Diam-diam Suka Dia

Diam-diam Suka Dia
DDSD 27 : Nggak Up To Date


__ADS_3

Hari ini ada 2 pelajaran. Desi sudah kembali ke rumah sejak tadi seperti biasanya, yaitu jam 2 siang.


Malam harinya setelah makan malam, Desi berada di dalam kamarnya untuk belajar pelajaran esok hari. Ia mengingat ada pekerjaan rumah yang belum sempat ia kerjakan karena minggu lalu disibukkan dengan berlatih badminton.


Tiga puluh menit berlalu, Desi sudah menyelesaikan pekerjaan rumah itu. Ia pun menutup buku-bukunya, lalu mempersiapkan semua perlengkapan sekolah yang akan dibawa besok. Supaya besok pagi tidak terburu-buru sebelum berangkat sekolah.


''Oh ya, belum cek notifikasi lagi.'' gumam Desi.


Sejak habis Maghrib tadi, Desi mengisi daya baterai ponselnya yang sisa setengah. Seperti biasa, ia selalu mengganti mode pesawat saat mengecas, agar lebih cepat penuh dan tidak tergoda untuk memainkannya saat sedang tersambung dengan aliran listrik.


Desi melihat di sudut atas layar ponselnya sudah menunjukkan 100 %. Ia pun langsung mencabutnya, dan meletakkan charger ke tempat biasanya. Mode pesawat sudah ia matikan, tak lama kemudian, ponsel Desi terus bergetar karena banyaknya notifikasi yang masuk.


''Duh, duh, matiin ah getarnya.'' gumam Desi lagi. Suara getar di ponselnya sendiri membuat Desi risih.


Desi langsung membuka aplikasi sosial media. Bibirnya langsung membentuk sebuah senyuman lebar saat membaca banyak komentar di unggahan Pras. Ia yang tadinya masih duduk di kursi, langsung beralih ke kasur dan memeluk guling.


Padahal tidak ada yang berlebihan dari komentar-komentar yang masuk, hanya saja memang Desi sedang senang saat kembali membaca caption yang Pras tuliskan di unggahannya itu. Apalagi saat membaca ulang permintaan maaf Pras di caption-nya.


''Congrats''


''Selamat Pras dan Yulia ... comeback stronger, Adji dan Desi''


''Selamat buat kalian''

__ADS_1


''Congratulations gaiss, lekas sembuh untuk Desi!!''


''Selamat ya, Kak Pras dan Kak Yulia''


Dan masih banyak lagi komentar lain yang masuk di unggahan Pras. Desi sampai senyum-senyum sendiri dan susah untuk menghentikan itu.


Salah satu komentar lain yang membuat Desi senyum-senyum adalah ada yang menggoda dengan komentar ''Cie ciee''. Padahal komentar itu bisa saja ditujukan pada Pras dan Yulia.


Saat sudah sadar, Desi langsung mengetuk-ngetuk kepalanya sendiri dengan pelan.


''Bisa yuk, jangan kepedean!'' bathin Desi.


Komentar tersebut sudah dibalas oleh pembuat status. Sementara komentar dari Desi tadi juga sudah menerima banyak balasan komentar, salah satunya Pras sendiri yang hanya membalas komentar Desi dengan emoticon semangat.


Setelah selesai membaca komentar di unggahan Pras, Desi beralih membuka galerinya. Ia memilih beberapa foto dan video yang ingin ia unggah juga.


Beberapa foto dan video sudah Desi tandai, mulai dari hari pertama, dan juga foto saat latihan, sampai momen final. Desi membagikan beberapa isi galeri pilihannya itu ke sosial medianya.


...Hari Pekan Olahraga Nasional...


Alhamdulillah, pengalaman yang luar biasa


Tidak ada usaha yang sia-sia

__ADS_1


Tetap bersyukur dengan hasil yang kita raih saat ini


Sekarang, saatnya menatap ke depan dan fokus lagi supaya mendapatkan hasil yang lebih baik.


Terima kasih teman-teman yang sudah memberikan dukungan penuh pada aku dan Adji.


Terima kasih lawan-lawan kami yang sangat luar biasa, kalian semua sangat hebat.


Terima kasih partner andalanku @Adji


Jangan kapok untuk lari sana sini lagi kalau kita di kasih kesempatan untuk menjadi partner lagi, hehe


Dan, satu lagi, terima kasih sebanyak-banyaknya untuk do'a yang kalian berikan ke aku.


Alhamdulillah semuanya baik-baik saja. Desi selalu full senyum.


Sebuah keterangan yang cukup panjang sudah Desi tulis. Ia menandai semuanya yang terlibat.


Huuhh


Desi yang baru saja mengklik tanda kirim ke status pun langsung menghela nafasnya. Karena ada video, unggahan itu tidak langsung selesai, Desi masih menunggu sampai berhasil.


''Ternyata aku aja yang belum upload, benar-benar nggak up to date.'' gumam Desi untuk dirinya sendiri yang selalu telat dalam membagikan momen.

__ADS_1


__ADS_2