DIVA

DIVA
School


__ADS_3

Sepeninggal dion, vania langsung menuju ke kamarnya. Disana dia disuguhkan dengan pemandangan yg asing, namun justru membuat hati vania menghangat.


Sesosok malaikat kecil tengah tidur di dalam ruangan itu, wajah


yang damai dan tenang membuat hati vania menghangat.


Paginya vania bangun lebih awal karna ulah sikecil, bagaimana tidak jika sedari tadi sikecil merangkak di atas perut vania dan melompat lompat.


Vania menuju ke kamar mandi untuk memandikan si kecil, setelah selesai giliran dia yang mandi dan bersiap pergi ke sekolah. Di meja makan sudah vania dikejutkan dengan dion yg sedang mengobrol dgn papi tentang perkembangan ekonomi perusahaan, dan mami sedang menyiapkan piring diatasa meja


"Pagi semua."sapa vania sambil menggendong sikecil.


"Agi..."ucap sikecil yang menirukan vania dan menampilkan dua gigi putihnya.


"Wahhh cucu grandma udah bisa ngomong ya"ucap mami.


"Enma.. "ucap sikecil seraya merentangkan tangannya kepada mami.


"Uluh uluh sayang, sini sama granma"ucap mami dan mengambil alih sikecil dari gendongan vania.


Suasana sarapan kali ini sangat berbeda, karna diisi dengan celoteh dari sikecil tanpa henti. Terkadang sikecil juga tertawa,itu yang membuat kita ikut tertawa.


"Dy dy! "ucap sikecil dan menunjuk kearah dion.


Dion terkejut dgn ucapan si kecil karna memanggilnya daddy,


namun hati dion justru terasa hangat.


Dion dengan senang hati menggendong sikecil, ia sudah tidak peduli jika sragam yang ia kenakan tidak rapi lagi. Dan jangan lupa dengan sisa makanan dimulut si kecil yang diusapkan pada baju dion, si empunya hanya bisa tertawa melihat kelakuan bayi mungil digendongannya saat ini.


"Astaga baju lu! "pekik vania ,dan vania hanya mendapat cengiran dari dion.


"Bawa baju ganti? "lanjutnya.


"Bawa kok, tapi dimobil"jawab dion.


"Sini! "


"Apanya? "


"Kunci"


"Kunci apa? "


"Mobil! "


"Emang buat apaan? "


"Udahlah kasih aja! "geram vania, dionpun memberikan kunci mobilnya.


Vania berjalan kearah garasi rumah, dia membuka mobil dion dan mencari seragam gantinya. Setelah mendapatkan yamg dia mau, vania kembali menuju ruang tamu untuk menyuruh dion mengganti bajunya.


"Ganti baju! "titah vania.


"Entaran dulu"


"Sekarang!"


"Nanggung nih"bela dion yang masih

__ADS_1


"Sekarang atau lu berangkat sendiri! "


"Iya iya! Galak banget sih"geruru dion, namun ia tetap melakukan perintah dari vania untuk mengganti bajunya.


Dan sekarang mereka berpamitan untuk berangkat kesekolah bersama, dan menyerahkan sikecil kepada papi dan mami.


"Pi, mi kami berangkat dulu ya. Titip sikecil, nanti klo mami kerepotan langsung telefon dion aja."pamit dion


Vania yang dibelakangnya dion menyerahkan sikecil ke mami, ia pun juga berpamitan untuk berangkat sekolah.


"Iya, yaudah kalian hati hati ya. "ucap papi.


"Iya pi, assalamualaikum "pamit vania.


"Wa'alaikumsalam"


Saat sampai disekolah sma bima sakti, banyak pasang mata yang memandang kearah mereka. Dion sudah terbiasa dengan itu, namun tidak dengan vania.


Ia begitu risih dengan keadaan sekarang, meskipun ia cantik biasanya ia hanya dilihat dengan tatapan kagum. Tapi sekarang ia ditatap dengan tatapam mengejek oleh kaum hawa, dan sindiran pedas tak terhindarkan.


"Biarin aja"


"Hm"


Saat sampai dikls pun dion dan vania menjadi pusat perhatian, bagaimana tidak sekarang mereka tengah berdiri diambang pintu dengan saling pandang satu sama lain.


"Ntar pulang gua kesini"


"Hm"


"Yaudah gua ke kls dulu" pamit dion dan mengacak asal rambut vania, yg diperlakukan seperti itu hanya menyembunyikan wajahnya yang merona.


"DION AZKA ALFARIZ! "teriak vania yg menggema memenuhi lorong kls 11.


"Awas aja lu, pulang lu gua pites! "gerutu vania.


Saat vania masuk ke dalam kelas, sorakan riuh memenuhi kelas sengkleknya itu. Karna ulah dion, vania harus menahan malu di kelasnya.


"Lu hutang penjelasan sama kita! "sergah seorang cewe yang sebelahnya terdapat seorang cowo yang juga menganggukkan kepala.


"Ntaran aja, gua jelasin "


Tet tet tet!!!


Suara yang dinantikan oleh seluruh murid di SMA Bima Sakti, mereka bergegas menuju tempat keramat untuk jin diperutnya apa lagi jika bukan kantin. Vania dan dua orang temannya pun juga ikut dalam lautan manusia yang tengah kelaparan itu, yang dihabisi oleh pelajaran yang membuat mata mengantuk.


Saat ingin mencari tempat duduk, ada suara cowo yang memanggil vania dari arah pojok kantin. Siapa lagi jika bukan seorang dion azka alfariz, yang akan selalu merecoki vania di sekolah maupun dirumah.


“Duduk sana aja lah va, lagian juga kga ada tempat duduk lagi!"ucap teman cowo vania.


"Bener banget tuh, meja juga pada penuh semua "ucap teman


cewe vania.


"Yaudah deh"pasrah vania.


Dion yang melihat vania berjalan ke arahnya merasa senang, dion merasa risih melihat vania yang berjalan berdampingan dengan seorang cwo.


Mereka begitu dekat, sesekali mereka juga tertawa. anehnya dion tidak suka dengan keadaan itu, ia merasa tidak suka melihat vania tertawa bukan dgnnya.

__ADS_1


"Duduk sini"ucap dion.


"Hm"


"Ini siapa? "tanya dion.


"Mereka sahabat gua"


"Hai! kenalin gua Mikha pricill greesa"ucap sahabat vania.


"Gua Zidan arkana wijaya, tenang lu kga usah cemburu sama gua"sambung cowo yang mengaku sahabat vania.


"Gua dion azka alfariz"ucap dion.


"Kevin laksa ardius, cowo terganteng di sekolah"ucap seorang cwo yang duduk disebelah kanan dion.


"gampar jangan?! " batin mikha.


"Ardan jonatan mahendra!"sambung cowo yang disebelah kiri dion.


"Kenalannya udah kan? Gua laper "ucap vania.


"Biar gua pesenin aja "putus ardan


"Lu apa? "tanya ardan melirik dion


"Siomay sama lemon tea"


"Bilang aja teh jeruk" timpal kevin


"Diem lu! "ucap dion.


"Salah aja teros, padahal juga gua bener"gerutu kevin.


"Yang lain mah apa? "


"Samain aja dah, biar gampang!"ucap zidan.


Setelah mendengar pesanan dari temannya ardan pergi dari meja, lirikan dion terasa menusuk ke arah zidan.


Zidan yang merasa di perhatikan sejak tadi menengok ke arah dion, dan benar saja dion tengah meliriknya dgn tatapan sinis.


"Yon, santai napa kalo nglirik"ucap zidan


"Buset dah yon! Vania kaga diembat sama zidan. Klo diembat juga kaga papa sih"timpal kevin.


Dion hanya membalas ucapan kevin dgn tatapan tajamnya.


"Ehe! "cengir kevin.


"Lu utang penjelasan sama kita! "ucap mikha.


"Eh iya, gia aja sampe lupa"ucap zidan.


"Entar aja dah, tunggu makanan dateng aja. Perut gua minta diisi ini"ucap vania.


"lah ****, tuh cwe ngomong panjang amat dah. Giliran sama gua pendeknya ngalahin org bisu. "batin dion


"lah bisu kga bisa ngomong ****, ngomong apaansih gua"lanjutnya*.

__ADS_1


__ADS_2