DIVA

DIVA
Devan erland alfariz


__ADS_3

"Yang bagus, entar lu kasih nama paijo ke ponakan gua. "ucap alex


"Enak aja, bagus tau namanya. "bela dion.


"Namanya...... "


"Siapa sih! Jangan setengah kalo ngomong! "potong vania.


"Namanya...... "


"Cepet napa! "


"Kamu mau durhaka sama orang tua, bikin penasaran terus! "ucap mama.


"Gimana dion mau ngomong, kalo kalian potong terus!"geram dion.


"Namanya DEVAN ERLAND ALFARIZ, baguskan!"


"Bagus, kapan kamu ngurus berkasnya? "tanya papa.


"Mungkin besok, klo nggak lusa. Eh tapi enak besok." ucap dion


"Udah jadi bapak, masih aja bege! "sindir alex.


"Jomblo banyakin bacot ye! "sindir kevin.


"Kaga ngaca sih! "sindir dion.


"Udah sih! Napa jadi sindir sindiran gini! "lerai vania.


Memang jika ke3 org itu bertemu berantem mulu kerjaannya, heran vania tuh jadinya. Apa mereka jodoh kali ya? Kan kata orang klo sering berantem itu namanya jodoh! Tapi apa mungkin? Pusingkan vania jadinya.


"Kalo sarapannya udah kita pulang." ucap mami.


"Iya!" jawab mereka kompak.


"Oh, satu lagi. Buat vania dan dion kalian sudah papi ijinkan 3 hari."


"Gunakanlah waktu kalian sebaik mungkin. "lanjut papi.


"Pasti lah pi "ucap dion.


Sekarang mereka sedang menuju ke rumah masing masing, mobil dion telah diisi oleh ia, vania dan devan. Dan menuju ke rumah baru mereka, masalah pakaian tak perlu bingung. Karna, semua sudah dipindahkan ke rumah baru itu.


"Ini rumah kita?" tanya vania.


"Iyalah, yakali rumah bi imah. "


"Ya b aja lah. "


"El, daddy gendong ya. " ucap dion, jadi semua keluarga sepakat jika panggilan untuk sikecil adalah erland. Karna sikecil belum bisa berkata R jadilah panggilannya el.


"Heem"


Mereka mulai memasuki rumah itu, meskipun tidak besar tapi vania bersyukur. Jika itu rumah besar, vania akan lelah untuk membersihkannya.


Sebenarmya dion telah membujuk vania untuk menggunakan ART, tapi vania tak mau. Alasannya? Dion tak tau, yang pasti vania kekeh tak mau menggunakan jasa itu.


"Kamar el ada disebelah kamar kita. "


"Eh, kok gitu. "


"Kenapa? "


"El kok tidurnya pisah? "


"Kan dia udah gede yang"

__ADS_1


"Gk mau!"


"Yaudah, terserah kamu. "dion hanya bisa menghela napas pasrah.


"Nah, sekarang aku mau masak buat makan siang. Kamu ajak el main"


"Iya, yuk el kita main. Daddy punya banyak mainan loh. "


"Mauuuu"


Vania memasak didapur dengan bahan yang sudah ada di kulkas, sementara dion dan el bermain diruang keluarga yang sekarang telah berantakan karna mainan el yang berserakan.


Vania hanya menggelengkan kepala melihat interaksi mereka, yang begitu hangat dan menyentuh hati. Sifat kebapakan yang keluar dalam diri dion, menambah nilai pluss untuknya.


"Makan dulu yuk, mainnya udahan dulu. "


"Bental lha mommy..."rengek el.


"Makan dulu sayang, nanti mainnya dilanjut. "ucap vania lembut


"Mommyna el yang cantik, baik, lajin menabung. Nanti lha"bujuk el.


Sekarang gimana vania mau marah, kalo el pinter banget gitu.


"Hufffttt,"


"El beneran makan nanti? Ada cumi loh el. "


"Cumi? Mau lha mommy.... "


"Daddy? El mau makan dulu lha, nanti main na lha. "


"Daddy na el kan kelen, boleh lha makan. "


Dion dan vania terkekeh mendengar bujukan atau bahkan rayuan yang dilontarkan el? Entahlah, ia sangat menggemaskan.


"Iya, sekarang kita makan dulu yuk. "


Mereka makan dengan diiringi canda tawa, sebuah keluarga yang diinginkan setiap orang. Dan mungkin akan iri melihatnya.


"ASSALAMUALAIKUM! "teriak kevin, zidan, mikha terkecuali ardan ia hanya bergumam.


"Wa'alaikum salam. Teriak aja tros, ini hutan kok bukan rumah"sindir dion


"Ehe, kali aja kuping lu budeg gitu. Kga denger ada tamu. "bela zidan.


"Budeg matamu! "


Plak


"Mulutnya! "tegur vania.


"Sakit yang"


"Bodo! "


"Yah jangan ngambek napa. "


"Kaga"


"Yang"


"Dahlah"


"Yang.... "


"Ish"

__ADS_1


"Heh! Kalo berantem dikamar aja napa, nih kita kaga disuruh masuk? "geram kevin.


"Ck, jomblo diem! "ucap dion.


"Eh busyet, dikata gua jomblo. "


"Lah kan itu fakta bege! "ucap mikha.


"Cih! Gua laku ya, tapi belom ada yg cocok. "


"Ngeles aja tros"ucap zidan.


"Diem deh! "ucap dion dan vania bersamaan.


"Ck, "


"Eh, gua kayak ngerasa janggal. "ucap zidan.


"Janggal gimana?" tanya mikha.


"Kek ada yang aneh, tapi apa ya? "sambung kevin.


"Iya apa ya? "sahut dion yang juga ikutan mikir.


"ARDAN KEMANA WOY!!! " teriak mereka bersamaan.


"Uncle,lagi lagi. "seru el


Bersama itu, mereka menengok ke arah el. Dan ,ardan ada disana! Ngeselinkan! Udah masuk main nyelonong aja, kaga pernah bacot, eh taunya lagi seneng seneng sama el. Kevin kan jadinya pengen ngupil, tros ditempelin ke jidatnya ardan. Sayangnya itu hanya sebuah rencana, jika dilaksanakan? Habis sudah masa depan kenzi.


"Woy ardan! Ngapain lu disitu? Main masuk aja, kan bleom ijin yang punya rumah!"cerocos zidan, dan dengan santainya dia menerobos rumah dion.


Memang ya, manusia laknat itu udah banyak bacot kaga mau ngaca. Seperti yang dilakukan zidan ini, manusia seperti zidan wajib dibumi hanguskan!


Plak...


Suara tamparan itu membuat kaget seluruh org rumah, kevin! Orang yang menampar itu kevin, dan zidan? Ia yg ditampar! Semua shock!


"Anjing! Napa lu nampar bokong gua sih!?" tanya zidan sebal.


Ya, kevin memang menampar zidan tapi bukan dipipi melainkan di bokong! Giman a zidan gak kesal coba!? Kan zidan malu diliatin el! Sedangkan el? Ia hanya melirik sekilas, habis itu lanjut main sama uncle ardan.


"Ucapan sama kelakuan tub yang sama! Jadi orang kok dua muka!"ucap kevin.


Jleb, pedas sekali omongan kevin. Seperti ribuan anak panah menghantam dada zidan, arghhh tapi tenang zifan mah bodo amat. Kevin menyindirnya sampe sekaratpun zidan tak peduli, yang penting tidak mengusik perutnya saja.


"Diem dah! Kalian mau ngerusak pikiran anak gua!?" sebal vania.


"Ya, maap" ucap zidan dan kevin bersamaa.


"Lah mikha mana? "gumam vania.


"Taraaaaaa, minuman sama cemilan udah siap. Yok mari makan, udah anggap aja rumah sendiri. "ucap mikha dari arah dapur.


"Cemilan gua. "lirih dion


"Udah lah sultan mah kaga perlu sedih, yekan dan" ucap kevin.


El yang mendengar ucapan kevin sedijut risih.


"Bukan sultan lha uncle! Tapi daddy ion! Ucle lupa sama nama daddy ya? "ucap el.


"Aduh bukan gitu, arghh serah lah! "ucap kevin yg frustasi.


El yang melihatnya mengangkat bahu acuh, sudah lelah el jika disuruh adu mulut dengan kevin.


"Baru kali ini gau dicuekin, sama bocil lagi. Klo buka anaknya dion, udah gua jadiin rujak tuh. "gumam kevin.

__ADS_1


Vania dan dion saling menatap, tersirat rasa lega bercampur bahagia melihat interaksi dari el dan kevin. Pasalnya setelah kejadian kecelakaan yg merenggut nyawa kedua orangtua kandung el, keadaan memburuk. Apalagi el, ia sangat trauma akibatnya el tidak mau bicara hingga beberapa minggu.


Itu juga membuat dion merasa kasihan pada el, baby itu meskipun terlihat bahagia tetapi ia kehilangan cara berbicara dengan baik. Dan sekarang el telah kembali ceria, itu sangat menyenangkan bagi vania dan dion.


__ADS_2