Dokter Jodoh Polisi (Diakah Jodohku 3)

Dokter Jodoh Polisi (Diakah Jodohku 3)
Kekacauan


__ADS_3

Teo berada di bar, ia minum sampai mabuk. Ia juga ditemani beberapa wanita penghibur seperti biasanya. Alkohol yang ia konsumsi mulai merasukinya, ia membuat keributan dengan meneriakkan nama Zean, Aralyne dan Brian.


"Mengapa kalian mengacaukan hidupku hah, aku juga tampan, aku juga bisa seperti Brian. Tapi mengapa kalian tak pernah menatapku." teriaknya.


"Kekuranganku dimana? Kau Aralyne, sudah bagus aku menyukaimu dan mengajakmu menikah. Tapi kau terus jual mahal padaku, apa ciuman kita tak berarti apapun hah." teriaknya lagi.


"Dan kau Zean, kau polisi yang sangat cantik tapi kau kasar padaku. Aku selalu bersamamu selama bertugas, tapi mengapa kau menolak lamaranku berulangkali. Apa bagusnya Brian yang meninggalkanmu bertahun-tahun. Aku lebih baik darinya."


Teo terus berteriak membuat manager bar turun tangan, mereka tahu Teo adalah langganan tetap di bar mereka. Mereka juga tahu pekerjaan Teo yang sebenarnya. Mereka berusaha menenangkan Teo, tapi pria itu tak mau berhenti berteriak sehingga mengganggu pengunjung bar lainnya.


"Jangan sentuh aku, apa kalian tak tahu siapa aku hah." bentaknya.


Teo mengeluarkan pistolnya membuat pengunjung berteriak dan lari ketakutan, keadaan semakin kacau saat ia melepaskan pelurunya ke atas atap bar.


"Apa kalian masih tak menyukaiku hah... Aku memiliki senjata, aku bisa membunuh kalian satu per satu. Kalian tak boleh bahagia, kalian harus sama menderitanya denganku." teriaknya lagi.


Pihak bar sangat ketakutan juga, mereka sudah menghubungi polisi. Dan benar saja beberapa anggota kepolisian masuk ke bar dan menangani Teo dengan sigap. Teo mampu dilumpuhkan karena ia sangat mabuk. Anggota kepolisian meminta maaf atas kekacauan yang dilakukan atasan mereka, mereka membawa Teo keluar menuju kantor polisi.


*****


Keesokan harinya kabar inspektur Teo mengacau di bar dan mabuk berat terdengar di seluruh Polda. Bahkan pria itu masih berada di sel tahanan khusus dan masih tak sadarkan diri. Anggota kepolisian sudah mendengarkan beberapa saksi mata tentang kekacauan itu. Lagi lagi Zean menjadi sorotan di dalam Polda.


Zean sangat kesal karena selalu dikaitkan dengan masalah Teo. Ia terus membanting berkas yang ada dihadapannya. Ega masuk untuk memberikan berkas yang lain.


"Bu Zean baik baik saja kan?" tanya Ega.


"Bagaimana bisa aku baik baik saja. Mengapa aku lagi yang dikaitkan dengan masalah pak Inspektur?" tanya Zean kesal.


Ega terkekeh. "Menurut saksi, pak Teo mengacau karena anda bu. Ia putus asa karena terus ditolak. Ada juga beberapa saksi yang merekam kejadian itu. Pak Teo meneriakkan nama anda, tapi ada dua nama lainnya, aku belum tahu pasti karena semuanya sudah diserahkan pada pak komisaris."


"Dasar pria gila, matilah pria itu karena masalah ini sudah sampai pada pak komisaris." ejek Zean.


"Pak Teo masih di sel tahanan khusus, ia belum sadarkan diri. Kemungkinan sanksi disiplin akan dilakukan padanya." kata Ega.

__ADS_1


"Tentu saja harus, ia sudah mencoreng nama baik kepolisian. Aku berharap ia diberhentikan." ujar Zean.


"Melihat pekerjaan pak Teo yang tidak ada celah, kemungkinan dipecat tak mungkin bu. Mungkin sanksi yang lain." goda Ega.


"Aku kan hanya berharap Ega, jika kau tahu apa yang ia lakukan selama ini padaku, mungkin kau berubah pikiran dengan menarik kembali ucapanmu. Kau keluarlah, aku sedang ingin sendirian." usir Zean.


"Siap bu." jawab Ega seraya meninggalkan ruangan walaupun ia sangat penasaran apa yang dikatakan Zean.


Zean kembali menyenderkan tubuhnya di kursi. Ia mengetukkan pena di mejanya, karena masalah Teo, ia pasti akan di panggil pak komisaris sebagai saksi.


"Pria itu tak ada habisnya mengganggu ketenanganku. Ya Tuhan ingin sekali aku membunuh pria gila itu." gumam Zean.


Beberapa menit kemudian, apa yang ia pikirkan benar. Ega masuk kembali dan menyampaikan bahwa pak komisaris memanggilnya. Zean menghela nafasnya lalu merapikan penampilannya. Ia menuju ke ruangan komisaris.


*****


Di dalam ruangan komisaris ternyata sudah ada beberapa anggota kepolisian yang memiliki jabatan tinggi, mereka menyambut Zean dengan tersenyum walaupun Zean tahu senyuman itu hanya mengejeknya.


"Silahkan duduk Zean." perintah pak komisaris.


Komisaris menunjukkan video pada Zean, wanita itu terbelalak saat melihatnya. Ternyata itu rekaman pengunjung bar saat Teo mulai mengacau. Zean melihat dan mendengarkan teriakan Teo. Pria itu menyebut nama Brian dan juga Aralyne. Ia terkejut kembali saat mendengar ocehannya tentang Aralyne.


Pengetahuan baru tentang inspektur Teo, pria itu tak lagi mengejarnya tapi ia justru mengajak Aralyne untuk menikah dan sepertinya pria itu kembali ditolak.


"Kau mengenal dua nama yang ia sebutkan di video itu?" tanya pak komisaris.


Zean mengangguk. "Siap pak tahu. Brian adalah kekasihku dan Aralyne adalah dokter di rumah sakit Pertamina teman kuliah Brian."


"Tebakan kami benar, masalah percintaan membuat pak Teo menggila. Kami sudah mendengar gosip tentang pak Teo dan kau Zean sejak kalian dipindahkan kemari. Tapi ada wanita lain yang disebutkan pak Teo membuat kami lebih terkejut."


Zean hanya menundukkan kepalanya, ia sangat malu karena masalah pribadi ini sampai ke atasan tertingginya.


"Bagaimana kabar pak komandan Sin?" tanya pak komisaris tiba tiba.

__ADS_1


Zean mendongak. "Sangat baik pak."


"Pak Tora Sin adalah panutanku, aku juga sangat mengenal kakak kembarmu. Aku tak tahu harus bagaimana menangani masalah pribadi ini. Tapi pak Teo sudah mencoreng nama baik kepolisian, bahkan ia melanggar kode etik senjata yang ia gunakan. Sebenarnya dua bulan yang lalu, Jidan Sin sudah menghubungiku soal pak Teo. Ia sudah menceritakan semuanya, sayangnya kau tak melaporkan gangguan itu kepada kami. Tapi kau jangan khawatir, aku akan melindungimu disini. Kau putri dari panutan kami yang wajib kami lindungi." ujar pak komisaris.


"Maaf pak, aku pikir pak Teo akan berhenti dan lelah menggangguku, tapi malah seperti ini." jawab Zean.


Kepolisian yang lain tertawa. "Pak Teo tak akan berhenti menyukai wanita cantik sepertimu. Kita tak perlu formal disini, kita masih membicarakan dengan santai sebelum sidang kedisplinan. Karena namamu terbawa dalam video ini, untuk memberatkan pak Teo, kau akan kami panggil sebagai saksi. Jika ingin lebih memberatkan lagi, kami butuh bukti yang kuat."


"Apa pak Teo akan di pecat?" tanya Zean.


"Kemungkinan terburuk ya, tapi kita perlu melakukan persidangan yang panjang. Kami juga akan memanggil nama yang lain yang disebutkan dalam video itu."


Zean terbelalak, ia akan membuat Brian kelelahan dengan masalah ini. "Apa kita harus memanggil mereka?"


"Kemungkinan ya sebagai saksi, kita tak bisa melakukan tindakan tanpa saksi saksi ini."


Zean menghela nafasnya. "Tapi mereka mungkin tak tahu masalah ini, mengapa harus memanggil mereka pak?"


"Tak perlu khawatir, kami akan meminta sedikit waktu disela pekerjaan mereka sebagai dokter. Dan tugas kepolisian tentu saja melindungi para saksi." ujar pak komisaris.


Zean berpikir dengan keras, jika bukti visum dan cctv tentang pemukulan Teo diserahkan oleh Brian, maka akan menimbulkan permusuhan yang lebih berat diantara mereka. Jika sampai Teo dipecat, maka Zean yakin Teo akan membalaskan dendamnya pada Brian.


"Kami tahu kekhawatiranmu Zean, tapi inilah prosedurnya."


"Maaf pak, aku tak berani menolak permintaan kepolisian. Ini sudah menjadi prosedur yang benar." jawab Zean.


"Kami akan menemui pak Teo sekarang, seharusnya ia bisa menjelaskan semuanya. Dan kau boleh kembali Zean."


"Siap pak, terima kasih." jawab Zean seraya pamit keluar ruangan.


Zean segera ke ruangannya sendiri dan menghubungi Brian. Ia akan menceritakan semuanya sebelum surat panggilan sebagai saksi keluar. Ia tak ingin Brian terkejut dengan masalah ini. Dan tentu saja, ia juga harus berbicara pada keluarganya.


*****

__ADS_1


Happy Reading All...😘😘😘


__ADS_2