DIVA

DIVA
Suram


__ADS_3

"Dok, gimana keadaan istri saya! "


"Istri bapak mengalami benturan dirahimnya, sebelumnya apa mungkin ia berusaha mencelakai dirinya?"


"Tidak! Vania tidak akan menyakiti dirinya sendiri"


"Tetapi itu hasil dari analisa saya sebagai dokter disini. "


"Anjing! . "umpat dion


"Mungkin juga karna faktor kelelahan istri bapak mengalami pendarahaan hebat, jika tidak pernah berusaha mencelakai dirinya sendiri. Bisa jadi saat pingsan perut istri bapak membentur sesuatu dengan keras. "


"Lalu sekarang keadaan gimana dok! "


"Istri bapak sekarang dalam keadaan koma, sedangkan calon anak yang dikandung istri bapak tidak bisa kami selamatkan. "


"Calon anak? Maksud dokter istri saya tengah hamil? "


"Iya pak, kemungkinan sudah 3 minggu. "


"Astaga!


"Ini gak mungkin dok! "


"Maaf pak, saya hanya bisa bantu seperti ini. Serahkan semua ini pada yg diatas, permisi. "


"*******! "umpat dion.


"Salah gua apa coba! Kenapa kehiduoan mempermainkan gua! "


"Yang salah itu papa! Bukan gua! Kenaoa gua yang harus nanggung ini semua!"


Dion hanya bisa menatap vania yang sekarang terbaring lemah di atas brankar rumah sakit, sekarang ia akan dipindahkan ke ruang rawat inap.


Teman teman dion dan vania, semua mengunjungi rumah sakit setelah mendengar kabar bahwa vania keguguran. Tak ada lagi senyuman diwajah dion, yang ada hanya wajah dingin tak tersentuh.


Mami dan papi berusaha membuat dion agar bangkit kembali, tak lupa mereka juga mengingatkan dion bahwa ia masih punya tanggung jawab terhadap el dan arin.

__ADS_1


"Yon! Lu harus bangkit! Lu masih ada el! Masih ada arin! Lu gk bisa kek gini terus!"ucap kevin.


"Kevin bener yon, selama vania koma. Lu harus bisa jadi ayah sekaligus ibu buat el dan arin, lu juga harus bisa jaga papa lu yang sedang sakit. "tutur ardan.


"Bang! Gua yakin lu bisa! Gua tau lu kuat bang!"ucap zidan.


Sementara mikha, ia masih menangis melihat kondisi sahabatnya yang sedang koma. Ia masih tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang, kejadian yg sangat cepat hingga mikha tak bisa memahaminya.


Di lain tempat, seorang wanita paruh baya yang sedang berdiri tegap! Angkuh! Dan sangat arogan, berdiri di sebuah balkon mansion megah di tengah hutan.


Ia adalah maria renata, mama dion. Selama sebulan ini ia pergi dari rumah untuk menenangkan diri, tak ada yg tau keberadaannya. Namun, ia masih bisa memantau keadaan keluarganya.


"Permisi nyonya, "


"Ada apa? "


"Kenapa anda memanggil saya? "


"Ada tugas yang harus kau bereskan. "


"Aku ingin, kau membawa salah satu orang yang sedang mengincar keluargaku. Orang yang sudah membuat menantu kesayanganku mengalami keguguran! Aku tak bisa memaafkannya! "ucap maroa dengan nada yang seakan memendam hasrat membunuhnya.


Kalian pasti tau, vania tidak mungkin jika ia hanya kelelahan bisa membuatnya keguguran dan berakhir koma. Tentu saja ada dalang dibalik kejadian yg vania alami, namun dion terlalu bodoh! Ia tidak menyadari kejanggalan, yg terjadi pada vania.


Tapi tidak dengan maria, ia lebih jeli jika menyangkut urusan kejanggalan di keluarganya. Ingat! Maria bukan hanya ibu rumah tangga, tapi dia merupakan pimpinan besar blackmoon.


"Aku tidak akan melepaskanmu, fira! "ucap maria lirih dan menusuk, hingga gelas kaca ditangannya yang berisi orange jus itu pecah. Karna ia terlalu erat menggenggamnya, maklum saja. Maria itu dulu pernah ikut karate, hingga sabuk hitam.


Fira? Kenapa maria menyebut nama fira? Bukankah fira ibu kandung el dan ia sudah meninggal tak lama setelah kecelakaan itu, dan menyerahkan el kepada dion dan vania? Taktik apa lagi ini?


Disebuah ruang rawat inap, salah satu rumah sakit di jakarta. Dion, melihat vania berbaring lemah. Banyak alat alat medis yang menempel pada tubuh vania, hati dion merasa sakit tatkala melihat keadaan vania sekarang.


Ruangan itu kini penuh dengan tangisan dua irang anak, tangisannya mampu membuat siaoa saja yg mendengarnya merasakan sesak didada.


"Mom... Hiks.. Bangun lha.. Ntal el nda nakal lha.. Huwaaaa...


"tangisan el sungguh mampu mengiris hati dion.

__ADS_1


"Mom... Katana mau buat... Hiks.. Kue.. Sama alin.. Hiks.. Hiks.. "


"Sayang... Anaknya daddy, kalian harus sabar ya. Mommy lagi mimpi indah, jadi mommy belum mau bangun. Jadi kalian harus jadi anak yang nurut, pinter, gak boleh nakal ya. "


"H.. He.um ... Hiks.. Dad.. "jawab el dan arin secara bersama.


Setiap hari dion, el, dan juga arin mengunjungi vania dirumah sakit. Tak ada kata libur untuk menjenguk vania, yg ada hanyalah rindu yg mendalam. Hari berganti hari, tak ada tanda tanda bahwa vania akan bangun.


Itu membuat dion menjadi semakin sedih, namun kesedihan hanya saat ia srndiri. Ketika ia bersama dengan kedua anaknya, wajahnya akan berubah seketika menjadi cerah. Tak mungkinkan, jika dion menunjukkan kesedihannya didepan sang anak.


Keadaan papa dion juga sudah mulai membaik, ya meskipun hatinya masih hancur berkeping keping. Tapi demi untuk menyemangati dion, papanya berusaha bangkit. Ia tau bahwa yang tersakiti sangat dalam itu adalah dion anaknya, entah kesalahan sebesar apa hingga dion menerima kenyataan begitu pahit.


Mamanya yang pergi, hingga sampai sekarang tak ada kabar. Istrinya, vania yang masih koma. Anak kandungnya yang telah pergi, bahkan sebelum dion tau jika vania sedang mengandung. Apakah akan ada kesedihan yang mendalam, yang akan menghampiri dion lagi? Apakah ini tidak cukup, untuk menyiksanya?


Maria, wanita itu kini tengah menyendiri di kamarnya. Menatap sebuah foto, yang memperlihatkan kondisi keluarganya setelah ia pergi meninggalkan mereka. Ia tau jika ia salah dengan mengambil keputusan itu, tapi hatinya juga terlalu sakit untuk mendengar penjelasan dari reno suaminya.


Kini ia menatap foto itu dengan terurai air mata, meskipun ia terkenal dengan kekejamannya. Dan juga pemimpin blackmoon, irganisasi mafia terbesar di dunia. Tapi ia juga seorang istri, yang merindukan kehangatan dekaoan suaminya. Ia juga seorang ibu, yang rindu akan tawa anaknya. Iya juga seorang mertua, yang sangat menyayangi menantunya. Dan jangan lupakan fakta bahwa, ia seorang nenek yang dibutuhkan oleh cucunya.


Melihat kondisi sang suami semakin kurus, anak sulungnya yg sangat kacau. Menantunya yang terbarung lemah tak berdaya, hingga cucunya yang kehilangan kasih sayang seorang ibu. Membuatnya semakin bertekad untuk menyiksa siapapun yang terlibat dalam kecelakaan pada vania.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu dari arah luar kamar, membuat maria terkejut. Segera ia menghapus jejak air matanya, tak lupa ia juga mengambil kaca mata hitamnya untuk menuyupi matanya yang bengkak sehabis menangis.


"Kenapa? "


"Saya sudah membawanya nyonya"


"Apakah dia masih hidup? "


"Tentu, tapi ia sudah lebam ditubuhnya karna tadi ia memberontak nyonya. "


"Ahhh, tidak apa apa. "


"Bawa dia ke tempat biasa. "


"Baik, permisi".

__ADS_1


Maria segera mengganti bajunya dengan pakaian yang serba hitam, entahlah mungkin karna hitam adalah warna gelap. Atau mungkin bahwa hitam, merupakan identitas dari organisasinya.


__ADS_2