Diam-diam Suka Dia

Diam-diam Suka Dia
DDSD 22 : Jangan Pantang Menyerah


__ADS_3

Semua murid sudah berkumpul di dalam gedung itu. Terkhusus bagi yang kemarin mengikuti lomba, mereka duduk di depan. Yang tidak kebagian tempat duduk, banyak yang berdiri.


Hadiah-hadiah sudah di susun rapi diatas meja. Podium ala kadarnya juga tak luput dalam acara ini. Meskipun sudah di ketahui siapa-siapa yang menang, tetapi momen pembagian hadiah belum diberikan, sehingga semuanya sangat antusias.


''Seneng deh ngerasain naik podium.'' bisik Desi pada Adji.


''Iya Des.'' jawab Adji ikut tersenyum tipis.


Gedung sudah penuh dan ramai, semua saling berbicara dengan bebas. Semua juga memegangi ponsel karena bebas diluar jam pelajaran.


Guru-guru pun ikut ke gedung tersebut untuk menyaksikan momen pembagian hadiah pada murid-muridnya yang sudah selesai melaksanakan lomba.


''Selamat pagi semuanya!'' seru Ricka, wakil ketua osis.


''Pagiiiiiiii''


''Masih pagi, jangan pada loyo dong!'' seru Ricka lagi dengan energinya yang selalu semangat untuk teriak.


''Tepuk tangan dulu untuk teman-teman yang kemarin sudah mengikuti lomba.'


Semua bertepuk tangan dengan sangat riuh.


''Tidak perlu berlama-lama lagi, kalian pasti sudah penasaran 'kan apa isi hadiahnya???!''


''Tentu saja sangat spesial, hahaha''


''Baiklah, tidak berlama-lama lagi, saya serahkan kepada bapak Adi.

__ADS_1


''Silahkan, Pak.'' ujar Ricka.


Pak Adi mengambil alih pengeras suara itu. Guru tersebut menyapa para murid-muridnya.


''Baik, terima kasih Ricka.'' ucap pak Adi.


''Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh''


''Selamat pagi, anak-anak''


''Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh''


''Pagiiiiiiiiii''


Pak Adi mengedarkan pandangannya, menanti jawaban dari murid-murid itu selesai agar apa yang ia sampaikan selanjutnya bisa terdengar jelas.


''Ooohh ya, kita harus mendo'akan untuk Desi, yang kemarin mengikuti lomba bulutangkis dan mengalami cedera saat final. Semoga cederanya segera sembuh total dan kembali aktif berlatih.'' ujar pak Adi.


Semua murid langsung mencari keberadaan Desi. Desi hanya bisa mengangguk sambil menangkupkan kedua tangannya tanda terima kasih dari jauh.


''Tapi, hari ini saya cukup lega, karena melihat Desi sudah berada di sekolahan. Kita patut mengapresiasi semangatnya ya. Jangan pantang menyerah.'' seru pak Adi lagi.


Desi menoleh ke arah Pras, dan ternyata yang ditatap sedang menatapnya. Sehingga Desi dibuat salah tingkah. Disaat yang bersamaan, Adji juga tengah menoleh ke arah Desi. Namun, saat mendapati yang di toleh justru menatap lainnya, Adji langsung kembali menatap ke depan sembari menarik nafas panjang.


''Bisa-bisanya pas banget dia noleh kesini.'' bathin Desi.


Pak Adi melanjutkan penyampaiannya, lalu berlanjut ke pembagian hadiah. Di awali dengan lomba cabang futsal. Hadiah yang dikemas dalam kardus dan dibungkus dengan kertas kado itupun sudah diserahkan pada kelompok masing-masing.

__ADS_1


Sesi foto bersama dilakukan mereka, antara murid dan para guru untuk mengabadikan momen ini. Selain itu juga, ada bahan untuk mereka unggah di sosial media masing-masing.


Pembagian hadiah berlangsung seru, Desi sangat deg-degan. Apalagi ketika dua cabang olahraga lainnya sudah selesai.


''Cabang olahraga bulutangkis, untuk peraih juara dan runner-up, silahkan maju ke depan.'' seru pak Adi.


''Ayo tepuk tangan yang meriah!!!''


Semuanya bertepuk tangan, ada rasa haru yang menyelimuti perasaan Desi saat ada yang berseru dan menyebut namanya untuk semangat. Ia terus melangkah dengan pelan-pelan. Pras dan Yulia sebagai juara pertama pun tidak meninggalkan Adji dan Desi, mereka tetap berjalan pelan sampai Desi berdiri di belakang podium.


''Tepuk tangan dulu untuk pasangan Pras dan Yulia''


''Dan juga, Adji dan Desi''


Seluruh isi gedung kembali bertepuk tangan dengan meriah.


Siska yang menonton pun mengambil video temannya itu. Karena sebelumnya memang sudah mendapatkan pesan dari Desi untuk merekam momen ini. Ponsel yang dipakai Siska untuk merekam pun juga milik Desi.


''Mari kita sambut, runner-up kita ... AAADJIII DAAAN DESIIIIII!!''


Keduanya naik ke atas papan yang bertuliskan angka 2 itu sembari bertepuk tangan dan melambaikan tangannya ke arah depan.


''Selanjutnya, mari kita sambut, sang juara ... PRAAASS DAAANN YUULIIAAAAA''


Giliran sang juara naik ke podium yang bertuliskan angka 1.


Info : visual di bab 1**7**

__ADS_1


__ADS_2