DIVA

DIVA
SAH!


__ADS_3

"Udahlah jangan bacod lu pada, tapi ini jangan ada yang bocor! Terutama buat lu vin! "ucap dion.


"Lah napa gua dah!" jawab kevin tak terima.


"Karna lu tuh ember!"


"Kang gosip! "


"Bocor! "


"Hujat aja tros gua! " kesal kevin. Semua tertawa melihat kekesalan kevin.


"Soalnya enak sih." tambah vania


"Anjink kalean! Kembarannya song jong ki ternodai"


"Heh ,apa lu bilang? Song jongki? Cuih, mimpi aja lu. "sembur zidan


Kevin hanya melirik sinis zidan, sedari tadi ia hanya mengumpat dalam hati. Jika langsung maka, ia akan terkena ledekan yang lebih paraha lagi.


Sudahlah kevin merasa lelah dengan temannya itu, mengapa mereka selalu memojokkannya. Padahal jika dilihat lihat kevin adalah orang yg tampan, ia juga mempunyai banyak fans yang berisikan kaum hawa.


Tak terasa waktu telah berlalu begitu cepat, hari ini adalah hari yang ditunggu tunggu oleh semua orang. Terutama dion, bagaimana tidak hari ini adalah pernikahan dion dan vania. Meskipun ia senang dan sangat tak sabara, tapi rasa gugup selalu menghampirinya.


Bagaimana jika ia salah mengucapkan ikrar didepan mertua, penghulu dan tamu nanti? Pertanyaan itu selalu menghantui pikiran dion. Keringat dingin mulai bercucuran dipelipis dion.


"Wacieeee, pak bos bentar lagi SAH nih" goda zidan


"Jangan lupa, gua minta ponakan kembar cewe cowo. Trus harus yang imut, ntar gua pinjem satu. "crocos kevin.


"Ponakan mata lu duwa, vania masih sekolah geblek. " omel dion.


"****** kok dipelihara"ucap ardan menohok.


"Tuh mulut pedes amat pak, mangkanya kalo nyemil itu ya chiki bukannya chili! Tapi tenang aja, udah kebal gua sama sindiran lu"crocos kevin.


"Bacot." ucap ardan.


Dion terkekeh mendengar pertangkaran kecil itu, setidaknya dengan kehadiran mereka disini rasa gugup yang tadinya menghampiri sedikit berkurang.


Disisi lain, vania tengah mondar mandir tak tentu arah membuat mikha jengah dibuatnya. Mikha tau jika vania tengah gugup, mungkin jika mikha diposisi vania sekarang ini ia juga tak kalah gugupnya.


"Tenang va, pusing tau gua liat lu mondar mandir kek gitu. "


"Ishh, bomat! "


Mikha mendengus sebal.


Tok tok tok


Mikha yang mendengar suara ketukan pintu segera membuka pintu kamar hotel, memang benar pernikahan ini hanyalah sekedar status. Tapi apasalahnya jika dilaksanakan dihotel mewah, namun tetap saja tertutup.


Terlihat dari depan pintu mami dan mama yang menggendong sikecil, ia sangat tampan dengan menggunakan tuxedo putih dan cream. Sangat kontras dengan gaun yang dipakai vania, juga tuxedo yang dipakai dion.


"Subhanallah, anak mami cantik banget sih. "


"Gak salah nih mama pilih mantu. "


Vania tersenyum malu mendengar pujian yang dilontarkan kepadanya.


"Halah pake malu malu anjink tuh anak, jijik gua liatnya. "gerutu mikha yang untungnya tidak didengar oleh siapapun.


"Mommy cantik. " ucap sikecil.


"Makasih sayang, kamu juga ganteng"


"He.em"


"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA VANIA ANANDITA WIRYA BINTI RENAL AGUNG WIRYA DENGAN MASKAWIN TERSEBUT DIBAYAR TUNAI!" ucap dion lantang dengan satu tarikan nafas.


"Bagaimana saksi? Sah? "

__ADS_1


"SAH!"


"Alhamdulliah"


Ikrar yang diucapkan dion dengan lantang dan lancar terdengar hingga ke kamar hotel vania, seketika vania yg mendengarpun terharu dan menitikkan air mata. Kini ia bukan lagi gadis SMA yang akan bebas, namun sekarang ia telah menjadi istri dari seorang Dion Azka Alfariz.


"Sekarang kita turun, semua udah pada nungguin dibawah. "ucap mami dan mendapat anggukan vania.


Saat memasuki gudung, semua mata tertuju padanya. Dengan balutan gaun putih yang tidak terlalu terbuka, juga rambut yang tergerai menambah kesan simpel namun begitu elegant.


Ia datang dengan diapit oleh mama, serta mami nya. Si kecil tengah asik dengan keranjang bunga yang dipegangnya, untuk ditaburkan.


Vania datang menghampiri dion yang tengah menunggunya.


"Kamu cantik. " kata itu sukses membuat pipi vania memerah.


"Sekarang mempelai akan memasangkan cincin. "ucap mc.


Acara ijab qabul serta sungkeman telah selesai dilaksanakan. Mereka lebih memilih tema internasional, karna lebih simpel.Resepsipun digelar dengan mewah, para tamu yang datang sangatlah banyak.


Terutama dari kolega papi maupun papa, maklum lah pengusaha sukses. Teman dionpun juga sangat banyak, heran vania tuh. Katanya pernikahan rahasia, tapi kok teman dion banyak yang datang.


"Selamat bro! Gak nyangka gua seroang dion yang notabennya ketua dari D'stars bisa nikah sama cewe cantik. "ucap erlan salah seorang anggota D'stars.


Vania yang mendengarnya pun bingung, ketua D'stars? Apakah dion pernah bercerita tentang geng itu. Atau dion belum cerita?


"Oh iya van, nama gua erlan. Satu pesan buat lu. "


"Apa? "


"Gua tunggu janda mu" ucap erlan dengan kedipan mata.


"Bangsa* lu, pergi sana! Dari pada lu racunin otak bini gua. "


"Udah diakuin bini nih critanya? "goda mikha


"Apaan sih mik" ucap vania malu.


Semakin banyak yang menggoda vania dengan gencar, apalagi mikha, kevin, terlebih lagi zidan. Ardan? Tenang dia manusia es, jadi dia mah anteng aja.


"Kamu cantik pake gaun itu. "bisik dion. Semburat merah terluhat dipipi vania.


Memang sih gaun ini nyaman juga elegan, tapi saat mengingat waktu fitting gaun kemaren. Ingin rasanya ia mencekik leher dion, dan membuangnya ke sungai!


*Flashback


Vania dan dion berangkat menuju butik disalah satu kita jakarta, lebih tepatnya butik milik bibi nya dion. Sebenarnya waktu yang mereka butuhkan tidaklah lama, tapi bukan jakarta jika tidak macet.


Saat tiba dibutik, mereka disambut oleh bibi dion.


"Hai bi" sapa dion.


"Hai ganteng, duh lama gak ketemu makin ganteng aja. "


"Ini calonnya? Kok cantik sih. "


"Kok bibi gitu. " ucap dion dengan mengerucutkan bibirnya.


Bukannya terkesan imut, tapi justru menjijikkan bafi vania.


"Udah, sekarang kalian ikut bibi. "


"Nah, nama kamu siapa? " tanya bibi kepada vania.


"Vania bi"


"Duh, kamu gak mikir dulu mau nikah sama dion? dipelet apa kamu? "tanya bibi.


"BIBI! Dion denger ya!" pusing dion tuh, kenapa juga mamanya menyuruh untuk fitting gaun disini. Suadah ia duga akan jadi seperti ini.


Bibi terkekeh mendengar gerutuan yang dion lontarkan, baginya menjaili dion adalah hal yang menyenangkan. Tapi it tidak berlaku untuk dion, justru bibinya itu selalu menguras emosinya.

__ADS_1


"Kamu cobain gaun yg udah bib sediain ya, entar dibantu sama karyawan bibi. "


"Iya bi"


"Yaudah bibi tinggal dulu, kalo ada yang pas panggil aja. "vania menganggukkan kepalanya.


Vania terkagum saat melihat beberapa desain yang sudah bibi siapkan, ia sangat senang.


Gaun pertama, vania keluar dari ruang ganti.


"Dion? Baguskan"ucap vania dgn senyum yg tidak luntur.


Dion terpana, ternyata jika vania menggunakan gaun cantiknya bertambah. Namun itu hanya sesaat, setelah melihat vania memutar.


"Ganti. "


"Kenapa? Bagus tau."


"Kamu gak liat? Tuh punggungnya bolong, mau jadi susana? "


"Yaudah sih. "vania kembali untuk berganti gaun


Gaun ke dua, masih dengan senyum yang merekah ia meminta pendapat dion.


"Baguskan, punggungnya juga gk bolong"


"Iya gak bolong, tapi tuh gaun sobek apa gimanasih! Roknya sobek tuh sampe ke paha! "


"tapi kan.. "


"Ganti! "


Vania mendengus sebal, sabar va sabar.


Gaun ketiga, dengan senyum yg dipaksakan ia kembali kearah dion.


"Gimana? "ketus vania.


"Bagus,"


Vania bisa bernapas lega, akhinya ia tidak akan ganti gaun lagi! Pasalnya ia capek!


"Tapi gaunnya kok kurang bahan sih, mana kaga panjang! Kurang dana apa gimana sih, buat gaun kok gak niat. "ucap dion


"APA?! "


"Ganti yang,"


Dengan perasaan yang jengkel ia kembali ke kamar ganti dengan kaki yang dihentak hentakan, ia tak peduli jika sekarang masih menggunakan high heels.


Dion tertawa geli melihat vania yang jengkel, siapa suruh menggunakan gaun yang kurang bahan. Ingat vania itu miliknya, perlu kalian ketahui itu!


Dengan berbagai macam alasan dion menolak gaun yang telah vania pakai, dengan perasaan dongkol ia kembali berganti gaun untuk kesekian kalinya.


"Yon? Ini udah gaun ke sembilan loh, sampe lu suruh ganti lagi. Gua pulang!" ucap vania ketus.


Mendengar suara vania, ia langsung mendongakkan kepala. Senyum hangat tercetak diwajah dion.


"Cantik"gumam dion.


"Ha? Gimana? "


"Eh, enggak. Bagus ini aja. "putus dion.


"Hufttttt" helaan napas terdengar dimulut vania.


"Untung aja kaga ganti lagi, udah gedek gua. Pengen gua bunuh tuh orang rasanya. " batin vania.


Flashback off*.


Akhirnya dion memustuskan gaun yang dipakai vania, simpel tertutup namun juga elegant. Sangat cocok ditubuh vania.

__ADS_1


__ADS_2