
Mama Nindi pulang dari luar negeri. Melihat putri nya tidak ada di rumah, bahkan asisten rumah tangga pun, memilih bungkam tidak memberitahu bahwa Sherina kabur dari rumah.
Bibi Ria tidak tahu dengan inti permasalahan dengan Anton. Soalnya sewaktu Sherina mau di nodai malam itu, Bibi Ria sedang tidak ada di tempat kerena pulang kampung.
"Biiiiiiiiii ...!" Panggil Mama Nindi ketika sudah sampai rumah, duduk di sofa ruang tamu dan menyandarkan kaki nya di meja.
Bibi Ria segera datang, soalnya Mama Nindi tidak suka dengan orang lelet.
"Ada apa Nyonya?" tanya Bibi Ria.
Mama Nindi melihat seluruh nya, namun tak ada anak. Mama Nindi juga mendapatkan laporan, bahwa anak nya tersebut sangat nakal kata suaminya. Serta suka menentang Anton di rumah, seakan tidak di hargai sebagai seorang ayah.
"Sherina mana? Gue pingin jumpa sama Sherina." Ujar nya, sambil mencari-cari Sherina.
Bibi Ria diam, agak bingung untuk menjelaskan tentang Sherina. Soalnya Sherina sudah pergi dari rumah sekitar satu minggu yang lalu, mereka pun tidak tahu kabarnya. Karena Sherina mengangkat telponnya, ketika di hubungi oleh Bibi Ria dan para pekerja.
"Bibiiiiii! Kenapa diam? Di jawab dong pertanyaan saya!!!" kata Mama Nindi seakan semua terdiam.
"Maaf, Nyonya. Nona Sherina sudah ..."
Ngomong tertatih-tatih dan tak jelas, jika majikan nya tersebut. Tahu keadaan sebenarnya pasti marah.
"Jawabbbbbbb!"
"Baik, Nyonya. Nona Sherina kabur dari rumah sekitar satu minggu yang lalu." Jawab Bibi Ria agak ketakutan berbicara seadanya, walau pun Bibi Ria. Tahu suatu informasi bahwa Anton suami Nindi, hendak menodai Sherina pada malam itu.
Mereka tidak tahu kejadian sebenarnya, cuma waktu itu Sherina berlari kearah Irfan sopir pribadi yang sedang duduk dekat pagar rumah tersebut.
Mendengar ada keributan di atas lantai dua dekat balkon. Sherina keluar dari lantai dua tersebut, meminta tolong kepada Irfan untuk menolong nya. Namun Anton cepat berlari dan Sherina kabur kerumah Sasi tetangga nya takut dapat saat di kejar Anton.
Irfan yang melihat kejadian tersebut, mendapat ancaman dari suami Nindi, jika memberitahu bahwa Anton akan menodai anak tirinya, akan melakukan pemecatan jika seluruh nya tahu.
__ADS_1
"Apaaaaaa? Sherina kabur? Tidak mungkin Sherina kabur! Anak saya itu tidak pernah macam-macam. Ada masalah apa sampai Sherina kabur dari rumah?" tanya Nindi sampai marah sekali, lalu mengambil ponsel nya dan menghubungi anaknya.
"Saya tidak tahu, Nyon. Sewaktu kejadian kan saya tidak ada di tempat?"
"Kalau kamu tidak ada di tempat! Bisa minta tolong Irfan untuk mencari! Kalian jangan diam saja dong, itu anak saya!" Nindi menyalahkan semua orang yang ada dirumah.
"Te-Tetapi Nyon_"
"Te-Tetapi apa? Kerja kalian gak becus sama sekali!" Nindi naik pitam dan mencoba menghubungi anak nya, namun tidak di angkat.
Anton baru selesai mandi tersebut, langsung keluar dari kamar. Ketika melihat dari cctv bahwa istri nya sudah pulang dari luar negeri saat itu.
"Istriku sudah pulang?" Anton berlagak sok manis pada istri sendiri. Demi menutupi kejadian yang terjadi di malam itu.
"Sayang, gimana ini? Kamu kenapa tidak bisa menjaga anak aku?" menjawab sok lembek dan mengadu penuh kelembutan.
"Bibi Ria, kamu pergi saja dari sini! Biar saya yang ngomong sama istri." Takut rahasianya terbongkar.
Seluruh pekerja di rumah, tahu bahwa Anton hendak menodai Sherina. Mereka mendapatkan pengancaman, bahwa siapa pun yang memberitahu. Maka akan mendapatkan sesuatu dan hidupnya di pastikan tidak aman.
Para bawahan butuh pekerjaan. Untuk menafkahi para anak mereka, jika mereka kehilangan pekerjaan. Mau di kasih makan apa anak-anak.
"Sayang, Sherina putri kamu itu bandel banget dianya! Dia bilang saya tidak akan pernah menjadi Ayahnya, putri kamu bilang jangan mengatur kehidupan nya! Saat Sherina waktu itu pulang lama dari kampus." Anton membolak balikan fakta.
"Masa putri saya berbicara itu? Soalnya putri saya selalu sopan, terhadap orang lain suamiku." Jawab Nindi menjadi bingung terhadap omongan suami.
Anton berusaha untuk menghasut Nindi karena benci dengan Sherina. Yang sudah menolak nya, untuk berhubungan ranjang satu malam dengan nya.
"Aku akan memberikan kamu pelajaran Sherina! Karena sudah menolak melakukan itu satu malam." Gumam Anton dalam hati dan ingin menjalan kan rencana busuknya tersebut.
"Jadi gimana? Kita cari saja Sherina?"
__ADS_1
"Kita cari dong sayang! Bagaimana pun Sherina itu anak, saya." Jawab Nindi belum tahu kebenaran cerita dan akan mempertanyakan kepada Sherina. Nindi tidak mau mendengarkan satu pihak.
"Baik lah, kamu hubungi dulu putri kamu sekarang." Perintah Anton.
Anton dan Nindi akan mencari Sherina sampai dapat. Lalu membawa Sherina untuk pulang kerumah tersebut, Nindi terlihat kuatir dengan anak perempuannya tersebut.
Sebab Sherina tidak pernah memilih kabur dari rumah. Namun Nindi tidak mengetahui gerangan apa, yang membuat anak perempuannya tersebut kabur.
"Anton, selama saya pergi keluar negeri, anak saya ada menyampaikan, hendak mau pergi kemana? Ada gak dia permisi sama kamu waktu mau kabur?"
"Namanya mau kabur! Pasti tidak ada permisi dong Nindi," jawab Anton, menutupi kepergian Sherina dari rumah.
Anton sudah membungkam mulut-mulut yang bekerja di rumah tersebut. Mengancam akan memecat mereka, jika memberitahu kronologis sebenarnya atas kaburnya Sherina waktu itu.
Anton tidak mau tahu, bahwa Nindi tidak boleh mendengar alasan kaburnya Sherina karena Anton, hendak menodai Sherina sewaktu Nindi keluar negeri.
Anton tidak mau rumah tangga mereka hancur. Sebab jika rumah tangga hancur maka Anton akan pusing sendiri, untuk mencari wanita lain. Sebab Anton sudah dua kali menikah dan dua kali mempunyai selingkuhan.
Semenjak menikah sama Nindi, pria itu memutuskan. Tidak lagi berhubungan dengan selingkuhannya, karena Nindi menyuruh Anton supaya tidak berhubungan lagi.
"Jadi kamu benaran tidak tahu?" tanya Nindi lagi.
"Tidak sayang, aku benar-benar tidak tahu dengan kaburnya Sherina," wajah Anton terlihat pucat, sebab Anton berpikir pasti Nindi mengetahui dari yang lain.
Ternyata Anton masih beruntung, sebab seluruh pekerja yang ada dirumah. Takut untuk memberitahu bahwa Sherina hampir menjadi korban penodaan.
"Hmm sebenarnya putri kamu mau aku nodai waktu itu, maafkan aku ..." Anton berbicara di dalam hati.
Nindi masih terlihat panik, lalu mengerahkan seluruh asisten nya. Untuk mencari keberadaan Sherina, mereka harus bisa mendapatkan Sherina.
"Tolong kalian cari Sherina! Kalian harus bisa menemui keberadaan Sherina." Perintah Nindi.
__ADS_1
Nindi akan membayar berapa pun yang penting putrinya, bisa di temukan dengan selamat. Sebab Nindi tidak banyak mengentahui teman-teman Sherina karena anak itu tertutup dengannya dan tak pernah banyak mengobrol.