
Tet tet tet!!!
Bel pulang yg ditunggu tunggu oleh seluruh siswa sma bima sakti, dion dkk pun langsung menuju rumah vania. Karna sudah tidak sabar untuk melihat sikecil, didlm mobil berisi perdebatan yg tidak bermutu, bagaimana tidak mereka mendebatkan perihal siapa yg duluan antara ayam atau telur.
Dan masih banyak lagi pembircaraan maupun perdebatan yg tidak bermutu lagi, sedangkan ardan memilih untuk tidur dimobil dan memasang earphone.
Akhirnya mereka telah sampai dirumah vania, rumah yg minimalis namun elegant. Tanpa aba aba mereka langsung turun dan memanggil sang pemilik rumah, melihat itu vania juga dion hanya menggelengkan kepalanya.
"assalamualaikum tante! "teriak mereka bersamaan.
"Wa'alaikum salam, bentar! "jwbnya.
__ADS_1
Pintu pun dibuka oleh mami, karna memang dirumah mami tidak suka jika harus memakai pembantu. Karna ia sendiri pun tidak bekerja, dan rumah yg ia tinggali tdk begitu luas.
Juga penghuninya pun tidak banyak, terkadang mereka juga keluar kota untuk masalah pekerjaan. Saat itu tiba, hanya tinggal mami dan vania dirumah.
"apa kabar mami?"sapa mikha.
Tidak heran lagi jika mikha maupun zidan memanggilnya mamj, karna ia sendiri tidak mau dipanggil tante. Katanya ia belom terlalu tua ,jadi ia lebih shka dipanggil mami. Begitupun dengan papi, yg tidak mau dipanggil om.
"baik mik, kamu sendiri gimana? Udah punya gandengan belom? "goda mami.
"gk cocok lu ngambek! "ledek kevin.
__ADS_1
"loh ini siapa? Kok mami baru liat? "tanya mami.
"saya ardan tante, dan ini kevin. Kami teman dion. "ucap ardan sambil menyalimi mami dan menunjuk ke arah kevin.
"oh temannya mantu mami ! Jangan panggil tante, panggil mami aja"ucap mami ramah.
Mereka semua terkejut dengan ucapan mami, dion hanya menunujukkan cengirannya.
"udah masuk dulu aja, gk enak diliat tetangga klo diluar. Udah kyak mau antri sembako aja!" ucap mami.
"mi? Sikecil mana? Dion udah kangen nih!"ucap dion yg dari tadi hanya diam.
__ADS_1
"itu dibelakang sama vino! "ucap mami.
Vania yg mendengarnya langsung menuju halaman belakang, dion penasaran dengan itu. Ia segera menyusul vania ke halaman belakang.