Dilema Pernikahan

Dilema Pernikahan
Kebenaran


__ADS_3

Aku langsung keluar kamar untuk melihat seseorang yang kata Rama mencariku.


"Apa kabar Ra?" Sapa seseorang itu saat melihatku menghampirinya.


Pria tinggi, berkulit putih hidung mancung dan matanya yang sipit itu tersenyum padaku.


Aku membalas senyumannya.


"Aku baik, kamu apa kabar Van?" Pria bernama Devan itu mengangguk.


"Aku baik."


Devan adalah pria yang dulunya akan dijodohkan denganku, sebelum aku memutuskan pilihanku sendiri untuk menikah dengan Bang Angga kala itu.


Aku meminta Devan untuk masuk ke dalam rumah, tak lupa kedatangannya juga disambut baik oleh Mamaku.


"Bi, tolong buatkan minuman untuk teman Dira ya!" Titahku pada Bi Jum.


"Siap Non," jawabnya dengan hormat, aku hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Bi Jum yang berlebihan.


Hanya butuh waktu 5 menit, minuman yang aku minta itu datang.


"Silahkan diminum nak Devan!" Bi Jum mempersilahkan Devan meminum apa yang sudah disuguhkan.

__ADS_1


Devan mengangguk dengan senyum tipisnya,"Terima kasih Bi Jum."


Sedikit heran sih, kenapa Devan kenal dengan Bi Jum? Sementara yang selalu ia hafal adalah Bi Nani yang sudah lama berhenti bekerja.


"Nak Devan ini sering kesini Non, bahkan hampir tiap minggu Nak Devan selalu berkunjung," Ucap Bi Jum yang rupanya mengerti dengan tatapan heranku.


"Iya Ra. Selama ini Devan yang selalu menemani Mama selain Bi Jum. Dia selalu menguatkan Mama untuk tidak terpuruk terus menerus mengingat Papa kamu, dan juga kamu. Devan selalu mengatakan Mama untuk tetap sabar dengan keajaiban Tuhan, dan setelah kejadian ini, Mama percaya bahwa Tuhan memang sudah menurunkan keajaibannya dengan membawamu kembali ke rumah ini," ucap Mama dan aku mengangguk kemudian beralih menatap Devan dengan intens.


"Makasih Van, gue sangat-sangat berterima kasih sama lo karena lo udah jagain Mama gue selama ini,"


"Gak Papa Ra, aku ikhlas."


Dulu, aku dan Devan cukup dekat, bahkan bukan cuma Mamaku yang berniat menjodohkanku dengannya, tetapi teman-teman yang lain juga memiliki pemikiran yang serupa. Padahal waktu itu, aku dan Devan hanya sebatas teman, tidak lebih dari itu.


Tapi pada kenyataannya itu hanya omong kosong! Mengingat bagaimana bang Angga, aku rasa ini adalah jalan yang paling terbaik untuk hidupku dan juga Rama, serta anak yang tengah aku kandung. Berpisah darinya untuk selamanya.


Aku mengobrol dengan Devan panjang lebar. Hingga tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Setelah bertukar nomor ponsel, Devan memutuskan untuk pulang mengingat waktu sudah semakin sore.


***


Sementara di rumah sakit, Tika tengah menangis karena kehilangan bayinya.


"Sabar Tika, mungkin ini jalan yang terbaik. Percayalah, Allah pasti sudah menentukan hidup yang lebih baik lagi untukmu," Ucap Linda memeluk sang anak.

__ADS_1


Satu minggu berlalu, kondisi Tika saat ini sudah jauh lebih baik. Seperti yang Linda dan Angga rencanakan sebelumnya, mereka akan mencari siapa laki-laki yang sudah menghamili Tika.


"Mama mau tanya sama kamu Tik, jawab jujur jangan ada yang kamu tutup-tutupi dari kita. Kamu gak perlu takut nak, ada pakde dan Mama yang melindungi kamu," ucap Linda.


Kalau Ibunya? Ck, tidak ada yang bisa diharapkan dari Ibunya. Dan sekarang yang terjadi apa? Karena didikan neneknya Tika menjadi anak yang bebas pergaulan. Namun tidak dipungkiri semua itu adalah salah Linda juga yang terlalu menelantarkan anak dan mempercayakannya pada Ibunya.


Tika terlihat menangis saat didesak Linda untuk mengatakan siapa lelaki yang sudah kurang ajar kepadanya itu.


Tangannya berkeringat, ia cukup merasa takut Mama dan Pakdenya akan marah besar atau bahkan memukulnya hinggal babak belur.


"Jawab Tika, gak perlu takut, ada pakde," tambah Bang Angga meyakinankan keponakannya.


"Iya sayang, kamu gak perlu takut nak. Mama gak akan marah, Mama hanya harus tau siapa lelaki yang sangat kurang ajar itu, lelaki bejad yang sudah menghamili anak gadis Mama," Linda berusaha mati-matian meyakinkan Tika untuk berkata jujur.


"Pakde Ilham!"


Jedarrrrr....


Hayoloh, makin seru kan..


Tinggalkan jejak, Like, komen, vote kalian yang banyak ya..


TBC

__ADS_1


__ADS_2