
Sedangkan vania dan mikha hanya mengerjao ngerjapkan matanya, seakaan ini adalah keadaan yg sangat langka. Bahkan bisa masuk 7 keajaiban dunia, eh tidak tidak! Maksudnya memecahkan rekor MURI!
"Apasih lebay! "jawab ardan yang tersipu.
"Arghh, *******! Anjeng! Pake malu malu **** lagi! "ucap kevin yang sudah pake urat.
"Aw, jijik gua liatnya dan"tambah dion.
Kedua manusia itu masih gencar menggoda ardan, dan jangan lupakan wajah ardan yang memerah menahan malu! Astaga vania saha sampai sakut perut melihatnya!
"Bwahahahaha"tawa mikha meledak tak kala melihat ekspresi ardan yang merajuk
"*****, perut gua sakit! "ucap mikha.
"Akhirnya lu bisa ketawa! "jawab semua orang dengan senyum yang merekah.
"Gua tau ini berat, tapi lu harus bisa bangkit mik"ucap vania.
"Iya va, makasih ya buat semua nya. "ucap mikha tulus
"Eh kak dan, tadi lu bilang liat zidan nyebat? Ditaman? Kapan?"tanya mikha beruntut.
"Iya gua liat dia mik, kapan yak? Kalo kaga salah sih 2 hari yang lalu dah, keadaan dia juga kacau. "tutur ardan.
"Eh masa sih? Tapi emang udah seminggu ini zidan bolos sekolah, gada kabar lagi. "uvap vania.
Mikha mengerutkan alisnya, ia bingung dengan perkataan vania. Apa selama sebulan ini ia benar benar tak memperhatikan zidan? Arghhh, mikha harus minta maaf sama zidan.
"Eh gua pulang dulu ya, ada urusan penting"pamit mikha.
"Iya mik, perlu gua antar kga? "tanya kevin.
"Kaga usah lah, gua naik taksi aja"
"Yaudah hati hati mik"ucap vania.
"Iya. "
Sepeninggalan mikha dari cafe, semua merasa bahagia karna mikha telah kembali dan tak ada lagi kesedihan. Apa kabar dengan gilang? Tennag saja dia masih aman, dipenjara! Siapa lagi jika bukan zidan dan dion yg melaporkan perbuatan dia, kalo diingat ingat pengen bunuh tuh orang aja dari pafa dipenjara.
Mikha menghentikan sebuah taksi, dan segera menuju sebuah taman. Ia yakin disanalah zidan sekarang, karna setiap zidan ada masalah dan tertekan. Zidan akan menenangkan pikiran disana, karna dulu mikha pernah diajak kesana.
Flashback on
"Wihhh, bagus banget dan pemandangannya. Daoet dari mana lu?"tanya mikha yang masih mengagumi tempat itu.
"Dulu gua pernah nyasar didaerah ini, eh malah ketemu taman yang bagus. Sepi lagi, gua kesini sering buat nenangin pikiran aja"
Ucapan zidan tadi langsung menarik perhatiannya, segera ia menengokkan kepalanya mengarah ke zidan.
"Jadi sekarang lu banyak pikiran ya? "tanya mikha.
"Hahahahahaha, kaga mik"jawab zidan dengan tawa yg bisa membuat para kaum hawa, kejang kejang.
"Ya terus, ngapain lu ajak gua kesini? "
"Lu tau kaga? Lu orang pertama yang gua ajak kesini, temen temen aja kaga pernah gua ajak. Apalagi mantan gua, dan gada yang tau seorangpun tentang tempat ini."
"Wihhh, gua yang pertama nih? Kenapa gua dan? "
"Mungkin, karna lu spesial. "jawab zidan dan jangan lupakan senyumnya yg menawan itu.
__ADS_1
"Spesial? kek martabak aja gua. "ucap mikha lalu memiringkan keplanya kearah depan, dengan cengirannya.
Zidan memperhatikan semua gerak gerik mikha dengan tatapan yang, entahlah kecewa? Sedih? Atau seperti belum nembak tapi sudah ditolak?
Namun bukan zidan namanya kalo tidak bisa menyembunyikan itu semua, saat mikha memandangnya lagi dengan senyumannya. Zidan berusaha untuk juga senyum, dan menutupi kegelisahannya.
Flashback off.
"Jadi, maksud lu gua spesial bukan cuma candaan dan. Maafin gua dan. "gumam mikha.
Tak lama mikha pun telah sampai ditamat itu, dan benar dugaan mikha bahwa zidan sedang ada disana sendirian. Dan tidak ada kerja kelompok, itu hanya sebuah alibi.
Huftttt
Mikha membuang nafas kasar, ia masih gugup untuk beratatap muka dengan zidan.
"Hai. "sapa mikha.
Zidan menoloh saat ada seseorang menyapanya, dan betapa terkejutnya ia melihat mikha. Dan sebuah senyuman yang telah lama dirindukan zidan, tak lama mikha menghampirinya.
"Ngapain disini? "
"Gapapa"
"Lu kok dingin sih sama gua, sebegitu kecewanya lu ya? Maaf dan"batin mikha.
"Lu pasti banyak masalah ya dan"
"Kaga"
"Maaf"
"Ha?"
"Gua minta maaf, selama ini gua.."
Grepp
Zidan memeluk mikha sebelum mikha menyelesiakan ucapannya tadi, mikha terkejut dengan perilaku zidan. Tapi itu tidak berlangsung lama, segera mikha membalas pelukan itu.
Hangat, nyaman, itu lah yang mereka rasakan sekarang. Tak ada yang bersuara selama hampir setengah jam, hingga zidan yang membuka percakapannya.
"Mik, selama ini gua sayang sama lu. Gua nyaman mik, maaf karna gua udah ngerusak persahabatan kita. Karna gua pake pereasaan, kalo lu mau menjauh dari gua. Gua terima mik, tapi jangan larang gua untuk berhentj sayang sama lu."jelas zidan panjang .
"Shttttt, jangan ngomong lagi. Pake galau galau segala lagi, kaga cocok. "ucap mikha seraya mengelus rahang tegas milik zidan.
"Mik, gua gak mau kelepasan. "ucap zidan memejamkan matanya.
"Hahahaha, sebenarnya gua juga sayang sama lu dan. Tapi gua takut aja lu ngejauh, apalagi saat lu punya thalia. "
"Thalia itu cuman pelarian buat gua mik, tapi tetep aja kga bisa."
"Udah ah, ayo pulang. Udah mau malem ini, ntar di cariin bunda. "
"Jadi kita pacaran nih? "
"Iya zidan"
"Makasih mik, makasih. "ucap zidan senang
Dengan gerakan secepat kilat, zidan memeluk mikha. Membenamkan wajahnya pada ceruk leher mikha, tak lupa hidungnya yang mancung digosok gosok pada ceruk leher mikha.
__ADS_1
"Dan, geli tau. Gua tampol yak"
"Hahaha, panggilnya aku-kamu lah mik. Masa gua-lu, kan gak romantis. "
"Iya sayang "
"Pulang yuk, "
"Biarin gini dulu lah, masih kangen tau. "
Akhirnya mikha dan zidan pulang tak larut lama, zidan takut jika lama lama ia akan kelepasan. Aihhhh, pasangan itu sangat berbahagia. Bahkan zidan mau setelah ujian selesai, ia akan menikahi mikha.
Saat ini dikediaman dion, tengah rusuh! Teriakan anak kecil bersahut sahutan, hutan aja kalah. Dion pusing! Arghhh tak tau lagi gimana caranya nenangin mereka, apalagi sekarang vania sedang ke rumah mama. Jadi dirumah hanya ada bi asih, arin, el, dan dion.
"Ini tuh punya alin bang! "
"Heh, tapi kan abang yg ngambil! "
"Abang pelit, alin aduin ke mommy! "
"Hiii, alin ngaduan. Kata uncel kevin, kalo ngaduan ntal nda
temen. Telus di temenin sama hantu, hiii. Alin temenna hantu. "
"Huwaaaaaaa, hiks... Ga laik lha, abang jelek! Alin takut lha. "
"Dasal, tukang ngadu! Temenna hantu! Cengeng! Bukan adek abang lha! "
"Assalamu... "
"Astaga! DION! ANAK GUA LU APAIN! NAPA JADI NANGIS
INI!!! "teriak vania yg baru saja datang dari rumah mama.
"Tau tuh, anak kamu sih cewe kok cengeng. Yakan bang. "ucap dion yg tak punya rasa bersalah.
"He.um, alin cengeng mom. Temenna hantu"
"Astaga! Gua potong burung lu ya dion! "
"Jangan lah yang, masa depan aku ini. "
"Bacot! "
"Arin? Arin kenapa nangis? Hm? "
"Tadi, hiks.. Abang pelit lha mom, hiks alin mau minta jajan. Tapi nda dikasih, telus abang bilang hiks alin temenna hantu. Huwaaaaa"adu arin, tangisnya pun semakin keras.
"Abang? Kenapa jajannya gk dibagi sama adek? "
"Katanna uncle kevin, klo punya sesuatu yg disukai. Nda boleh dikasih mom, ntal ditikung. Kan ga laik mom. "ucap el
"Ditikung? Emang abang tau ditikung itu apa? "
"Tau lha mom, ditikung itu diambil olang."
"Astaga abang yang gantengnya ngalahin daddy, abang gk boleh lagi ya ngoming ditikung tikung gitu. Kan itu omongan orang dewasa bang, jadi gk boleh ditiruin lagi ya. "
"Iya mom, solli"
"Berbagi itu indah loh bang, jadi abang gk boleh pelit lagi ya. "
__ADS_1
"Tapi mom, nama adek kan alin. Bukan indah. "
"Mampos"bisik dion