DIVA

DIVA
Game


__ADS_3

Maria berjalan dengan angkuhnya menuju pekarangan belakang rumah, tak lupa deretan bodyguard berada didepan, belakang, sisi kiri, hingga sisi kanannya. Ia berjalan menyusuri lorong lorong rumahnya, tak lupa ia mengasah sedikit pisau kecil ditangannya.


"Let's play the game, fira. "desisnya.


Setelah sampai dipekarangan belakang, disana terlihat dinding tebal berukuran raksasa yg mengeliling pekarangan itu. Pada dinding itu terdapat rantai rantai untuk menyiksa seseorang, tapi sudah lama rasanya mariaa tak bermain seperti ini lagi.


Dan hari ini, setelah sekian lama matanya tak melihat rintihan rintihan kesakitan dari seseorang. Kini ia akan menikmati setiap gerakannya, dan ia mulai dengan senyum devil yg merekah sempurna di wajahnya.


"Hai fira... "desis maria disamping telinga fira.


Memang benar dia adalah fira, orang yang saat ini berada di depan maria. Orang yang selama ini di berikan tunjangan hidup suaminya, dan orang yang mengandung el selama 9bln. Namun bukankah ia seharusnya mati dalam kejelakaan itu? Lalu mayat siapa yang dion kubur? Dan kenapa fira masih hidup?!


Fira memang masih hidup, mayat yang dikubur dion bukanlah fira yang asli melainkan orang lain. Bahkan sebenarnya dalam kecelakaan itu bukanlah fira, melainkan orang lain. Karna wanita yang ada di dalam mobil itu wajahnya sangat mirip dengan fira, dan ternyata itu adalah kembaran fira. Dan mayat yang dikubur dion itu fara! Fira sangat ingin balas dendam terhadap reno, karna ia merasa sangat tidak dihargai! Hanya menyentuhnya sekali lagi reno pergi, fira takkan tinggal diam!


"S.. Ssiapa itu.. "tanya fira gugup, karna sedari tadi matanya ditutup oleh kain hitam.


Kondisi fira saat ini sangat mengenaskan, tak ada yang bisa menyelamatkannya. Tubuh yang menempel pada dinding, tangan yang dirantai disisi kanan dan kirinya, serta banyak lebam bahkan luka luka disekujur tubuhnya.


“Apa kau tidak mengenal suaraku?"ucap maria semakin lirih.


"A.. Apa salahku! "tanya fira dengan sedikit membentak.


"Salahmu? Uhhh tentu saja sangat, banyak! Dan kau masih bisa


menanyakan apa salahmu?!"


"Dasar *****! "umpat maria.


Perlahan maria membukakan penutup mata yg dipakai fira, tapi dengan gusar kepala fira segera menangkis tangan maria.


"M.. Maria! "ucap fira dengan nada terkejutnya.


"Wahhh kau ingat aku rupanya, apa aku masih keliatan muda? "


"K.... Kenapa kau merantaiku! "


"Karnamu menantu kesayanganku harus kehilangan calon anaknya, *****! "


"Lepas! Maafkan aku maria, waktu itu aku khilaf"ucap fira dengan terurai air mata.


"Huffttt, ternyata anak dan suamiku sangat bodoh! Mereka terlalu polos! Bahkan tak menyadari ada yang aneh disekitar mereka? Ahhhh, ingin rasanya aku pulang lalu menonjok perut mereka."

__ADS_1


"Kau harus tanggung jawa fira sayang. "desis maria.


"T... Tidak! Akh..!!! "teriak fira.


Sebuah pisau kecil sedang menari nari di pipinya, seraya maria bergumam tak jelas.


"Ups, sorry fira. Apa itu menyakitkan? "tanya mari.


Fira hanya menangis dan menganggukkan kepalanya, pipinya terasa perih kala sudah terdapat goresan. Ahhhh, lebih tepatnya sayatan.


"Tapi lebih menyakitkan penderitaan anakku dion! "


"Ahhh sudahlah, aku mau kedalam dulu. "


"Kalian berlima! Sebelum aku memperintahkan untuk membunuh ****** itu, kalian bisa bersenang senang dulu dengan tubuhnya"ucap maria oada bodyguardnya, dan menunjuk tepat di tubuh fira.


Fira yang mendengarnya hanya bisa teriak, ia tidak mau jika tubuhnya dibuat bergilir! Ia bukan ******! Jika ia bukan ******, lalu mengapa dulu ia menggoda reno? Hanya satu jawabannya, karna fira mencintai reno!.


Sesuai yang diperintahkan maria,ke lima bodyguard itu membawa fira ke sebuah bilik di pojok perkarangan rumah itu. Disana fira djmandikan terlebih dahulu, yentu saja dimandikan oleh bodyguard. Tak lupa bodyguard memberikan sebuah lengeri untuk dipakai fira, dan ia juga memberikan sebuah minuman perangsang.


"K.. Kenapa tubuhku sangat panas! "ucap fira.


"Tolong aku, tolong nyalakan ac! Aku tak bisa jika suhu badanku terasa panas! "


Mereka berenam memang sudah berada di salah satu kamar, dimansion maria.


"Aku sudah menyalakan ac untukmu! "bentak salah satu seorang bodyguard.


"Tapi tubuhku terasa panas! Apa kalian memasukkan obat perangsang ke minumanku tadi?! "


"Tentu saja "


"Hilangkan rasa panas ini! "


"Memohonlah, seperti layaknya kau sedang menggoda pelangganmu. "


"Aku mohon! Aku mohon sentuh aku! "


Dan mereka berenam melakukan aktivitas 'itu', kalian benar fira sudah digilir 5 org. Tubuhnya sudah dijamah 5 orang pria sekaligus, sungguh ia sangat menjijikan!


Tak lama setelah bodyguard menuntaskan hasratnya, fira dibawa lagi ketempat semula. Namun maria tak memberikan sebuah perintah apapun, dan jadilah fira biarkan saja.

__ADS_1


Namun, terlintas ide di pikiranya. Kenapa maria tidak memberikan sebuah hiburam untuk bodyguard kesayangannya, ia harus memberikan sebuah hadiah karna mereka sudah kama mengabdi padanya.


Dan jadilah, fira. Maria menghadiahkan fira untuk para anak buahnya, entahlah maksud apa yang disampaikan maria. Tapi dengan menyerahkan fira, anak buahnya sangat senang. Tentu saja fira akan dijadikan pelampiasan nafsu bagi anak buahnya, tubuh fira juga masih sangat bagus meskipun ia tak muda lagi.


Karna maria rasa urusannya dimansion sudah selesai, dan rasa sakit dihatinya berangsur membaik. Ia memutuskan untuk kembali ke rumahnya, bukankah kita harus berdamai dengan masa lalu? Jika itu akan bisa membuat hati kita tenang, mengapa kita tak melakukannya.


"Mama gak sabar ketemu kalian semua. "gumam maria.


"Aishhh, pasti kondisinya makin buruk. "


"Maafin mama, karna setelah mama pergi. Kalian semua tersiksa,"


"Mama yakin! Suatu saat nanti pasti ada yang meneruskan blackmoon, meskipun itu bukan dari anak mama sendiri. Tapi bisa saja cucu mama kan. "


Didalam perjalanan menuju rumah sakit, maria tak henti hentinya bergumam tak jelas. Ia merasa menyesal trlah meninggalkan keluarganya, namun ia juga tak bisa menetap. Selama ini yg dibutuhkan maria hanyalah menenangkan diri, dan setelahnya ia akan kembali dengan wajah yang hangat.


Maria tau jika semua anggota keluarganya sedang berada dirumah sakit, ia tau informasi itu dari anak buahnya. Ia berjalan menyusuri lorong rumah sakit, dan tak lupa dibelakangnya hanya ada 2 bodyguard. Dan sisanya, bedada di luar rumah sakit.


Sesampainya didepan ruang rawat vania, maria memnghembuskan napasnya gusar. Ia masih saja berdebar, takut jika nanti ia meneteskan air matanya. Dengan perlahan ia memutar gagang pintu itu, mendorong dengan pelan. Disana terlihat wajah dion yang kusut, suaminya yang kurus, cucu cucunya yang berwajah datar, wajah besannya yang menyiratkan akan kelelahan. Rsa bersalah lagi lagi menghampirinya!.


"Hufftt, harus kuat!"gumam maria.


"Assalamualaikum....... "salamnya.


"Wa'alaikumsalam. "


Reno suami maria, sangat terkejut melihat kedatangan istrinya itu. Bukan hanya reno, melainkan semua orang yang ada di dalam ruangan itu shock! Tapi tidak dengan dion, ia masih belum menyadari kedatangan mamanya.


Dengan sebuah isyarat maria menyuruh semua orang tak berbicara, ia mulai menghampiri anak bontotnya itu. Hatinya sakit melihat keadaan kacau anaknya, aishhh itu akan mengingatkannya pada ****** itu.


"Duh, anak mama kok jadi jelek gini sih. "


Mendengar ucapan seseirang tadi, membuat dion tersadar dari lamunannya. Ia mengerjap ngerjapkan matanya, seakan ia tidak percaya bahwa ini sebuah kenyataan. Dengan spontan dion menolehkan wajahnya ke kiri, ternyata benar! Mama sudah kembali dengan keadaan masih utuh, ia tak perlu lagi bingung mencari mamanya.


"M..Mama... Mama kok bisa disini? "


"Ohhh, jadi mama gak boleh disini? Yaudah mama pergi lagi aja"ucap mam dengan nada merajuk.


"Bukan, bukan itu maksud dion. "dion gelagapan sendiri mendengar ucapan mamanya.


Semua orang di ruangan itu menertawakan tingkah lucu dion, dan jangan lupakan raut wajah mama yang merajuk! Bibir dimajukan, tangan disilangkan didepan dada. Sungguh berbeda dengan maria yg merupakan pimpinan dari blackmoon!

__ADS_1


__ADS_2