DIVA

DIVA
Red velvet


__ADS_3

"Gini aja deh, abang tanya sama daddy ya"


"Eh iya bang, jajannya boleh ya dibagi sama adek. "


"Nda boleh lha mom, abang itu ngambilna jauhh lha. Dimeja itu tuh, mom. "ucap el yg nunjuk meja ruang tengah, sedangkan sekarang dirinya tak jauh dari meja itu. Hanya berjarang 1 sofa, dari tempat duduk el sekarang.


"Astaga, anak kamu yon. "


"Ck, emang keturunan emas. "


"Sini bang, kita cari cwe cantik. "


"Wihhh, yg lambutna panjang dad. Telus kulitna putih, yg cantik ya dad. "


"Mantabs, sini bang duduk. Daddy pangku dah, "


Mendengar percakapan yg tidak ada faedahnya, vania pun marah! Minta disunat lagi emang dion! Masa anaknya mau dikasih liat tante girang sih!


"Heh! Ngomong apa tadi kalian? Hah! "


"Apa yang? Emang kita tadi ngomong apa bang? "


"Nda tau dad, mommy lebay lha. Kita tuh mau liat kaltun tayo lha. "


"Lah bukannya tadi bahas cewe cantik? Apa kuping gua yang konslet ya? "gumam vania.


"Yaudah yuk arin, kita ke dapur. Mau bantuin buat kue gak? "


"Mau mom"


Vania dan arin tengah sibuk bermain dengan tepung, dan membuat dapur yang tadinya kinclong. Sekarang jadi seperti kapal pecah! Sedangkan para lelaki, sibuk cekikikan tidak jelas.


Dan ternyata yang mereka liat itu! Mv dari Red velvet! Salah satu girlgrup dari korea selatan yang tengah viral akhir akhir ini! Untung saja vania didapur jika tidak, habis sudah dion!


"Dad, ini namana siapa? "


"Wahhh, kamu pinter juga pilihnya. Ini itu calon mama baru, kamu bang. Namanya tuh iren, cantik kan? "


"Wihh, iya dad. Cantik! "


Tenang saja, mereka berdua berbicara dengan nada yang kecil. Jadi kemungkinan kecil jika vania mendengarnya!


"Kuenya udah jadi nih, kalian mau gk? "tanya vania.

__ADS_1


"Iya mom"


El dengan semangat berlari kearah meja makan, dan disana sudah ada 1 kue cantik. Hasil usaha dari vania dan arin, sebenarnya arin sedari tadi hanya bermain dengan tepung. Lebih tepatnya, kue yg dibikin oleh vania sendiri.


"Wihh, mom kuena nama apa? "tanya el.


"Ini kue red velvet, bang. "


"Lho, daddy bukanna itu glupna calon mama balu el? Mama ilen kan. "


"Mama baru? mama iren? Iren siapa bang? "tanya vania.


"Itu lho mom, cewe cantik. Yang dali kolea, namana juga led pelpet. "


"Red velvet bang, bukan led pelpet! "koreksi dion yang tak terima jika nama idolnya diplesetkan, maklum saja dion ini seorang reveluv.


"Ohh, jadi kamu tadi liat cwe korea? Iya?! Cwe yg pake rok pendek! Terus joget joget kga jelas di atas panggung! Gitu?!"ucap vania dan tak lupa ia menjewer telinga dion.


"Aww aww, yang lepas dulu napa. Copot ntar kuping aku, "


"Ayo coba bilang! Mau ngeles apa lagi kamu?!"


"Mereka itu, bukan joget joget gak jelas diatas panggung yang. Terus mereka tuh punya koreo sendiri, emang sih pake rok pendek. Tapi suara mereka juga bagus tau yang, terus mereka tuh juga butuh bertahun tahun buat debut jadi idol. "ucap dion panjang.


"Red velvet yang, astaga. Iya lah. "


"Eh, maksud aku. Enggaklah yang. "


"Halah bacot lu! Ntar malem gada tidur bareng, tidur aja lu diluar sama nyamuk!"


"Yah yang, jangan lah. Kamu gak kasian sama aku? "


"Kaga! Udah sana, gua tampol juga tuh muka"


Sedangkan arin dan el, sudah akur karna adanya kue red velvet ini. Dan jadilah mereka menonton drama keluarga yg absurd, sesekali mereka tertawa ketika dion di jewer oleh vania.


Sungguh keluarga yang penuh dengan pertengkaran yang tak berfaedah, namun bukankah itu yg menyenangkan?


Vania kini tengah menghadapi ujian kelulusan, banyak peristiwa yang mengharukan. Azka, kakak dari dion yang sudah menikah dengan anak dari atasannya. Dan vino kaka dari vania, yg sudah menikah dengan seorang dokter bedah. Dan kevin masih setia dengan kesendiriannya, namun tak itu tak lama.


Ketika ia datang ke rumah dion dengan wajah kusutnya, dan berkata bahwa ia akan dijodohkan oleh orang tuanya dengan anak sahabat dari orang tuanya. Sebenarnya kevin sudah menolak dan berkata pada orang tuanya, bahwa akan mencarinya sendiri. Namun kevin tetap tak menemukannya, dan alhasil perjodohan itu terjadi.


Jangan lupakan ardan, ia juga tak lama lagi akan menikah. Dengan sekretarisnya sendiri, ia juga sudah berubah. Tak ada lagi ardan yg dingin, cuek, yang ada hanya lah ardan yang manis, sweet, dan hangat.

__ADS_1


Mikha dan zidan juga akan merencanakan pernikahan, sekarang mereka telah diikat oleh cicin pertunangan.


"Kurang 2 hari lagi ujian kita selesai. "ucap mikha.


"Iya nih gak nyangka gua, bentar lagi mau nikah. "sahut dion yang membuat pipi mikha menjadi merah.


"Gua yang udah punya anak dua, b aja tuh. "ucap vania yang tak mau kalah


Memang benar, semua anggota keluarga dan teman sudah mengetahui tentang arin. Dan tak ada yang keberatan jika arin diadopsi oleh vania, tapi arin masih punya mama dan itu yang tidak akan bisa.


Sudah berbulan bulan vania dan dion merawat arin, namun tak ada tanda tanda dari mama ataupun papa dari arin. Tetapi rekening bi asih, tetap terus dikirimi oleh orang tua arin. Jadilah sekarang arin tinggal dirumah dion bersama dengan keluarga bi asih, rumah yang dulunya dijadikan tempat tinggal arin dan bi asih. Kini dikosongkan, sesekali bi asih datang untuk membersihkannya.


"Iya iya, santai aja napa sih. "seewot mikha.


"Udahlah yang, ntar kita juga punya. Kamu mau berapa? Berapapun aku sanggup kok. "goda zidan.


"Tuh mulut enteng banget klao ngomong, tampol pake sepatu mau? "


"Ya janganlah, klo tampolnua pake bibir aku siao sedia. "


"Dasar otak mesum, pergi lu jauh jauh. "


Tet tet tet


Bel masuk pun berbunyi, dan membubarkan acara gibah gibah cantik dikantin.


Hari berlalu tanpa adanya gangguan, mulus seperti paha mimi peri. Sudah saatnya bagi kelas 12 untuk melepas beban yg ada dipundaknya, tak ada lagi tugas menumpuk, tak ada lagi hukuman, tak ada lagi cinta monyet. Kini mereka tengah berada disebuah gedung ternama di jakarta, untuk melepas status pelajar mereka.


Hari ini adalah hari kelulusan mereka, banyak yang datang bersama irang yang terkasih. Dan banyak juga tangis haru, karna mereka takkan mungkin selalu bersama. Seperti biasa jika ada pertemuan pastinya akan ada perpisahaan kan seperti itulah yang tengah mereka rasakan hari ini.


Vania datang bersama dengan dion, arin, el, dan orang tua tak lupa vino dan sang istri juga hadir dalam pelepasan itu. Ia datang dengan mebggunakan gaun yang simpel namun elegan, riasannya pun tak begitu mencolok.


Kedatangan vania menarik perhatian semua orang, memanggilnya dengan sebutan mommy.


"Mom, el capek lha beldi telus. Iyakan lin"


"He.um bang, alin capek. Hufffttt"


"Hahahah, yaudah duduk sini aja ya. "


"Iya mom. "


"Kamu cantik, "bisik dion

__ADS_1


__ADS_2