
Tak terasa dion telah menyelesaikan ujian nasional, kini ia telah resmi sudah menjadi alumi sma bima sakti. Dan vania ia akan naik di kelas 12, dimana itu adalah kelas yang paling mengerikan.
Akan banyak bimbel, materi dan soal soal yang membuat kepala pecah. Untung saja dion sudah lulus, sekarang ia telah memimpin perusahaan yg telah didirikan oleh sang papa. Kenapa tidak alex saja yg memimpin? Karna alex kan sudah bekerja menjadi polisi, lagian itu juga sudah menjadi cita citanya dari dulu.
"Sekarang kamu udah jadi kls 12, aku yakin akan banyak tugas. Kita nyewa orang aja ya buat ngurusin el, sekalian rumah. "ucap dion.
"Nggak perlu. "
"Gak terima penolakan"
Vania yang jengah hanya bisa memutar bola matanya, sudaj puluhan kali dion membahas hal itu. Ia yakin bisa mengurus rumah, el, dan dion sekaligus.
"Yaudah, ayok berangkat. Nanti telat"ajak dion.
Mereka berangkat bersama, tapi kini sudah beda. Sebelum kesekolah, dion mampir kerumah paoi dan mami untuk mengantarkan el. Setelahnya ia kesekolah untuk mengantar vania, dan sekarang ia harus pergi kekantor untuk bekerja.
"Pagi pak"sapa pegawai kantor.
"Pagi"
Dion menggunakan lift untuk menuju lantai 27,dimana lantai itu hanya untuk petinggi kantor. Disana ia sudah disambut oleh mia, sekretarisnya yang baru ia rekrut 1 bulan lalu.
"Pagi pak. "sapa mia.
"Pagi"
"Pak, jadwal kita hari ini sudah saya susun. Dan saya sudah mengirimkan lewat email, pukul sembilan nanti ada kolega yang mau bekerja sama. "
"Hm"
"Baik kalo begitu, saya pamit. Permisi. "
Pusing rasanya, padahal dion. Baru memegang perusahaannya sudah 1 bulan lamanya, tapi kenapa ia tidak bisa menghendle dengan baik? Jawbannya adalah, sang papa yang terlali kejam! Sebelum dion menjadi CEO, papanya tidak ingin mengerjakan apapun. Jadilah sekarang, dion yang mengerjakan.
Disekolahpun vania merasa bosan, biasanya ia selalu bersama dion. Kini ia sendiri, meskipun mikha dan zidan ada disisinya. Tapi kan beda! Ah iya, zidan kini sudah mempunyai pacar! Perlu dicapslock kah? ZIDAN PUNYA PACAR!
Hufttt, sekarang hanya mikha yang jomblo. Kasian vania melihatnya, pengen banget gitu jodohin mikha sama kevin. Kan sama sama gesrek, jadi seru aja gitu.
"Va, kantin yok. "ajak mikha.
"Entaran dah, nanggung nih. "
"Eh zidan mana mik? "
"Ngapel palingan, "
"Kasian gua sama adek kelas, kok mau gitu sama zidan. "ucap mikha.
"Iri kan lu, bilang aja lu cemburu"
"Gua? Cemburu? Sorry"
Akhirnya vania dan mikha ysng menuju kantin, tanpa ditemani zidan. Seperti yang mikha katakan tadi, zidan masih ngebucin di jelas 10.
Bugh
Vania terjatoh dengan tumpukan buku diatasnya, dan jatohnya pun tidak elegan! Dengan kata lain, vania nyungsep!
"Aishhh, jidat gua! "
"Sorry, sorry. Gua kaga sengaja, ketutupan buku soalnya. "ucap cwo itu.
__ADS_1
"Hm. "
"Mangkanya kalo jalan tuh liat liat napa, jatohkan temen gua!"sembur mikha.
"Sorry dah, eh kenalin gua gilang. Gilang dika pratama. "
"Vania"
"Yaudah gua duluan ya. "
"Hm"
"Menarik"gumam gilang.
Vania dan mikha pun ke kantin untuk makam siamg, ternyata zidan sudah ada disana dengan thalia pacarnya.
Hufffttt
Helaan napas dari mikha membuat vania menongok ke arahnya, tidak biasanya mikha seperti ini.
"Lu kenapa? "tanya vania
Yang mikha lakukan hanya menghela napas lelah, dan menggelengkan kepalanya.
"Yaudah gua pesen makan, lu yang cari tempat duduk. "ucap vania.
"Jangan! Gua aja yang pesen makan, Kayak biasa kan? "Tanya mikha
Vania menganggukkan kepala pretends ia setuju.
Saat vania sedang mencari tempat, zidan melambaikan tangannya dan menyuruhnya untuk bergabung. Dan vania menyetujuinya, thalia sang pacar juga tampak antusias dengan kedatangan vania.
"Kaga ganggu nih gua? "goda Vania
Thalia hanya menganggukan kepalanga sebagai jawaban.
Terlihat mikha sedang membawa nampan berisi makanan pesanannya tadi, mikha perlahan berjalan mendekati vania dengan raut wajah
yang susah untuk diartikan.
"Nih va"
"Makasih ya mikha"
"Hm"
"Mik lu ada masalah? "tanya zidan.
"Kaga"
"Kok lu jadi pendiem? Lu sariawan? "gurau zidan.
"Haha! Gua jadi pendiem? Perasaan lu aja kali. "bantah mikha.
"Mikha kenapa sih?" pikir vania.
Dan seketika suasana dimeja itu menjadi canggung, namin tidak dengan sepasang kekasih yang sedang bermesraan. Memang tidak tau tempat! Udah tau mikha lagi gak mood, eh zidan malah asik bermesraan di depannya. Bukannya vania gak suka klo zidan punya pacar, tapi sejak zidan punya pacar ia jadi lupa dunia.
Emang ya, kalo udah punya pacar itu bisa lupa dunia, lupa temen, lupa tugas sekolah. Dalam otaknya itu isinya nama pacarnya doang, tapi kenapa waktu vania dan dion tidak sepeti itu yak? Apa karna sudah ada el? Tapi taulah! Vania jadi gedeg sendiri sama zidan! Apalagi sama lia, semakin lama keliatan cabenya!
"Va, gua duluan. Lu mau ikut kaga? "ucap mikha.
__ADS_1
"Gua ikut"
"Lia, dan. Gua duluan "pamit mikha.
"Iya, ati ati mik. "ucap zidan.
Dalam perjalanan pun mikha memilih untuk diam, gadis itu berubah seratus delapalln puluh derajat setelah bertemu dengan zidan. Vania jadi bingung melihatnya.
"Apa mikha sedih, gegara cuman dia doang yg masih jomblo? "
"Kan kevin, ardan juga masih jomblo"
"Atau jangan jangan mikha suka zidan!?"
Semua statement tentang mikha berputar dipikiran vania.
"Mik? Ke taman belakang sekolah yuk. Gua mau ngomong. "ajal vania.
Tanpa menjawab mikha mengikuti arah pergerakan vania.
"Sebenernya lu kenapa sih mik? "
"Kok lu dari tadi murung terus? "
"Apa gua punya salah sama lu? "
"Atau zidan yg punya salah? "
Mendengar nama zidan membuat mikha tanpa sadar meneteskan. Air matanya, baru kali ini vania lihat mikha serapuh ini.
"Kok lu jadi nangis? Apa lu punya masalah sama keluarga lu mik?"
"Cerita aja, gua siap dengerin kok"
"Hiks, hiks, gua gk tau va. Hiks, hati gua hiks sakit. Gua gk tau kenapa. Huwaaa"
Tangis mikha semakin menjadi, dan justru membuat vania semakin bingung!
"Yaudah nangis aja, klo nangis bisa buat lu mendingan"
Mikha menangis hinga tersedu sedu, sudah 15 menit ia menangis sampai sampai mereka membolos pelajaran. Untung saja gurunya lagi baik, jadi vania dan mikha aman.
Huh!
Mikha telah selesai menangis, keadaannya sangat memprihatinkan! Bagaimana tidak, rambut berantakan, mata merah bengkak, idungnya keluar ingus! Uhhh menjijikan, jika saja mikha bukan teman vania pasti sudah berakhir dengan tonjokan di wajahnya.
"Va? Ke kls yuk" ajak mikha.
"Kekelas? Apa lu kata! Kita dah bolos lima belas menit maimunah! "
"Ya tros kita kemana? "
"Udah pulang aja, lagian juga bentar lagi pulang"
"Pulang matamu! Ini masih jam 13.00! Sekolah kelar itu jam 4!"
"Yaudah dispen aja, lu kan lagi sakit"
"Aihhh, yaudah yok! Gia kangen el"
"Nah gitu aja, kan enak"
__ADS_1
Akhirnya vania dan mikha menilih untuk pulang, eitsss bukan bolos ya! Tapi mereka kan sudah dispen, jadi gada larangan!