DIVA

DIVA
Eight


__ADS_3

Dion merasa hatinya sesak melihat pemandangan dihalaman belakang, jika kalian ingin tau. Sekarang posisi vania duduk disebelah cwo yg mungkin namanya vino, dan sikecil berada dipangkuan vino.


Melihat itu mereka seperti keluarga yg lengkap dan bahagia, tanpa disadari sebuah butiran meluncur dari pelupuk mata dion. Sebesar itukah rasa sakit yg ia alami sekarang, dan seberapa besar cinta yg ia berikan untuk vania maupun sikecil.


Dion sadar bahwa ia adalah org baru dikehidupan mereka berdua, dan mungkin ia akan menyerahkan sikecil dan vania kpd vino. Mungkin itu akan menjadi keputusan terbaik yg pernah ia ambil dlm kehidupannya .


Namun siapa sangka selama dion merenung, ternyata mami tengah melihatnya. Dan mungkin mami tau perasaan dion, ia menghampiri dion.


"loh dion, ngapain berdiri disini? "ucap mami yg menyadarkan lamunan dion.


"eh mami! Dion lagi mau ke... Ke toilet, ya ke toilet!" ucap dion gugup.


"kok gugup sih? "tanya mami.


"kamu cemburu sama vino? "sambungnya.


"eng... Nggak kok mi" sergah dion.


"kamu mau cemburu sama kakak ipar kamu? "ucap mami diselingi kekehan kecil.


"mak. ..maksud mami? Vino itu kakaknya vania? "


"ya iyalah! Kalo bukan kakaknya trus siapa lagi dion?! "


"yaudah kamu samperin gih kakak ipar kamu! "ucap mami yg diselingi gelak tawa.


Dion hanya mmebalas dengan senyum canggungnya.


"va? "


"iya kak? "


"kamu yakin sama dion? "


"sebenarnya, aku agak gk yakin sama dia kak." ucap vania, dion yg mendengarnya sempat terkejut.


"tapi, setelah aku melihat sikecil. Aku malah jadi lebih yakin lagi kak!"ucap vania.

__ADS_1


Setelah mendengar kelanjutan ucapan vania, membuat dion sangat bahagia.


"klo kamu bahagia kakak juga bahagia".


"ganggu gk nih? "ucap dion.


"kga lah, adek ipar"ucap vino dgn cengirannya.


"dady!!!"ucap sikecil seraya merentangkan tangannya.


"hello baby!!!" balas dion. Dan mencium sikecil dari gendongan vania, itu justru membuat sikecil tertawa renyah.


"yang, temen temen pada mau ketemu baby"


"yang yang! Mata lu duwa! "


"eh tuh mulutnya minta dicium? Ada baby loh yang"


"hm"


"jadi ini adek ipar gua? "


"iya bang"


"jangan canggung gitu lah, kita cmn beda 3th kok. Jadi santai aja"


"oh iya, lu pasti blom tau nama gua kan".


"udah kok, bang vino kan! "


"iya lu bener, lebih tepatnya vino bagaskara wirya"


"eh iya bang, kok gua baru liat lu ya? "


"kemaren tuh gua lagi flight ke paris ,jadi kga dirumah. "


"lu pilot bang?"

__ADS_1


"IYALAH!!! "


"*******, kga perlu ngegas juga kali bang! Bisa budeg kuping gua"protes dion yg hanya dibalas cengiran oleh vino.


"bang gua mau tanya "


"tanya aja sih".


"emang si vania tuh anaknya dingin ya? ".


"klo sama org baru sih dia kesannya dingin bgt, tapi klo sama yg udah dia kenal. Dia bakal berubah jadi sosok yg hangat. "jelas vino dgn senyum tulusnya.


"jadi pesen gua cmn satu, klo lu beneran sayang sama sikecil dan vania. Lu harus jaga mereka dgn baik, klo sampe lu telantarin mereka. Gua org pertama yg akan mengambil mereka dari lu! "


"gua bakal jaga kedua belahan jiwa gua dgn baik bang, lu bisa pegang janji gua ini"


Dan tanpa mereka sadari ,vania sedari tadi mendengar semua pembicaraan dion dan abangnya.


"apa dion sebegitu sayangnya sama gua dan sikecil ya? "batin vania.


"kalian tetap mau ngobrol apa ikut gabung makan sama yg laen? "tanya vania.


"ya makanlah!!!"ucap vino semangat.


"va? Lu ngomong 11 kata sama gua!!!"teriak dion.


"hm"


"yah irit lagi"lesu dion.


"sabar yon, semua itu butuh proses"ucap vino menenangkan.


Dion hanya menganggukkan kepala lesu.


"gua yakin, seiring berjalannya waktu, cinta akan tumbuh dalam hubungan kita"batin dion.


"gua akan belajar mencintai lu yon, meskipun gua gk tau itu lama atau cepat"batin vania.

__ADS_1


__ADS_2