
Dosen Rangga yang memberikan terbaik dalam pengobatan Sherina. Semakin membuat sang dosen merasakan getaran cinta yang sesungguhnya.
"Sherina, istirahatlah. Bapak mau buat bubur ayam untuk kamu," tutur dosen Rangga.
Dosen Rangga memapah Sherina untuk berbaring. Pria ini melihat Sherina sedang kepanasan karena rambut panjangnya sedang tergerai. Suhu semakin panas dan Sherina semakin kepanasan.
Rangga langsung peka dengan keadaan, mengambil ikat rambut Sherina. Mengikat rambut mahasiswinya dengan tulus. Pria ini tanpa sengaja langsung mengecup kening Sherina.
"Tidur yang nyenyak, Sherina." Dosen Rangga mengecup kening Sherina.
Spontan Sherina menjadi salah tingkah, saat sang Dosen mencium dirinya. Wanita ini menjadi salah tingkah dan memejamkan matanya untuk sesaat.
Rangga spontan mengecup pipi Sherina langsung salah tingkah, langsung keluar dari kamar wanita itu sambil menggaruk kepalanya. Pria ini menuju dapur untuk memasak bubur ayam, supaya perut Sherina berlahan-lahan sembuh.
Rangga mengeluarkan bahan-bahan dari kulkas. Di siang hari disaat hari minggu Rangga tidak memilih jalan-jalan dengan temannya, melainkan menjaga Sherina yang baru pulang dari rumah sakit.
__ADS_1
"Kamu harus makan yang banyak, kamu tidak boleh sakit lagi," gumam Rangga di dalam hati saat menyentuh bahan dapur.
Pria ini langsung bergerak, untuk memasak bubur ayam dan membuatkan jus alpokat untuk mahasiswinya. Setelah satu jam bubur ayam dan jus alpokat itu jadi, pria itu langsung membawa ke kamar.
Dosen tersebut melihat Sherina masih tertidur karena masih sakit, segera Rangga meletakkan makanan dan jus di atas meja dan membangunkan Sherina pelan-pelan takut wanita itu terkejut.
"Sherina bangunlah ...." tepuk Rangga menepuk badan Sherina.
Wanita itu belum bangun, Rangga memegang dagu wanita itu dan mendekati telinga wanita itu. Untuk berbicara lebih dekat di telinga Sherina supaya kedengaran.
Rangga sebenarnya merasa kasihan untuk membangunkan Sherina. Tetapi bagaimana Sherina harus bangun, untuk makan siang yang banyak supaya cepat sembuh.
"Sherina bangunlah," tepuk Rangga lagi.
Akhirnya Sherina terbangun, saat ada yang menepuk bagian bahunya. Wanita ini terbangun, ternyata dosen Rangga yang berusaha membangunkan dirinya.
__ADS_1
"Dingin, Pak," sahut Sherina saat dosen Rangga menyalakan Ac.
Melihat ke arah Sherina, ternyata wanita itu tidak memakai jaket. Segera Rangga mengambil jaket wanita itu dari dalam lemari dan memasangkan ke tubuh Sherina.
"Biar saya yang pasang jaketnya, silahkan angkat kedua tangan kamu ke atas. Supaya jaket ini bisa terpasang," ujar Rangga penuh perhatian.
"Iya, Pak."
Sherina menoleh ke arah sang Dosen, betapa tulus Rangga dalam merawatnya. Walau sudah tinggal satu rumah dengan Rangga selama hampir satu tahun, Sherina tidak pernah menyebut dosennya tersebut dengan sebutan nama. Selalu menyebut dengan sebutan bapak.
"Makanlah, biar saya suapi. Kamu makan yang banyak, bubur ayam ini bagus untuk kesehatan kamu dan bisa menyembuhkan penyakit asam lambung kamu," tutur dosen Rangga mengaduk bubur ayam itu dengan sendok.
"Masih panas kah, Pak?" tanya Sherina tidak mau memakan yang panas.
"Tidak, Sherina. Makanan ini sudah Bapak dinginkan terlebih dulu." Tangan kiri Rangga membelai rambut Sherina yang sudah diikat lalu Rangga tersenyum sumringah.
__ADS_1
"Pasti enak? Soalnya Pak Rangga yang masak ini semua." Belum mencoba makanan itu Sherina sudah memuji keahlian dosennya dalam memasak makanan yang enak.