
Mereka bertiga menyusul yg lain untuk makan siang bersama, dimeja makan sudah ramai dgn canda tawa.
Dan disitu sikecil tengah berada digendongan papi. Seperti biasa, papi akan pulang hanya untuk sekedar makan siang bersama keluarganya, apa lagi jika vino sudah pulang dari pekerjaannya
"sini gabung makan"ucap papi.
"iya pi"jwb vino dan dion bersamaan.
Dion duduk disebelah kiri vania, dan sikecil berada dipangkuan vania. Mereka semua makan dengan selingan candaan, namun vania masih belum menyentuh makanannya. Karna sedari tadi ia hanya menyupi sikecil, akhirnya dion mempunyai sebuah ide.
"makan! "ucao dion yg menyuapkan makanan di dpn wajah vania.
"gua bisa sendiri"
"makan sekarang! Atau baby biar gua yg gendong!?"
"kga perlu! Yaudah gua makan"
"nah gitu kek dari tadi !"ucap dion.
"momy tuh harus sehat biar bisa ngurus dady sama baby, bener gk baby?"sambungnya.
"uhuk uhuk!!! "batuk vania.
"pelan pelan yang, gk ada yg minta kok"ucap dion seraya memberikan minum ke vania.
"iya "
Ucapan dion tadi membuat semua yg ada di meja makan tercengang, namun kedua org yg tengah suap suapan itu tdk menyadari reaksi mereka.
"akhirnya lu kena karma yon! " batin ardan.
"kga jomblo lagi nih si vania! " batin zidan.
"sweet banget sih, kan gua jadi pengen." batin mikha.
"******* ! gua kalah sama adek sendiri!"batin vino.
"klo gini terus bisa nambah cucu lagi ini"batin mami dan papi.
Brak!!!
Suara itu membuyarkan lamunan semua org yg ada dimeja, sikecil dibuat terkejut dan langsung menangis kencang.
"anjing lu vin, anak gua nangis ini! Tanggung jawab lu! "sembur dion.
__ADS_1
"ya maap sih"
"huwaaaaaa, momy !!! Om jelek jahat!"ucap sikecil.
"bwahahahahahaha" tawa semua org tak terkecuali dgn ardan, yg selama ini tdk pernah melihatnya tertawa lepas. Hingga menampakkan lesung pipinya ,dan membuat siapapun terpana melihat itu.
"anak sama bapak kelakuannya sama aja!!!"gerutu kevin.
"aku makannya udah selesai, kalian klo belum lanjutin aja. Aku mau ke ruang tengah. "ucap vania.
"aku juga udah kok yg, aku temenin ya"
"terserah"
"kita juga udah kok mi, mau dibantu cuci piring nggak? "tanya mikha.
"nggak perlu, kalian susulin vania sama dion aja"
"yaudah mi, kita susulin mereka dulu yak, takutnya dion khilaf bisa bisa ntar buat adek untuk baby"ucapi zidan yg tdk masuk akal.
"pala lu buat adek, klo mau buat adek babynya ntar ganggu dong."imbuh kevin.
"klo itu mah papi seneng seneng aja "sahut papi.
"kalian ngomong apasih! Mikha tuh masih polos ya, jadi jangan kotorin pikiran mikha!"
"belagu polos, tiap pagi aja nontonnya boke* sama gua! "sahut zidan.
"lu bilang sekali lagi, gua pecat lu jadi sahabat! "
"lah emang kita sahabat? "
"ZIDAN!!! Awas lu yak! Sini klo berani, maju lu!!"
"ampun mik, gua becanda kok"
Mereka berlarian didalam rumah, zidan pun tertangkap. Dan saat itu tiba kita bisa melihat secara live, penyiksaan yg dilakukan oleh seorang mikha.
Siapa suruh zidan menjahili mikha, sekaramg ia kena imbasnya. Dan kalian perlu tau, mikha adalah seorang atlit karate yg mewakili ibu kota kita diajang bela diri nasional.
Keadaan zidan sekarang sangat memprihatinkan, bagaimana tidak mikha menghajarnya tanpa ampun. Semua yg melihat perang dunia part 6 meringis ngilu dengan keadaan zidan, wajah yg mulus nan tampan kini berubah seperti zombi yg menyeramkan.
Mikha tidak ambil pusing dengan keadaan zidan sekarang, karna dulu bahkan zidan keadaanya lebih parah dari pada ini.
"mik, kasihan zidan "tutur vania.
__ADS_1
"bomat, dia duluan kok"bela mikha.
"terserah lu lah!"
Sikecil menertawakan kondisi zidan, ia mengira bahwa zidan adalah badut yg dadynya sering perlihatkan lewat hp.
"adutna ucu! "seru sikecil.
Semua yg mendengarnya tertawa keras, berbeda dgn zidan. Ia mendengus kesal dikatakan oleh sikecil.
"ganteng gini dibilang badut" bela zidan.
"adut lah om! "
"ganteng!"
"adutlah"
"ganteng! "
"huwaaaaaaa, mami. Om idan adutlah! "
"iya sayang, om zidan badut"vania langsung menatap garang zidan.
"bilang iya, atau gua tendang lu dari sini!"bisik dion mengancam.
"iya badut"ketus zidan.
"udahlah, mik! Obatin tuh zidan!"suruh vania.
"kga mau! "
"lu obatin kga?! "
"iya gua obatin! "
"sini lu nyedh! "ketus mikha.
"santai dikit napa, ngegas mulu dari tadi"
"bacot! "
"shhhh, mik! Lu bisa pelan dikit kga sih! Ini namanya lu nyiksa gua panjul! "oceh zidan.
Mikha tdk merespon ucapan zidan, ia terus mengobati zidan dengan kasar.
__ADS_1