
Mau hubungin mikha juga gak bisa, walaupun wisuda kemarin. Tapi mikha tengah disibukkan dengan butiknya, zidan juga udah mulai memegang perusahaannya. Jadi mikha tak bisa jalan jalan bersama kedua sahabatnya itu, aishhh jika tau begini vania tak mau lulus sekolah saja.
"Mommy," teriak el dari arah luar.
Padahal el dan arin baru sebentar keluar, tapi kenapa baliknya cepet banget dah.
"Apa bang? Kok tumben pulangnya cepet."tanya vania.
"Iya lha mom, tadi tuh gengna el ga ada mom."
"Ditaman sepi, telus alin malah ngajak el main masak masak. Kan nda gentle lha mom, katama om kevin klo cowo itu nda boleh masak masak lha."
"Kevin emang tuh anak minta dimutilasi, enak aja ngerusak pikiran anak gua."batin vania.
"Nah terus adeknya mana bang?"
"Tuh, mmasih didepan. Nda mau masuk mom, adek lagi sama anak balu."
"Anak baru? Maksud abang anak tetangga sebelah?"
"He.um"
"Padahal mom, masih gantengan el. Masih gentle el, tapi alin malah ngomong sama anak balu. Kan gak laik mom, el kan dikacang mom."
Ingatkan vania nanti saat bertemu kevin. Ia akan memutilasi tubuh kevin hingga halus! Tadi geng, sekaramg kacang . Ntar apalagi astaga, minta di potong tuh burung kevin.
"Kacang? Abang mau kacang?"
"Nda lha mom, kacangna bukan itu. Yang diem diem lha mom kacangna."
"Iya deh bang sak karepmu, eh gimana kalo kita ke kantornya daddy? Abang mau? Trus kita main ke mall, makan siang, abis itu jajan ."
"Mau mom, tapi daddy kan balu pelgi mom."
"Eh iya juga sih, kan daddy kamu baru pergi. Ntar dikira mommy modus lagi, kan gak lucu yakan bang."
"He.um , modus mom." sahut el.
Jika saja dirumah itu ada dion, ataupun org lain. Pasti vania sidah terkena semburan, pasalnya ia tak suka jika kevin memberikan kata kata yg gaul keoada el. Karna umur el yang masih sekitar 2 setengah tahun, tapi hari ini ia justru menambahi kata kata aneh bin nyleneh kepada el.
"Hmmm, yaudah deh ntar siang aja. Sekalian bawain makan siang"putus vania.
"He.um mom."
"El, ngapain masih disini? Gk sama arin?"
"Nda, el males. Enak nonton kaltun aja mom."
Vania dan el asik menonton kartun kesukaan el, yaitu 2 tuyul kembar botak. Sedangkan arin, ia masih ditemani bi asih untuk main dgn anak baru dikompleknya. Hingga anak itu dipanggil sang bunda, agar makan dan tidur siang.
"Mom..."rengek arin
"Hm?"
"Mom..."
"Apa sayang?"ucap vania yang masih saja tak menatap arin, karna sedang menonton tuyul itu.
__ADS_1
"Mom, lihatna alin. Bukan tuyulna lha."
"Hahahahahaha, iy apa sayang? Kamu laper? Ngantuk?"
"Mau daddy ..."
"Yaudah yuk kita ke kantornya daddy."
"Ayuk mom, abang ikut yuk."
"Iya iya ,bental."
Akhirnya mereka semua menyusul dion ke kantornya, tak lupa vania membawa nakan siang untuk dimakan dikantor dion. Dalan perjalanan mereka isi dengan bernyanyi bersama, dan banyak pertanyaan dari arin maupun el yg bikin vania puyeng!
Sampai didepan gedung besar, dan tinggi itu. Banyak orang yg keluar masuk kedalam gedung itu, dan jangan lupakan name tag yg bertengger pada leher mereka.
Pakaian yang rapi, wajah yang bersih. Sudah bisa dipastikan bahwa mereka adalah karyawan dion, astaga bagaimana dengan baju yang dipakai sekretaris dion. Bagaimana jika pakaian yg dipakai sangat ketat, dan menunjukkan dua buah melonnya itu. Arghhh awas saja berpakaian seperti itu, detik itu juga vania akan jambak tuh orang!
"Mom? Ale you okay?"
Ucapan el membuyarkan lamunan vania, maklum saja vania berfikiran seperti itu. Ia terlalu sering membaca cerita diwattpad, dan ia juga banyak mengoleksi novel.
"Yes bang, yuk kedalem. "
Vania menuju ke dalam gedung dengan tangan kanan yg menggenggam el , dan tangan kirinya membawa makan siangnya. Sedangkan tangan kanan el, menggenggam erat tangan arin.
Kedatangan vania dan kedua org anaknya, menarik perhatian karyawan yg tengah bekerja. Karyawan dion pun menunduk memberikan hormat, mereka memang sudah mengerti jika vania adalah istri dari atasannya.
Mereka bertigapun segera menuju ke lantai 27, vania sudah tau jika lantai itu hanya untuk dion dan beberapa org .
"Pagi bu." sapa mia, sekretaris dion.
"Iya pagi, dion ada didalam?"
"Pak dion lagi ke divisi pemasaran, sebaiknya bu vania menunggu di dalam saja."
"Iya, saya sama anak anak nunggu didalam saja."
"Baik bu, jika ada yang dibutuhkan. Langsung panggil saya, saja"
"Iya, permisi."
Vania, el, dan arin menunggu dion yang katanya mia sih lagi pergi ke divisi pemasaran. Hampir setengah jam mereka bertiga menunggu dion, tak ada tanda tanda dion akan datang.
"Mom, daddy mana lha." kesal arin.
"Shttt, alin. Nda boleh malah, kalo malah ntal daddy nda beli avangel buat kamu."
"Ish, nda lha bang."
"Sabar dulu ya, daddy kan lagi sibuk. Tadi juga kita nggak ngabarin daddy kan, tadi katanya mau buat surprise."
"Iya mom, solli."
Tak lama dion menampakkan wujudnya, aishhh ingin rasanya mengumpat. Tapi ntar kena azab durhaka sama suami, kan kga seru.
"Daddy....." seru el dan arin.
__ADS_1
"Hai, kok kalian bisa kesini?"
"Bisa lha, mommy ikut."
"Hai yang, kamu bawa apa tuh?"
"Bawa makanan buat makan siang ntar."
"Jangan ntar lah, sekarang aja. Aku dah laper."
"Yaudah sini, el sama arin. Ayok makan" ajak vania.
Makan siang mereka lalui dengan hangat, canda, tawa, dan kebahagiaan menyelimuti keluarga mereka. Rasanya dunia berada dipihak mereka, sangat bersyukur hingga saat ini tak ada yang namanya pelakor di keluarga mereka. Semoga saja hingga maut memisahkan, keluarga mereka tetap harmonis seprrti ini.
Setelah makan siang yg hangat, vania, el, dan arin. Tertidur lelap, mungkin karena kelelahan. Tapi tidak bagi dion, pekerjaannya masih banyak! Padahal ia kan juga ingin tidur bersama vania, tapi apalah daya.
Vania, el, dan arin tertidur di kasur yang sudah dion persiapkan. Apa dion prrnah berkata jika ia memiliki kamar pribadi di kantornya? Kamar itu akan ia gunakan saat ingin beristirahat.
Entah ide dari mana, dion menghubungi sang mama. Bukan! Bukan karna kangen atau ingin berjumpa, tapi dion ada maksud tersembunyi yang besar!
"Assalamualaikum mamaku yang cantik jelita bak bidadari yang turun dari kayangan tak ada yang tergantikan."sapa dion
"Wa'alaikumsalam! Ngapain telfon mama?"jawab mama ketus.
"Astaga mamaku, jangan ketus napa sapa anaknya yg genteng bak pangeran berkuda putih."
"Halah, gak usah basa basi! Kenapa? Butuh apa kamu?!"
"Ma dion punya masalah besar nih."ucap dion dengan nada sendunya.
"Hah?! Masalah?! Apa? Mantu mama masih utuhkan? Cucu cucu mama baik kan? Perusahaan gada masalah kan?"
"Astaga mama! Tanyain keadaan anaknya kek."
"Halah! Orang kamu bisa tlfn mama, jadikan kamu baik baik aja." ucap mama acuh.
"Ish, mama! Bantuin dion napa!"
"Apa? Bantuin apa?"
"Ma..... Bantuin dion nampung 2 tuyul ya.. Emang mama gak mau nambah cucu?"
"Enak aja ngatain cucu mama tuyul! Klo mereka tuyul kamu kuntilanaknya?! "
"Kuntilanakkan cewe ma, sedangkan dion ini cowo! Terserah mama lah, yang terpenting mama maukan nampung cucu mama itu. "
"Ya mau lah! Yaudah karna mama baik hati dan tidak sombong, jadi mama mau nampung cucu mama yang ganteng sama yang cantik."
"Makasih mamakuh, kan klo gini tambah cantik. Eh, mama ngambilnya di kantor aja ya. Soalnya mereka lagi dikantor dion."
"Iya iya, ntar mama ke sana ya."
"Yaudah ya ma, dion mau lanjut kerja dulu. Assalamualaikum."
"Iya, wa'alaikum salam"
Tut tut tut
__ADS_1
Setelah sambungan telfon terputus, dion kembali melanjutkan kerjanya yg tertunda tadi. Jangan lupakan perasaan yg senang, karna telah berhasil membujuk sang mama. Untuk menampung el dan arin, kan dion sama vania bisa berduaan.
"akhirnya, duh kga sabar gua. Pen cepet pulang."batin dion.