
"Kamu kapan bangun sayang? "bisik dion.
Mereka bertiga duduk mengelilingi brankar vania, menunggu vania untuk bangun setelah.
Mata vania mulai mengerjap ngerjapkan matanya, pergerakan dari vania tak luput dari oenglihatan 3 mahluk hidup itu.
"Mas? "
"Ya sayang? Kamu haus? "
"He.em"
Dion dengan cekatan mengambil air putih untuk vania, tak lupa ia juga membantu agar vania bisa minum.
"Makasih"
"Iya"
"Mommy... "
"Anak mommy udah pada besar ya. "
"Iya dong, alin suka makan mom"adu el.
"Ishhh, abang! Alin malu lha. "
Vania mulai tertawa mendengar aduan aduan dari kedua anaknya, tak lama keluarga dan sahabatnya datang karna sudah mendengar kabar jika dirinya telah bangun.
Tak ada yang berani berbicara tentang sebab dari vania koma, dan juga kematian dari anak yang dikandungnya.
Semua orang sangat bahagia, bahkan air mata haru menetes membasahi pipi mereka. Setelah diperbolehkan pulang oleh dokter, vania dan yang lainnya pergi menuju rumah. Dalam perjalanan dimobil el dan juga arin sangat bersemangat, akhirnya vania bisa kembali sadar dan bisa pulang.
"Aku seneng banget yang. "ucap dion seraya mengelus pipi vania.
"Aku juga. "
Arin dan el sangat aktif, hingga vania kualahan menanggapi ocehan mereka.
"Yeyy, dah sampe"seru arin.
"Ayok, masuk"ucap dion.
Dion membukakan pintu untuk vania, sedangkan el dan arin membuka pintu mobil sendiri. Laknat emang dion, biasa sayang istri tapi durhaka pada anak.
Tak lupa tangan dion melingkar pada pinggang vania, menandakan bahwa vania adalah wanitanya. Dan tak akan ada satu orangpun yang bisa merebutnya, kecuali jika tuhan sudah memiliki garis takdir lain untuk vania.
El dan arin berlari terlebih dahulu ke dalam rumah, vania dan dion menyusul mereka dibelakang. Saat membuka pintu rumah, vania dikejutkan dengan surprise yang ada dirumahnya.
WELCOME TO HOME
VANIA
Seperti itulah tulisan yang ada di dalam rumah vania, jangan lupakan balon balon yg tergeletak di lantai dan banyak konfeti. Juga orang yang terkasih, semua ada disitu. Bahkan alex dan juga keluarganya yg menyempatkan datang, vino dan juga keluarganya ikut datang. Ya, meskipun vino dan alex akan pergi dengan pesawat nanti sore mereka menyemoatkan untuk mengucapkan selamat kepada vania.
"Welcome to home, my wife. "bisik dion tepat ditelinga kiri vania, tak lupa ia memberikan gigitan kecil di telinga vania. Dan itu membuat vania memejamkan matanya, dan sedikit mengeluarkan desahannya.
"Ohhh, jangan membangunkan adikku vania. "bisik dion lagi.
__ADS_1
Vania segera menjauh dari dion, dan menghampiri teman serta keluarganya. Belum juga sehari vania sampai dirumah, dion sudah mau ingin memakannya. Rasanya vania ingin sekali menenggelamkan dion ke kali ciliwung!
"Makasih buat surprisenya, aku suka... "ucap vania
Mereka mengadakan pesta dengan meriah, meskipun yang datang hanya keluarga dan teman dekat saja. Tak terasa hari sudah malam, satu persatu anggota keluarga serta teman vania berpamitan untuk pulang.
"Yang udah malem"
"Ya teros? "
"Mau main"
"tapi kan aku baru sampe rumah!! "
"Kita buat adek yuk"
"Iya iya"
Mendengar vania sudah memberi lampu hijau, dion segera menggendong vania untuk naik ke lantai atas dan masuk kekamarnya. Tenang saja el dan arin, mereka sudah tertidur pulas dikamarnya. Dan tentang kejadian yang menimpa vania, dion sudah menceritakannya kepada vania. Meskipun awalnya vania sangat sedih dan terpukul, vania mencoba untuk mengikhlaskan kepergian calon anaknya kini.
Pagi harinya vania sudah berada didapur untuk membantu bi asih menyiapkan makanannya, tak lupa vania juga membangunkan anak anaknya untuk berangkat sekolah.
Dion juga sudah bangun dan ia juga sudah siap dengan kemeja putih, jas biru dongkernya ia sampirkan di tangan kirinya, dasi yang menggantung dilehernya yang tak beraturan, rambut yang ia biarkan berantakan. Sangat memungkinkan jika dion akan diculik oleh tante girang!
"Yang, bantuin benerin dasi... "
"Bentar, sini. "
Dion mendekat ke arah vania, tangan kanan dion yang kosong memeluk pinggang vania mempersempit jarak diantara keduanya. Vania yang telaten, ia membenarkan dasi dion. Meskipun ia harus jinjit, maklum saja tinggi vania hanya sebatas dada bidang dion.
"Yang, rambutnya rapiin juga lah. "
"Astaga, dasar bayi gedhe! "gumam vania.
Meskipun begitu vania tetap melakukan apa yang dion minta, aishh ingin vania mengumpat dion! Bagaimana bisa jika dion menegakkan badannya, kan vania tidak bisa menjangkau rambut dion!
"Mentang mentang tinggi kek tiang listrik, terus gua yang tingginya semeter. Dia gk mau nunduk, jingan! pengen banget gua jambak tuh rambut! "batin vania.
Dion yang mengerti dengan tinggi tubuh istrinya, semakin ingin menjaili. Sekarang bahkan dion lebih menegakkan badannya, sehingga membuat vania kesusahan.
Terlintas ide di benak vania agar dion mau menurutinya, tangan vania memegang dada dion. Dan segera menarik dasi dion, agar lehernya tercekik.
"Yang, gk bi...sa napas ini. "
"Bacot! "
Durhaka? Salahkan saja dion yang terlalu *******! Gila! Arggh, gk tau lagi deh vania.
Karna rambut dion sudah rapi, vania kembali merapukan dasi dion yang berantakan karna ditarik vania. Dion ingin memberikan sebuah ciuman tanda terimakasih, seperti yang ada di novrl novel. Tapi apalah daya, sebelum dion mencium vania mulutnya sudah titampol dengan tangan vania.
Aishhh, jontor dah bibir dion. Tapi tak apa, dion masih merasa senang.
"Molning semua... "teriak arin.
"Ck, belisik tau! "
"Bialin, wleee. "
__ADS_1
"Kalian ini, pagi pagi udah berantem aja. "ucap vania
"Biarin lah sayang, kalo gak berantem gak seru. "ucap dion.
"Bapak gada akhlak emang. "gumam vania.
"Yaudah yuk sarapan, bi asih kemana yang? "
"Tadi ke rumah sebelah mas. "
"Ohh"
Ditengah tengah kegiatan sarapan, el pun yang masih penasaran bertanya pada vania.
"Mom? El mau tanya. "
"Kenapa bang? "
"Besok katana bu gulu mau puasa? "
"Iya bang, kenapa? Abang mau puasa? "
"Emang puasa enak ya mom? "
"Puasa itu gak boleh makan bang, dari pagi sampe maghrib. Nah nanti abang juga harus sahur, tapi abang harus bangun jam 3"
"Kalo abang sahulna jam 6 boleh nda mom? "
Seketika dion bangga dengan anaknya yang tampan ini.
"Ya, gak boleh dong bang. "
"Yahhh, klo gitu abang nda mau puasa. "
"Abang nda puasa? Alin aja mau puasa. "
"Yaudah deh, abang juga mau puasa. "
"Nah besok kita sahurnya bareng ya, nanti jam 3 harus bangun! Habis itu gk boleh makan lagi loh ya. "
"Iya mom. "
Dan mereka melanjutkan saraoannya, sesekali diselingi canda tawa. Sungguh, dion sangat merindukan waktu yg seperti ini.
Dini hari, ya. Sekarang sudah dini hari tepatnya pukul 03.00,hari ini adalah puasa pertama. Sungguh vania sangat senang bisa merasakan puasa bersama dengan keluarga kecilnya.
Setelah memasak untuk sahur, vania kembali ke lantai atas untuk membangunkan para bayinya.
"Adek bangun yuk"
"Hmmm"
"Adek katanya mau puasa, nanti mommy beliin action figure thanos deh. "
"Nda mau thanos lha, mauna captain amelika! "
"Yaudah deh "
__ADS_1