
Setelah terjadi drama tadi, aishh bukan drama lagi tapi sinetron itumah. Akhirnya mereka memasuki sebuah mall di jakarta, mereka langsung menuju ke time zone.
Banyak pasang mata yg memandang mereka dengan tatapan kagum, memuja, dan tentu saja iri.
"duh, cwonya ganteng amat sih. Gua rela jadi bini ke duanya"degem 1
"udah tinggi, putih, mancung, sayang anak lagi. Calon suami gua tuh"degem 2
Mendengar pujian itu membuat dion semakin menjadi, kan vania gedeg ngeliatnya. Emang sih dion ganteng, tapi kelakuan kek demit.
Memang benar kata orang, klo punya suami ganteng utu harus ekstra sabar. Klo kga mau diembat sama tante girang, ya harus dijaga. Untung vania sabar.
Namun tak sedikit juga orang berbisik, yang bukan bukan keoada mereka.
"masih muda kok anaknya udah gede, hamil diluarnikah tuh pasti"sirik 1
"pasti pergaulan mereka tuh"sirik 2
Astaga jika mereka lebih muda dari vania, sudah habis di jambak. Sayangnya mereka udah mak mak, biasa titisan lambe turah tuh pasti.
Melihat wajah vania yang memerah membuat dion prihatin padanya, karna dion baik hati, tidak sombong, tajin menabung, dan sangat sayang dengan vania. Ia mengajak ke kedai es krim yg tak jauh dari lokasi time zone.
"Loh kita gk jadi ke time zone?"
"Makan eskrim dulu, buat dinginin wajah kamu tuh yang merah. "
"Sapa bilang? "
"Dih mau aku kasih kaca biar tau? "
"Udah sih biasa aja"
"etdah buset, bini sapa sih nih orang"batin dion
"Mau vanlia kan? "tawar dion
Vania hanya mengangguk ,namun yang membuat dion bingung itu. Kenapa malah jadi el yang geleng kepala, oke punya anak yang terlalu ajaib itu membuat pusing.
"El kenapa geleng kepala? "
"El nda laik lha vanila, el coklat ja lha daddy. "
"Astaga gitu doang? Untung gua ganteng."batin dion.
"Yaudah kalian disini dulu, biar daddy yang pesen"
"Kan emang gitu seharusnya"gumam vania.
"Masih aja ngambeknya "ucap dion seraya menguyel pipi vania.
"Sakit tau"
"Biarin, sapa suruh punya pipi kek bakpo"
"Ohhh, jadi aku gendut gitu! Iya! "
"Bentar ya, mau pesen eskrim" ucap dion yang kabur dari amukan vania.
"Ada ada aja sih" gumam vania, namun pipinya yang memerah tak bisa menyembunyikan rasa malu nya.
Dion datang dengan membawa 3 buah eskrim, vanila, coklat, dan oreo. Kedatangan dion disambut senyum yang mengembang dari vania dan el, senang rasanya bisa melihat senyum itu.
Dion akan berjanji untuk terus bersama malaikat kecilnya, dan sang bidadari yang cantik jelita. Kalau bisa sih nambah tiga kga ada yang marah kan.
"Nih eskrimnya, "
"Makasih dion"
"Maacih daddy. "
"Sama sama"
"Abis ini kita mau main apa? "tanya dion.
"Mandi bola ja lha"
"Yaudah ntar kita mandi bola, yakan mom"
Vania menganggukkan kepalanya.
Seperti yang diucapkan el, kini mereka tengah berada di ruangan mandi bola, banyak anak kecil yang seumuran dengan el. Namun vania tertarik kepada anak perempuan, dengan poni yang menutupi jidatnya. Ia terlihat sangat menggemaskan, jika boleh dibawa pulang ia akan membawanya.
__ADS_1
"Nama kamu siapa? "tanya vania.
"Alin kak"
"Alin sama siapa kesini? "
"Bukan alin kak, tapi alin! "
"Iya alin kesini samapa siapa sayang? "
"Alin lha, a l i n "
"lah kan gua bener, napa dia jadi sewot dah"batin vania.
"Arin? "
"Nah benel" ucap arin dengan menunjukkan deretan giginya.
"astaga, makan ati gua ngomong sama nih bocah"batin vania.
"Arin kesini sama siapa? "
"Sama bibi "
"Mau main sama kakak gak? "
"Mau... "
"Yaudah ikut kakak yuk ke sana"
Vania membawa arin untuk bergabung dengan dion dan el, tenang saja vania sudah meminta izin dari bibi arin dan bibi juga ikut menemani arin.
"Ini siapa yang? "tanya dion.
"Ini arin, cantik ya"
"Iya"
"Hallo"sapa el.
"Hai"jawab arin dengan malu.
Arghhh gemas sekali melihat interaksi kedua bocah ini, tanpa menunggu lama lagi el menarik tangan arin untuk ikut bermain dengannya.
Sedangkan vania tengah asik memperhatikan kedua bocil itu.
"Mereka, lagi sibuk atuh den" jawab bi asih.
"Jarang pulangnya, mangkanya non arin sering murung"
"Kenapa jarang pulang bi?"
"Ngurusin perusahaannya den yang di australia, bibi juga heran.
Masa mereka gak kangen sama anaknya. "
"Bibi rumahnya dimana? Nanti klo dion ada waktu luang ,dion boleh mampirkan bi"
"Wahhh, boleh dong nak dion. Rumah bibi diperumahan permata biru, 24-D"
"Loh, apa bibi kemaren baru pindah? "
"Iya, nak. "
"Pindah kenapa bik? "
"Bibi juga gk tau nak, padahal rumah yang dulu masih bagus. "
"Ohh gitu ya bi, dion tinggal ke sana dulu ya bik"ucap dion seraya menunjuk tempat arin dan el bermain.
Bibi hanya mengangguk
Tak terasa hari sudah menjelang sore, namun tak ada tanda tanda dari el maupun arin untuk pulang.
"El, arin. Kita pulang yuk"ajak dion.
"Nanti lha daddy, masih telang lha ini"
"yaiya masih terang nak, orang mall lampunya banyak! "batin dion.
"Gimana, klo arin ke rumah kakak? "ajak vania.
__ADS_1
"Mauuu"
"Yaudah tapi kita kasih tau bi asih dulu ya. "ucap dion.
"He.em" jawab el dan arin kompak.
"Bi, arin nanti mau main ke rumah el boleh? "izin dion.
"Boleh nak"
"Oke bi, eh iya bi. Apa dion izin ke mama sama papa nya arin ya? "
"Percuma nak, mereka sebenarnya sudah berpisah sejak non arin umur 1th"
"Dan hak asuhnya arin jatuh ke mama nya. "
"Lah jadi arin dirumah sama bibi doang? "
"Enggak nak, dirumah masih ada suami dan anak saya"
"Siapa bi namanya? "
"Pak parto itu suami saya, kalo anak saya namanya rendi"
"Anak bibi umur berapa? "
"Anak bibi teh nggak sekolah nak,"
"Udah lulus ya bi? "
"Putus sekolah, sebenarnya kalo sekolah sekarang masih kelas 2 sma"
"Kenapa bi? "
"Biasa nak, ga ada biaya"
"Gimana kalo anak bibi sekolah lagi, biar dion yang bayarin"
"Aduh, gak usah nak. "
"Gak papa bi, biar sekalian jagain vania"ucap dion sambil menunjukkan cengirannya.
"Loh nak vania apa masih sekolah?"
"Iya bi, masih. "
"Tapi tenang aja bi, el bukan anak diluar nikah kok"
"Kalian dijodohin ya? "
"Bisa jadi lah bi"
"Gimana bi? Bisa lah rendi jadi bodyguard buat bania saat di sekolah"
"Tapi apa gak ngerepotin nak? "
"Ya enggak lah bi"
"Terserah nak dion aja"
"Yaudah yuk bi, kita pulang"
"Iya nak"
Dion dan bi asih menghampiri vania, el dan arin yang masih aja bermain.
"Anak daddy pulang yok"
"Yok lha"
"Loh arin gk mau pulang? "tanya dion.
"Mau lha"
"Kenapa jadi murung? "
"Alin kangen papa lha kak"
"Sttt, arin boleh manggil kakak, daddy."ucap dion
"Arin juga boleh manggil kakak, mommy" ucap vania
__ADS_1
"Dan arin juga boleh manggil el, abang"lanjut dion
"Yey, alin punya mommy, daddy, sama abang"seru arin dengan mata yang berbinar.