
"Gak! Ini gak mungkin!!! "ucap dion frustasi
"Arghhhh, sial! Kenapa harus el! Kenapa harus papa!! "teriak dion.
Untung saja ruang kerja papa kedap suara, namun jika pintu masuknya tidak dion tutup rapat. Tentu saja teriakan dion, bisa terdengar hingga keluar. Tanpa dion sadari, air matanya mulai menetes, terus menerus. Hingga tetesan itu, kini telah menjadi tangisan. Ia bahkan ia sampai tersedu sedu, namun ia harus menanyakan ini semua kepada papanya! Ya, dia harus menanyakannya.
Papa, orang itu mendengar teriakan dion. Dan raut wajahnya kangsung berubah menjadi tegang, dan seperti takut ada rahasia yg akan terbongkar.
Sebelum dion pergi untuk menanyakan tentang stopmap itu, papanya sudah berada di ambang pintu.
"Bisa papa jelas kan ini? "ucap dion dingin. Meskipun ia masih menitikkan air mata, tapi lirikan mata dion. Bagai pedang yang menghunus pas kejantung papa, suasana di ruangan kerja itu
semakin tegang.
"Sebenarnya, itu tidak salah. "ucap papa
"Ma.. Maksud papa.. "
"Iya, el adalah anak papa. "
"Apa yang anda maksud. "kini ucapan dion menjadi sinis.
"Jadi, 3tahun yang lalu... "
*Flashback off
Seorang pria tengah menghadiri pesta perayaan perusahaaan temannya, di sebuah gedung hotel yg mewah. Bertempat di surabaya, dan saat ini sudah hampir tengah malam.
"Mr. Cavin, saya ingin berpamitan untuk pulang. Karna ini sudah hampir tengah malam, dan sepertinya jalanan akan menjadi sepi. "
"Baiklah mr. Reno, terimakasih telah memenuhi undangan saya. Dan hati hati dijalan, apa perlu saya siapkan bodyguard? "
Reno yudha alfariz, pria itu adalah pemilik Az grup's. Dan sudah memiliki 2 anak lelaki, yang pertama masih menjalankan pendidikan akademi polisi. Dan yg satunya masih menduduki bangku sma, tak luoa ia juga mempunyai istri yang masih cantik walau umur tak busa dibioang muda.
Saat diperjalanan reno, mengendarai mobil hitam miliknya untuk membelah jalanan surabaya yg sudah mulai sepi. Namun, ia melihat gadis di tepi halte sepertinya sedang menangis.
Renopun memberhentikan mobilnya untuk melihat apakah benar ia seirang gadis atau bukan, saat ia mrnghampiri gadis itu trrnyata dugaan ia benar. Dia seirang gadis, dengan keadaan yg sangat memprihatinkan. Baju lusuh, rambut berantakan, hingga setiap orng yg melihatnya oasti akan merasa iba.
"Permisi nona"sapa reno.
"I.. Iya"
"Siapa namamu? "
__ADS_1
"Na.... Namaku fira"
"Apa kau tak punya tempat tinggal? Atau saudara? "
"Aku tak punya tuan, a.. Aku disini sebatang kara. "
"Kasihan sekali dirimu. "batin reno
Apakah gadis itu pantas disebut gadis? Sepertinya ia sudah
berkepala empat, jika dilihat lebih dalam lagi.
"Ikutlah denganku, aku akan memberimu trmpat tinggal. "
"Tidak perlu tuan"
"Tenang saja, aku tidak akan macam macam denganmu. "
"Baiklah, maaf sudah merepotkanmu. "
Kedua orng dewasa itu pergi menaiki mobil, dan menuju salah satu rumah di kota surabaya. Rumah itu tidak mewah, ataupun megah. Hanya sebuah rumah yang minimalis, dan mungkin hanya cukup untuk ditempati 1 keluarga kecil.
"Fira, mulai sekarang kau tinggal disini."
"Panggil saja, reno. "
"Terimakasih mas reno "
"Sama sama, besok aku akan kembali kesini. "
"Baiklah"
"Dan ini untukmu"
Reno menyerahkan sebuah kartu debit, kepada fira.
"Tidak perlu mas"
"Tidak usah sungkan, terima saja. "
Sudah 3 bulan lebih, reni berkunjung ke rumah fira. Dan itupun tanpa diketahui sang istri, setiap kali ia ada pekerjaan di surabaya pasti reno akan mengunjungi fira.
Namun reno tetaplah reno, ia selalu mencintai istrinya. Dan menganggap bahwa fira sebagai adik perempuannya, maklum saja reno merupakan anak tunggal. Tapi beda halnya dengan fira, perasaannya kepada reno lebih dari sekedar saudara. Fira menginginkan reno untuk menjadi suaminya, walaupun fira tau bahwa reno sudah memiliki istri.
__ADS_1
Tapi, tidak ada salahnya kan jika mencintai seseorang yang telah membantu kita selama ini.
Seperti saat ini, reno dan fira sedang bercanda tawa di ruang tengah. Sesekali fira melontarkan cerita lucu yang membuat reno tertawa, tawanya begitu manis hingga membuat fira jatuh hati padanya.
"Udah fir, perutku jadi sakit karna mu. "
"Yaudah, nih mas. Minum dulu. "
"Iya makasih. "
Reno meneguk habis orange jus itu, tak ada rasa curiga dihati reno. Tapi senyum devil tercetak diwajah fira, tapi reno tak mengetahuinya.
Tak lama reno merasa ada yg aneh dalam tubuhnya, rasa panas dan juga darahnya yg mengalir deras dalam tubuhnya membuat reno semakin gelisah. Banyak peluh yg membasahi pelipisnya, duduknya juga tak bisa diam.
Saat reno melirik sekilas fira, rasa itu semakin menyiksanya. Fira yang mengetahui obat perangsang itu mulai bekerja, ia segera mengikis jarak tempat duduknya dengan reno. Tak lupa ia juga, sesekali meniup telinga reno.
"Engghhh"erang reno.
"Damn it! "umpat reno.
"Aku tak bisa menahannya lagi fir, aku tau kau menaruh obat sialan itu. Dan kini kau harus tanggung jawab!"ucap reno dengan mata yg penuh gairah.
Hari itu menjadi hari yang sangat buruk bagi reno, ia bersumpah tidak akan lagi menemui fira. Namun reno tetap akan mencari informasi tentang fira, karna ia sudah menganggap fira sebagai adiknya. Mencari informasi tidak apa bukan, toh reno tidak akan menemui fira lagi.
Hingga suatu hari, reno diberitahukan oleh anak buahnya. Jika fira telah hamil, kabar itu mengejutkan reno. Tidak mungkinkan itu anak reno, mereka saja melakukan 'itu'hanya sekali.
Sangat mudah mencari informasi tentang fira bagi reno, karna fira trlah diterima kerja dikantor reno tentu saja lewat anak buah reno, dan itu membantu ekonomi fira.
Reno, ia menunggu hingga fira melahirkan. Dan saat itu juga, dirumah sakit itu reno nelakukan tes DNA. Dan ternyata hasilnya cocok, detik itu juga reno merasa terpuruk. Ia telah menjadi pria brengsek! Ia telah menghianati istri serta anaknya.
Namun, ini semua telah terjadi. Dan fira sepertinya sudah melupakan kejadian itu, dan memilih untuk merawat anaknya. Hingga fira menikah dengan seirang pria, tapi tak lama setelah mereka menikah. Suami fira telah mengambil banyak uang perusahaan, dan mereka kabur dari surabaya meunuju jakarta.
Dan malam itu terjadi kecelakaan tragis, dan mereka berdua meninggal tak lama setelah dirawat dirumah sakit.
Flashback off*.
"Jadi seperti itu yon"ucap papa dengan air mata yg mengalir deras.
"Dion... Dion gak tau lagi pa,"ucap dion yang masih shock dengan kenyataan ini. Benar, dunia memang sangat kejam! Tak ada belas kasih, maupun balas budi. Yang hanya ada kebohongan! Penghianatan!
Tanpa mereka sadari, sedari tadi ada orang yang mendengar percakapan mereka. Dari awal hingga akhir cerita, bukan lagi tetesan air mata yang ada jatuh dari mata org itu. Melainkan air mata yang mengalir deras, yang tak terbendung lagi.
Tak kuasa lagi ia mendengar ceita itu, orang itu pergi menjauhi ruang kerja.
__ADS_1