DIVA

DIVA
Rusuh!


__ADS_3

Melihat reaksi arin yang begitu menggemaskan membuat vania terharu, dan dion ternyata melihat air mata yang mengalir membasahi pipi vania.


"Jangan nangis dong sayang"bisik dion


Vania yang mendengar bisikan dion segera menghapus air matanya, dan pipinya langsung merah merona bak kepiting rebus.


"Yaudah sekarang prince and princess, kita pulang"setu dion.


"Yey, go home" seru arin


"Go home!!" seru el tak kalah keras.


Astaga, kini vania harus mengurus 3 bayi sekaligus! Sabar vania mah, orang sabar dompetnya tebal.


Dalam perjalanan pulang el dan arin tak henti hentinya berbicara, entah itu perdebatan, pertengkaran, dan bahas kartun. Namun yang bikin vania heran, arin lebih suka sama avanger dong!


"Arin kenapa suka sama avanger? "tanya vania.


"Kalna alin gk suka belbi"


"Kenapa gk suka berbie? "


"Semua belbina cantik lha, "


"Ya terus? "


"Alin nanti gak cantik lagi lha mom"


"Astaga"


"Kalo avanger kan alin jadi cantik lagi lha"


"Iya deh anak mommy yang paling cantik "


"Iya dong mom"


Setelah sampai dirumah, semua orang bergegas untuk turun. Apalagi el dan arin, el segera membawa arin ke sebelah ruangan. Dimana ruangan itu adalah ruangan bermainnya, banyak sekali mainan yang berkaitan dengan avanger.


Sedangkan bibi membantu vania menyiapkan makan malam, meskipun vania sudah melarang, namun bibi tetep kekeuh untuk membantu. Vania pun hanya bisa mengiyakan permintaan bibi, dan memilih untuk masak bersama.


Dion pun menuju kamar untuk mandi, berganti pakaian, dan


mengerjakan tugas yang sudah dikirimkan oleh sekretarisnya itu.


Saat tengah memasak vania teringat bahwa el dan arin belom mandi, alhasil tugas didapurpun di serahkan ke bi asih. Ia menghampiri ruang mainan el, disana el dan arin tengah bermain dengan action figure avanger yang dibelikan dion 2 hari yang lalu.


Canda tawa memenuhi ruang mainan itu, membuat vania bahagia melihatnya. Kan vania jadi ingin punya anak cewe, aishhhh.


"El, arin. Mandi dulu yuk"


"Ayok mom"jawab arin.


"Ntal lha mom, lagi selu ini" jawab el


"Hiiii, el nda mandi. Bau acem lha, alin nda mau main sama abang"


"Alin jangan lha, el masih halum tauk"


"Nda mandi, tetep halum lha"


"Alin nda laik lagi, mom abang jelek ya. Nda mandi mandi"

__ADS_1


"Iya dek, abang gak ganteng lagi"


"El ganteng lha"


"Ganteng klo udah mandi ya dek"


"He.em"


"Yaudah, el mandi. "


"Nah gitu dong bang, masa kalah sama adek"


Setelah perdebatan yang sengit, dan berakhir dramatis. Dengan el yang mau mandi, dan berubah menjadi ganteng lagi.


Dion pun juga turun, setelah menyelesaikan berkas berkas tadi. Capek rasanya harus berkutat dengan laptop, berkencan dengan tulisan tulisan.


Akhirnya mereka semua berakhir di meja makan, rasanya menyenangkan karna arin juga ikut makan malam bersama. Senang rasanya dion melihat keluarganya yang bahagia, apalagi


ketambahan arin lengkap sudah.


"Makanan dah siap nih"ucap vania.


"Wihh, enak nih" sahut dion


"Mommy cantik, makanan nya juga cantik"ucap el dengan cengiran khasnya.


"Alin cantik juga lha bang"


"Alin nda cantik lha"


"Cantik"


"Nda"


"Cantik"


"Nda"


"Solli mommy"ucap el dan arin bersama. Oh, jangan lupakan bibir yang ditekuk, wajahnya yang nunduk ke bawah, matanya yang udah berkaca kaca, hidungnya yang merah. Gimana mau marah coba, klo gemesin kek gitu.


"Iya deh, mommy maafin. Sekarang makan ya" ucap vania.


"Udah sekarang kita makan semua, bi sini gabung aja"ucap dion


"Enggak perlu nak dion, bibi mau pulang dulu. "jawab bi asih


"Eh jangan dong bi, kita makan dulu ya"ucap dion


"Anak sama suami saya belom saya masakin nak dion"jawab bi asih.


"Yaudah klo gitu, bibi bungkus makanan aja ya"sahut vania


"Eh gak perlu nak"


"Ish, bibi tadi kan bantu masak. Jadi bibi juga harus bawa makanan klo pulang" tutur vania.


Akhirnya bibi pun pulang, dan membawa bungkusan makanan meski


harus di bujuk dahulu. Bibi juga ninggalin arin untuk bermain dulu dengan el, bukan ninggalin sih. Lebih tepatnya, arin yang belum mau pulang dan masih ingin bermain dengan el.


Sekarang ruang tamu lebih ramai, karna perdebatan antara el dan arin. Yang lebih kesalnya lagu, dion hanya melihatnya dan tidak ingin mau memisahkan.

__ADS_1


Astaga, teriakan mereka berdua dari dapir saja sudah terdengar. Suara tangis arin pun tak bisa ditutupi lagi, akhirnya vania kembali ke ruang tamu dengan tergesa dan membawa nampan berisi camilan.


"Astaga dion! Abang! Itu adeknya kenapa bisa nangis sih!?"


"Shttt, adek diem ya. Siapa yang nakal? Daddy? Abang? "


"Hiks, hiks. Abang hiks lha mom"


"Abang, adeknya diapain hem? "tanya vania lembut dengan arin yang masih di gendongan nya.


"Adek nakal lha mommy, abang lambutna di talik talik lha" adu el dengan mulutnya yang monyong ke depan.


"Masyaallah, " lirih vania.


"Adek? Kenapa rambut abang di tarik? "tanya vania


"Tadi adek disuluh daddy lha mom"


"Katana daddy, klo abang lebut mainan adek. Adek boleh talik lambutna abang" ucap arin panjang lebar, dan tidak menutupi kebohongan apapun.


"Daddy? Bener yang dikatakan sama arin? "tanya vania dingin sedingin es dikutub selatan, mata yang tajam setajam elang, dan raut wajah yang datar tanpa senyum sedikitpun.


"Eh, eh, dengerin aku dulu yang"


"Apa? "


"Jadi..... "


*Flashback on.


Setelah makan malam bersama, arin ingin bermain dengan dion. Karna dion masih banyak kerjaan, dan tidak bisa ditunda lagi. Ia memberikan action figure punya el ke arin, dan arin juga senang karna dikasih mainan sama dion.


Tapi....


Waktu arin lagi asik bermain, el melihat mainan kesayangannya di tangan arin. Tanpa basa basi el segera mengambil mainan itu, dan membuat arin marah! Kezel tau lagi sayang sayangnya diambil orang!


Nah karna gada yang mau marah, terjadilah adegan tarik menarik. Hasilnya mainan action figure yang harganya puluhan juta, palanya potek. Dion hanya melihatnya dan tak ada penyesalan, toh ia juga bisa beli lagi. Biasyah, holang kayah bebas.


Nah karna palanya kapten amerika potek, dan itu juga karakter yang paling arin suka. Alhasil ia teringat pesan daddy nya itu, yang takkan ia lupakan.


"Arin nanti klo abang gangguin, jambak aja "


"Jambak daddy? "


"Iya, tarik aja rambutnya. Jadi cwe tuh hatus kuat, jangan kalah sama cwo"


"Asyiaappp daddy"


"Tapi ntal mommy malah. "


"Mommy gk marah kok, tenang aja"


"Oke dad"


Dan arin pun melaksanakan perintah dan amanat dari daddy nya dengan baik, bahkan terlewat baik. Namun, aneh bin eror yang nangis malah arin bukannya el.


Melihat arin menangis, dion hanya melihatnya. Sapa tau el mau nenangin arin, kan el sayang tuh sama arin. Eh, malah singa betina yang muncul duluan.


Flashback off*.


"Jadi gitu ceritanya yang"

__ADS_1


"Ya kalo anaknya nangis didiemin lah thanos!" geram vania.


"Lah kan aku nunggu reaksi el dulu, eh kamu datang duluan. Kan aku gak salah" ucap dion enteng, tanpa ada beban.


__ADS_2