Dilema Pernikahan

Dilema Pernikahan
Ternyata?


__ADS_3

Bang Angga dan Linda tidak mengerti maksud Tika yang menyebutkan kakak mereka, Mas Ilham.


"Maksud kamu apa Tika? Pake Ilham?" Linda ingin memperjelas kalimat anaknya.


Mata gadis itu berkaca-kaca, Tika menangis, merasa takut dengan semua yang akan dia katakan. Linda yang mengerti itu, ia langsung memeluk anaknya.


"Ada Mama, Tika, bilang aja siapa lelaki brengsek itu!"


Tika melepaskan pelukan Mamanya,"Pria itu pakde Ilham, Ma, pakde Ilham!" Tika berteriak sambil menangis mengatakan yang sebenarnya.


"Pakde Ilham ngancurin hidup Tika, dia yang buat Tika sampai hamil, bahkan nenek juga tau semuanya."


"Apaaa?" Linda dan bang Angga semakin dibuat terkejut dengan kata-kata Tika. Kenapa Ibunya tau tetapi malah diam saja, bahkan seolah tidak tau apapun?


Ya seperti itulah mantan Ibu mertuaku, apa yang bisa membuat keluarganya malu, dia akan diam seperti orang bodoh yang gak tau apa-apa. Ops..tapi perlu kalian garisbawahi, itu hanya berlaku untuk anak dan cucunya, tidak berlaku untuk menantu sepertiku dan menantu yang lainnya.


Dan sekarang terbukti, sakit yang kalian buat padaku, karmanya terbayar tunai. Gak nyicil, gak kredit, apa lagi ngutang. Tapi kontan!


Linda semakin panas, tangannya seolah merasa gatal ingin menghajar kakak tertuanya. Dia mengambil ponselnya langsung menghubungi Mas Ilham.


"Kenapa Lin?" Terdengar suara Mas Ilham dari sebrang telfon.


"Kesini sekarang, penting!"


Setelah mengatakan tiga kata itu, Linda langsung mematikan panggilan telfonnya.

__ADS_1


Sebelum Mas Ilham sampai ke rumah mereka, Linda dan bang Angga menghampiri Ibu ratunya yang tengah terbaring lemah di kamar.


"Ibu, kenapa ibu menyembunyikan kebenaran Tika bu, kenapa?"


"Maksud kamu apa Lin, Ibu gak ngerti deh, marah-marah gak jelas kamu itu."


"Gak usah pura-pura bodoh bu, ibu tahu semuanya tentang kehamilan Tika sekaligus pelaku yang menghamilinya. Kenapa ibu rahasiakan dari Linda dan juga Bang Angga, bu. Ibu punya hati gak sih? Ini masalah sangat penting bu, bukan sepele, dan ibu gak berhak merahasiakannya dari Linda, karna Linda Ibunya Tika." Sambil menangis, Linda mencurahkan kekesalannya pada sang Ibu.


"Oh, jadi kalian sudah tau semuanya. Ya ibu pikir dari pada keluarga kita malu kan, semua orang-orang bakal tau kalo Tika hamil di luar nikah, apa lagi yang menghamilinya itu pakdenya sendiri, lebih baik ibu rahasiakan. Kalo sampe semua orang tau, mau ditarok mana muka Ibu. Jangan egois dong, ibu juga perlu nyelametin nama baik keluarga dan harga diri ibu sendiri!"


"Justru ibu yang egois, karna ibu semuanya terkena dampaknya bu. Ibu memang gak punya perasaan, wajar saja menantu itu semuanya gak ada yang betah, mertuanya modelan begini."


"Kamu jangan nyalahin ibu atas kegagalan rumah tangga kalian, dong. Suami istri kalian aja yang gak pada becus, gak bisa menghormati ibu sebagai orang tua."


Saat mereka tengah bedebat kecil, terdengar suara seseorang mengucapkan salam sambil memasuki rumah.


Mas Ilham memasuki rumah Ibunya dengan biasa saja. Mendengar suara ramai di kamar Ibunya, mas Ilham pun menghampiri.


Plak...


Bugh..


Bugh..


"Bangun kamu Mas..!"

__ADS_1


Bugh...


Brak...


Prangkh...


"A-ada apa i-ini Ang-ga?" Suaranya tercekat akibat pukulan beberapa kali yang bang Angga layangkan pada mas Ilham. Mas Ilham tersungkur hingga menjatuhkan beberapa barang yang ada di kamar Ibu.


Plak...


Kini giliran Linda yang menampar kakak bejadnya.


"Pria bengsek kamu Mas, pakde gak tau diri kamu, kamu kan yang sudah membuat Tika sampai hamil, kamu kan Mas? Jawab Mas, jawab!" Linda menangis sambil menggoyangkan lengan Mas Ilham dengan kasar.


"Lin-da, ma-mas..


"Pakde gak usah berbohong, Tika ingat betul malam itu pakde mabuk dan datang ke kost-anku, pakde paksa Tika untuk melayani nafsunya yang gak terkendali. Tika benci pakde Ilham, Tika benci! Pakde sudah ngancurin masa depan Tika, hidup Tika sudah hancur sekarang, sudah hancur!!!!!" Tika meraung-raung memukuli Mas Ilham meluapkan hal yang selama ini ia pendam dalam hatinya.


"Aku gak pernah menyangka Mas, mas Ilham kenapa melampiaskannya pada Tika Mas, dia keponakan kita, bukan orang lain. Mas bisa pulang ke rumah, ada Mbak Lala, istri Mas sendiri."


"Mas minta maaf Angga, waktu itu mas sangat tidak tahan karna obat perangsang yang tercampur dalam minuman itu reaksinya semakin tak terkendali, bahkan mas bisa mati karna obat itu. Maafkan Mas Linda!!" Tatapan mata Mas Ilham penuh rasa bersalah.


"Persetan dengan kata maaf, Tika mau pakde merasakan hidup di jeruji besi!" Tika rupanya tidak terima jika sampai pria yang telah menghamilinya itu bebas berkeliaran.


"Tika, apa kata orang kalau tau pakdemu dipenjara, mau ditarok mana muka Nenekmu ini. Maafkan saja pakdemu, dan lupakan masalah itu. Lagi pula anakmu juga meninggal kan, gak akan kelihatan kalau kamu pernah melahirkan. Nama baik keluarga kita tetap aman, dan harga diri nenek terselamatkan. Kamu juga harus pikirin nenek!"

__ADS_1


Wah, mulut sampah mantan Ibu mertuaku itu rupanya selalu kekurangan Vitamin. Memikirkan diri sendiri tanpa peduli yang lainnya, ya meskipun itu adalah anak dan cucunya sendiri sih.


TBC.


__ADS_2