
Dengan menggunakan jasa tukang ojek, Dewi menuju ke tempat Salma, perempuan yang diceritakan oleh Ibu pemilik warung yang di duga adalah selingkuhan Wira.
"Terimakasih Mas," ucap Dewi sembari memberikan selembar uang 10 ribuan.
"Sama-sama Mbak."
Akhirnya Dewi sampai di rumah kontrakan yang menjadi tempat tujuannya.
Tidak ingin berlama-lama, Dewi langsung mengetuk pintu.
"Siapa?" suara seorang perempuan dari dalam rumah.
Dewi tidak menjawab, ia terus mengetuk pintu sampai akhirnya sang pemilik suara menampakkan wujudnya.
"Cari siapa ya Mbak?"
"Kamu Salma?"
"Iya saya Salma, Mbak siapa?"
"Wira...Wira...keluar kamu! Wira....keluarrr!"
"Jangan teriak-teriak Mbak, anak saya lagi tidur. Ada perlu apa Mbak nyari suami saya?"
"Suami, kamu bilang?Apa kamu gak tau kalau Wira sudah punya istri, hah?"
Salma dibuat kalang kabut dengan datangnya Dewi yang ternyata adalah keluarga Wira. Pasalnya, Salma memang sudah mengetahui kalau Wira adalah pria beristri.
Namun demi mendapatkan uang, ia rela melakukan apapun sampai menjual dirinya hingga membuatnya hamil dan punya anak dari Wira.
"Dasar perempuan gak tau diri, apa kamu gak laku sampai harus merebut milik orang lain, hah? Cih, bener-bener menjijikkan!"
"Hahaha, asal Mbak tau ya, aku sama Mas Wira itu saling mencintai. Dan itu hasil dari cinta kami," ucapnya sambil melirik ke arah bayi yang tengah tertidur.
"Cuih!! Persetan dengan cinta. Kalo hasil ngerebut gak bakal hidup damai."
__ADS_1
Mereka berdua berdebat, hingga terdengar suara motor yang berhenti di depan kontrakan Salma.
"Mbak Dewi.."
Wira terkejut bukan kepalang melihat kakak Iparnya datang ke kontrakannya. Keringat dingin mulai membanjiri dahinya, Wira berjalan dengan menundukkan kepala mendekati Salma dan Dewi.
Plak....
Plakkk
Plakk
Plakkkkkk..
Empat kali suara tamparan dengan kerasnya mendarat mulus di pipi Wira.
Dewi benar-benar murka setelah melihat kedatangan Wira.
"Istri kamu hamil besar, tiap hari khawatir tentang kamu, Wira. Kamu disini bukannya kerja malah enak-enakan ngelo**e. Bajingan kamu Wira!"
Plak....
Plak...
"Cukup Mbak, cukup! Mas Wira udah gak bahagia hidup sama istrinya. Ya jangan salahin siapapun kalau ada yang lebih bisa membuatnya bahagia."
"Ceraikan Ranti, Wira!!!"
"Tapi Mbak..
"Ceraikan!"
Mulai dari saat itu, Wira tidak lagi pulang ke Bandung, bahkan saat Ranti melahirkan.
Anak pertama Salma dan Wira berjenis kelamin laki-laki yang diberi nama Ilham. Bahkan Dewi selalu mengetahui bagaimana kehidupan Wira dan Salma setelahnya.
__ADS_1
Ibu pemilik warung yang bernama Maryam mendadak menjadi bersimpati pada Dewi dan Ranti. Mereka bertukar nomor ponsel dan Ibu Maryam selalu menceritakan tentang kehidupan Wira dan Salma sampai akhirnya mereka mempunyai 3 anak dan yang terakhir adalah perempuan, yaitu Linda.
Sedangkan Ranti melahirkan anak perempuan kala itu.
Perlu digarisbawahi, Salma dan Wira tidak menikah. Mereka hanya hidup dalam satu atap dan memiliki anak tanpa status hubungan yang sah dan halal. Sampai akhirnya Wira mengalami kecelakaan di tempat kerjanya dan dinyatakan meninggal tanpa sempat bertemu dengan anaknya bersama Ranti.
Flashback Off
Linda syok mendengar cerita Ibu Dewi tentang Ibunya. Begitu banyak rahasia di masa lalu Ibunya yang begitu menghasilkan tumpukkan dosa. Jelas saja Allah pun murka dan mulai menurunkan azabnya yang amat pedih itu.
"Bilang sama Linda kalo yang dibilang Ibu ini semuanya gak bener bu, bilang sama Linda bu, bilang!"
Linda bercucuran air mata berjongkok menghadap Ibunya menginginkan jawaban kalau semua yang didengarnya adalah kebohongan.
"Ibu kamu mana mau ngaku Lin, lihatlah sekarang gimana hidupmu Salma, menyedihkan! Kamu punya 3 anak, dan semuanya hasil kumpul kebo. Apa gak takut kalo kehidupan anak-anakmu gak akan ada yang bener?"
"Yang maha kuasa sedang menurunkan azab untukmu, nikmatilah!"
Linda tak bisa berkata-kata setelah tak kunjung mendapat jawaban dari Ibunya. Sudah dipastikan kalau yang dikatakan Ibu Dewi adalah benar.
Dengan lunglai dan perasaan sedihnya, Linda membawa Ibunya pulang tanpa berkata sedikitpun.
"Linda, maafin Ibu." Seumur-umur aku baru mendengar kata maaf keluar dari bibir mantan Ibu mertuaku. Kan biasanya selalu berkata kasar, menyalahkan, memfitnah dan bergosip.
"Linda baru sadar setelah mendengar semua kebenaran Ibu dari Ibu-ibu tadi, kalau semua yang terjadi pada rumah tangga Linda, bang Angga dan Mas Ilham, itu karna kami adalah anak bernasab Ibu. Ibu hamil sampai mempunyai 3 anak tanpa menikah, Ibu sadar gak bu, Ibu itu terlalu murahan bu, murahan!!!"
Arghhhhhhhhhhhhhhhh......
Brakkkk..
pranggg...
Pyarrr..
Linda murka, ia membasmi semua barang yang ada di nakas kamar Ibunya.
__ADS_1
"Kenapa aku harus terlahir dari wanita hina ini ya Allah...kenapa?"
TBC.