
Mereka sampai di rumah mama vania, disana terlihat el yng asik menonton tv. Anehnya yang ditonton bukan bocil botak! Tapi justru berita politik, dan el pun nampak asik. Bakat dion mengalir sudah di tubuh el.
"El? "panggil vania.
"Yes mom? "
"Emang kamu ngerti nonton ini? "
Dengan polosnya el menggelengjan kepala, ughhh gemesnya kan vania jadi pengen makan el.
"Terus kenapa kamu nonton? "
"Bagus mom, olangna malah malah semua"
"Lah apa dia kata"batin vania.
"Yaudah kita ke belakang aja ya, sama aunty mikha"
Dan el hanya menganggukan kepala, lalu bejalan beriringan dgn vania.
Di taman belakang tampak mikha yang masih dengan wajah lesunya, namun saat ia melihat el datang menghampirinya wajah muram kini berubah menjadi wajah ceria. Itu membuat vania merasa lega, setidaknya mood sahabatnya ini menjadi lebih baik sekarang.
"Onti? Al yu okay? " tanya el.
"Yes, boys. Duh sejak kapan sih pinter bahasa inggris gini? Hm? "
"Dali dulu lha, "
"Kok bisa va? "
"Kaga tau, dia nyaut pake bahasa inggris waktu gua sama dion ngomong. Yaudah biar lebih bisa, gua sama dion sering ngajak ngomong bahasa inggris. "
"Anak sultan beda ya"
"Bukan sultan lha! Daddy! "
"Iya anaknya daddy sultan"
"Bukan lha, daddy dion lha"
Dan masih banyak perdebatan diantara mereka bertiga.
Rumah masih sepi meskipun kini sudah hampir jam 5, kini hanya tinggal vania dan dion saja. Mama? Sejak vania datang tadi, mama langsung tancap gas karna ada urusan sama mak mak sosialitah.
Mikha? Udah pulang dari tadi, sekitar jam 4 lah. Dan sekarang el sudah mulai bosan! Karna tidak ada teman.
"Daddy kapan pulang mommy?" keluh el.
Keluhan itu sudah berkali kali el tanyakan kepada vania, kasian jika melihatnya sedang bosan seperti ini.
"Sebentar lagi sayang"
Dan tak lama kemudian muncullah sosok yang dirindukan oleh el, dion datang dengan wajah yang ceria.
"Assalamualaikum," salam dion
"Wa'alaikumsalam, "jawab el dan vania kompak
"Daddy....... "teriak el dan langsung lari memeluk daddynya.
"Wihhh, tumben nih daddy dipeluk"
"El bosen lha! Dali tadi tidul tidul telus"
"Wah anak daddy bosen ya? Gimana kalo kita pergi ke mall aja?"ajak dion.
"Mau... "
__ADS_1
"Yauda ayok berangkat sekarng"
"Heh! Mandi belom, ganti baju belom. Main pergi aja"
"Maap yang"
"Kita pulang dulu ya el, biar daddy mandi dulu. Tuh el, daddy kan bau asem"
"Iya mommy daddy bau acem, "ucap el yang masih didalam pelukan dion tanpa melepaskannya dan jangan lupakan tangan yang satunya menutup hidungnya erat.
"Uhhh gemesnya, sini daddy cium"
"Nda lha, daddy blom mandi cium cium el. Nda laik lha"
"El turun aja ya, Kan kata el daddy bau"
"Nda lha daddy, el capek jalan lha"
"Udah jangan berantem terus, jadi pulang gak nih? "
"Jadi dong mommy, yakan el? "
"Jadi lha"
Akhirnya, setelah perdebatan yang panjang terjafi dirumah mami, mereka memutuskan untuk pulang kerumah dan berganti pakaian.
Seperti biasa el akan di mandikan oleh vania, tak lupa memakaikan baju yang cocok dengannya. Namun hari ini berbeda, pusing vania jadinya.
"El nda mau lha yang ini"
"El nda ganteng lagi lha"
"Walnana jelek lha mom"
"Ek gak laik lha"
Karna mendengar keributan dari arah kamar el, dion pun menghampirinya. Tentu saja ia sudah rapi dengan stelan kaos lengan panjang warna hitam dan celana jeans, dan jangan lupakan rambutnya yang masih basah itu.
"astaga suami gua, "batin vania
"sadar va sadar! "lanjutnya
"Kenapa sih pada ribut? "
"Anak kamu tuh, dipakein baju gak mau nurut"
Keadaan el membuat dion menahan tawanya, jika tidak maka dipastikan el akan ngambek padanya. Dan akan berakhir di toko mainan, bukannya dion pelit tapi vania lah yang selanjutnya akan marah.
"Anak daddy kenapa sih? "
"Mommy lha, el nda laik bajuna"
"Yaudah el mau yg gimana? Daddy pakein deh , biarin mommy ganti baju dulu."
"El bajuna mau sama daddy lha"
"Jadi kita couple nih? "
"Nda kopel lha, tapi kembal! "seru dion
"Iya ganteng, couple sama kembar itu sama"
"Nda sama lha "
"Yaudah yuk, kita pake baju"
"Serah el serah, pusing daddy dengernya"batin dion
__ADS_1
Di pojok kamar terdapat vania yang menahan tawanya melihat wajah dion yg memerah karena menahan kekesalannya, tapi yang lebih parahnya lagi. Baju yang dipakaikan dion ke el sekarang adalah baju pertama yg el tolak!
Dan yang lebih mengejutkan lagi, el malah seneng karna bajunya couple sama dion. Gini nih klo punya anak yang pinter, pinter bikin puyeng maknya.
"Loh yang gk ganti baju? "
"Oh iya lupa"
"Mom el gantengkan"
"Iya el ganteng kok"
"Napa kaga dari tadi pake itu aja sih el"batin vania
Dengan sedikit kekesalannya kepada el, vania menuju kamar untuk berganti pakaian. Tidak sampai 15 menit vania keluar dengan cantiknya, tidak seperti kebanyakan cewe lain. Vania hanya memoles bibirnya dengan liptin, lalu memakai maskara, tak lupa juga bedak bayi. Baju yg vania pakai juga sangat sederhana, ia memakai baju hitam lengan panjang dengan perpaduan rok selutut, dan jangan lupakan rambut yang digerai tak lupa juga slim bag.
Oke jika seperti ini dion tak bisa berpaling, kenapa ada bidadari tak bersayap ada disini. Aishhh lebay memang pikiran dion, liat vania dandan natural aja kga kedip. Apa lagi jika memakai gaun yang bagus, pingsan sudah dia nanti.
"Ngapain ngeliat kek gitu? "tanya vania.
"Hehe, kamu cantik"jawab dion dengan cengiran khasnya yang membuat semua wanita tunduk padanya.
"Oh"
Vania segera menuju garasi dengan langkah yg cepat, ia meninggalkan kedua pangeran yang sudah menantikannya sedari tadi. Tapi vania justru meninggalkan mereka, kenapa? Sebab pipi vania sudah seperti kepiting rebus! Merah coy, digoda dion tadi! Emang raja gombal dia mah.
"Oke, sekarang kita jalan"seru dion yg sudah didalam mobil.
"Yey, go to mall" pekik el.
Sesampainya di mall, dion turun dari mobil dan membukakan pintu untuk el. Kenapa el? Karna dia belum bisa buka pintu sendiri, kalo vania mah sudah bisa sendiri.
"Yuk, turun el"
"Come on daddy"
"eh buset makin pinter aja nih anak make bahasa bule"batin dion
"Lah mommy mana? "
"napa kaga turun sih? "batin dion
"yakali minta dibukain"lanjutnya.
Akhirnya dion membukakan pintu mobil untuk vania menggunakan tangan kanannya, karna tangan kirinya tengah menggendong el. Dan sangat mengejutkan! Vania tengah memandang datar kearah dion, oke sekarang apalagi salah dion. Astaga, seakan pecah kepala dion.
"Kenapa? "tanya dion
Vania hanya memandang datar dan menaikkan sebelah alisnya.
"Ya maaf lah, kan el gk bisa buka pintu yang"
"Astaga gitu aja ngambek? "
"Gitu aja? "jawab vania sewot.
"Iya aku salah, aku minta maaf ya sayang"
"Nah gitu, nyadar diri jadi orang"
"*memang ya, mahluk paling benar dimuka bumi adalah perempuan"batin dion
"yang selalu salah adalah lelaki*"
Dion menghela napas sejenak,
Untung aja dion sayang sama vania, kalo kaga udah dilempar ke amazon kali.
__ADS_1