dan Desi. Mereka sudah membuat janji untuk memberikan momen pada keduanya, mengingat dua anak manusia itu sama-sama malu soal perasaan.


''Desi masih menganggap kamu sama Pras itu pacaran, haha.'' ujar Adji.


''Ohh, pantesan, sebelum berangkat, Desi nawari tukeran tempat duduk.'' jawab Yulia.


Adji hanya bisa menggelengkan kepalanya.


''Iya ya, kalah sat set sama ayangku ini.'' sahut Adji. Ia menoleh ke gadis yang ada disebelahnya sembari tersenyum meledek.


Tak lama kemudian, lengannya langsung dicubit. Yulia merasa sangat malu jika mengingat keberaniannya untuk mendekati Adji terlebih dahulu. Awalnya Adji masih cuek, ia masih mengharapkan Desi, tetapi setelah ia menemukan sebuah catatan kecil milik Desi, Adji langsung berhenti untuk mengharapkan gadis itu. Sedangkan Yulia, gadis itu selalu ada untuknya, hingga lama kemudian, akhirnya rasa itu tumbuh. Sayangnya, mereka harus menjalin hubungan jarak jauh.

__ADS_1


Sekarang justru Adji yang terlihat bucin pada Yulia. Sementara Yulia yang merupakan sepupu Pras pun juga mengetahui kalau Pras memiliki rasa terhadap Desi sejak kejadian itu. Jika Desi diketahui melalui catatan kecil, Pras mengatakan langsung pada Yulia, hanya saja ia berpesan untuk tidak membocorkan hal itu pada siapapun. Karena ia masih ingin fokus pada pendidikannya yang masih anak sekolah menengah kejuruan. Kalaupun keduanya masih sama-sama jomblo sampai kelas XII, baru Pras akan mengungkapkannya.


Dan, hari ini, rencana ini merupakan kerjasama antara mereka, termasuk Siska yang sudah mendapatkan informasi dari Adji. Siska mendukungnya, ia pun tak bisa membantu apa-apa karena memang tidak bisa melihat dan membayangkan kedalaman laut terlalu lama.


Tentu saja jantung Desi semakin berdebar kencang.


''Kenapa kamu membiarkan Yulia sama Adji? emangnya kamu nggak cemburu, Pras?'' tanya Desi.


Pras pun langsung tertawa kecil.


''Aku cemburu? untuk apa?'' tanyanya.


''Justru aku senang melihat sepupuku itu sudah mendapatkan cowok yang dia suka.'' sambung Pras.

__ADS_1


''HA? SEPUPU?''


''MA-MAKSUDNYA, eh sorry, maksudnya kamu sama Yulia itu saudaraan?'' balas Desi masih terkejut.


__ADS_2