
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, akhirnya rombongan bus sudah tiba di lokasi museum. Sebelumnya sudah beristirahat di salah satu tempat pengisian bahan bakar minyak ketika waktu subuh, setelah itu sarapan di rumah makan yang tidak jauh dari tempat tersebut.
Rombongan menggunakan jaket yang seragam, sehingga jika ada yang tidak sengaja terpisah dari rombongan bisa dengan mudah mencarinya.
Dari raut kebahagiaan itu, tentu ada yang terlihat lesu karena mabuk perjalanan. Untungnya Desi bisa tahan tidak terbawa, karena Yulia menjadi salah satu murid yang mabuk. Desi pun akhirnya memiliki waktu istirahat yang kurang karena ia memijiti temannya itu saat mabuk.
''Gimana Yul? sudah enakan apa belum?'' tanya Desi.
''Sudah kok, Des, tadi dibelikan teh hangat sama Pras, jadi enakan perutku.'' jawab Yulia.
''Ohh, ya syukurlah kalau sudah enakan, Yul.'' balas Desi lalu tersenyum tipis.
Senyum tipis yang memiliki arti, tapi, lagi-lagi harus menekankan pada dirinya sendiri untuk sadar dan sadar terus.
Keberangkatan yang tepat, tempat tujuan tidak begitu ramai, sehingga bisa leluasa untuk menikmati fasilitas di sana dan juga tidak saling berdesakan.
''Ini kedua kalinya aku kesini.'' ujar Desi.
''Eh, sama Des, aku juga.'' jawab Siska.
Sebelum masuk ke gedung museum, semua murid di minta untuk kumpul di halaman tersebut. Sesi dokumentasi akan dilakukan, apalagi ini perjalanan wisata untuk perpisahan kelas XII.
''Foto disini yuk.'' ajak Desi pada Yulia dan Siska. Sejak turun dari mobil, mereka selalu berjalan beriringan.
Mereka pun mengambil foto secara bergantian, dan juga beberapa kali foto bersama dengan kamera depan. Tak sedikit juga foto bersama dengan teman-teman yang lain.
''Pras! Pras! fotoin kita dong!'' seru Yulia sembari melambaikan tangan.
Desi dan Siska langsung menoleh. Pras dan temannya yang lain langsung mendekati.
''Pakai hp siapa?'' tanya Pras sembari menyodorkan tangannya.
__ADS_1
''Nih, pakai hpku aja.'' jawab Yulia.
''Oke.'' jawabnya.
Sudah diberikan waktu 15 menit untuk foto-foto, para murid langsung diberikan komando untuk masuk ke dalam museum.
Pras dan beberapa temannya yang laki-laki menjadi serombongan dengan Desi, Yulia, dan Siska. Mereka tadi juga mengambil foto secara bergantian.
Desi tidak henti-hentinya mengangkat ponselnya, ia terus mengabadikan momen perjalanan ini. Ia tidak mau seperti kunjungannya kesini beberapa tahun yang lalu, tidak ada kenang-kenangan karena ia belum memiliki ponsel yang cukup bagus.
''Hay guys!'' sapa Desi melalui kameranya yang ia arahkan ke teman laki-lakinya itu.
Mereka pun langsung berekspresi macam-macam sampai membuat Desi tertawa terbahak-bahak.
''Sini gantian tak bawakan hpnya.'' pinta salah satu dari mereka.
Dengan senang hati, Desi memberikan hpnya pada laki-laki yang berada di sebelah Pras itu.
''Yang bener lho ya, jangan sampai kabur.'' ancam Desi
Lebih satu jam berada di dalam museum itu, mereka keluar sekitar jam 09.30 WIB. Waktu untuk membeli oleh-oleh hanya 30 menit, para murid terlihat buru-buru, termasuk Desi.
Desi membeli beberapa boneka kecil yang paling khas dari museum ini.
''Ayo-ayo masuk ke mobil sekarang!'' seru salah satu seorang guru.
Para murid yang masih membeli sesuatu pun langsung terburu-buru, ada yang langsung masuk ke mobil, ada juga yang izin ke toilet lebih dulu karena tidak bisa menggunakan toilet di dalam mobil.
Semua rombongan sudah dipastikan masuk ke mobil, tidak ada yang sampai tertinggal di sini.
Lokasi selanjutnya adalah sebuah pantai yang belakangan ini ramai diperbincangkan. Namun, sebelum itu, rombongan beberapa guru yang menaiki mobil pribadi jalan lebih dulu, mereka akan ke sebuah rumah makan yang dipercayai untuk membuat makan siang mereka.
__ADS_1
''Perjalanan nggak sampai 2 jam ya, anak-anak!'' ujar guru yang menggunakan pengeras suara di bagian depan itu.
IYA PAAAAKKK
Semua murid menjawab serempak. Untuk mengisi perjalanan, ada yang memetik gitar sembari menyanyikan lagu-lagu yang kini tengah populer, termasuk lagu koplo. Suasana pun menjadi seperti konser karena yang lain sembari mengangkat tangannya untuk menikmati lagu-lagu yang dibawakan.
Saat mantan ketua osis yaitu Pras, menyanyikan lagu dari grub band Stinky yang berjudul Mungkinkah, Desi justru terdiam dan hanya menyembunyikan senyumnya.
MASHOK PAK EKOOOOO!!
Suara salah satu murid yang duduk di kursi paling belakang berteriak sembari bertepuk tangan ketika Pras menyelesaikan lagunya.
Tanpa disadari, Desi pun akhirnya bertepuk tangan juga.
''Nih, gantian siapa lagi?'' seru Pras.
Ternyata dari mereka banyak yang menyukai musik, sehingga sejak keberangkatan sudah saling bergantian.
Perjalanan kembali dilanjutkan setelah berhenti di rumah makan untuk mengambil pesanan nasi kotak. Pesanan untuk makan siang sengaja dibungkus karena jam makan siang nanti tepat sampai di pantai. Jika beli di sana, biasanya untuk harga akan lebih mahal dibandingkan beli diluar. Apalagi ini membeli dalam jumlah banyak, tentu saja mendapatkan potongan harga.
Ternyata, meskipun belum waktunya liburan, pantai tersebut cukup ramai. Bahkan ada nomor polisi dari provinsi lain.
Tapi, karena sudah memesan tempat, rombongan tidak perlu khawatir tidak kebagian. Pemandu wisata langsung menyambut kedatangan rombongan itu.
''Di mana, Pak?'' tanya salah satu guru.
''Di sana, mari ikut saya.'' jawab pria itu.
Mereka sudah berada di pondokan, nasi kotak pun juga langsung dibawa kesana.
''Makan siang dulu, abis ini yang mau shalat dzuhur, mushola-nya ada di sana ya.'' ujar pria tadi.
__ADS_1
BAIK, PAAK..
Desi segera menyantap menu makan siangnya itu bersama teman-temannya dan juga para guru. Kebersamaan itu memang sangat indah dan menyenangkan. Namun, akan menjadi sedih jika teringat kebersamaan ini akan menuju pada gerbang perpisahan.