
Di kampus sudah banyak yang tahu, bahwa Rangga dan Sherina tinggal satu rumah. Ceri menggunjing menyampaikan berita buruk tentang kebenaran fakta yang didapatkan saat mereka mengikuti Sherina dan Rangga di parkiran.
"Hai Guys ada berita menggemparkan saat ini dong," teriak Ceri mengumpulkan para mahasiswa dan mahasiswi kampus pada pagi itu, sebelum acara kampus dimulai.
Semua berkumpul sesuai dengan arahan Ceri saat itu. Kini sudah banyak fakta didapatkan tentang kedekatan Dosen Rangga dan Sherina. Bahkan Ceri menuding kalau sudah satu rumah berarti sudah berbuat hal tidak senonoh.
"Berita apa ...?" tanya para mahasiswa terlalu kepo ingin tahu, mencampuri urusan privasi orang lain.
"Begini saya mendapatkan informasi bahwa Dosen Rangga dan Sherina sudah tinggal satu rumah serta mungkin mereka sudah menikah," ucap Ceri menuduh bawa Sherina dan Rangga sudah menikah.
__ADS_1
Pemberitaan itu menjadi hal menggemparkan di kampus. Semua tersipu sudah di bius dengan hal bersifat opini, mereka terlalu percaya dan sudah berasumsi bawa hal itu benar.
"Masa sih Dosen Rangga sudah menikah dengan Sherina?" tanya sebagian yang masih tidak percaya.
Sebagian merasa dilema dan cemburu idola kampus ternyata selama ini dekat Sherina dan mereka juga pengen satu rumah dengan Dosen Rangga. Supaya melihat idola di rumah Rangga, banyak mahasiswi mencintai Rangga dan diam-diam kagum. Terutama dengan Ina teman satu geng Ceri, menyukai pak Dosen tetapi Pak Dosen tidak menyukai Ina.
"Ahhh tidak mungkin Dosen ganteng aku menikah dengan Sherina! Gadis penyakitan itu," sambung Ina merasa patah hati.
Diam-diam Elena langsung berlari, menuju ruangan pak Dosen. Untuk menyampaikan berita menggemparkan seisi para mahasiswa dan mahasiswi saat itu.
__ADS_1
"Pak Dosen gawat ... gawat ...," sapa Elena terlihat panik.
Rangga sedang menilai tugas yang diberikan kepada mahasiswa mahasiswanya, menjadi berhenti sejenak menilai. Menatap ke arah Elena berhenti memegang pulpen di tangan kanannya saat itu.
"Ada apa, Elena? Mengapa kamu terburu-buru dan terlihat panik begini?" tanya Dosen Rangga.
"Begini, Pak. Anak kampus sudah banyak yang tahun, bawa Bapak dan Sherina tinggal satu rumah. Saat Bapak dan Sherina satu mobil di parkiran, Ceri dan teman-temannya mengikuti Bapak dari belakang. Mereka menuding Bapak dan Sherina sudah menikah dan berbuat senonoh. Kasihan banget nasib Sherina selalu saja apes ...," ujar Elena merasa kasihan, banyak saja masalah datang dalam hidup Sherina.
Diuji dengan mental down, diuji dengan kesehatan, diuji dengan masalah keluarga dan diuji dengan masalah bully saja masih menguatkan mental Sherina. Masalah yang dihadapi oleh wanita ini, sempat membuat Sherina hampir mau bunuh diri.
__ADS_1
Namun, bunuh diri Sherina dihalangi oleh Septian. Pedekate di masa lalunya dulu dan merasa peduli dengan Sherina, sejuta masalah menghampiri anak perempuan ini.
Rangga tidak masalah dirinya dihina, tetapi pria ini tidak suka yang terkena imbas dari pemberitaan tidak benar ini adalah Sherina yang masih sakit. Demi menjaga mental Sherina supaya sehat, sebagai pemilik dari kampus tersebut Rangga memerintahkan HRD nya untuk membuat pernyataan bawa Ceri dikeluarkan dari kampus, beserta pada gengnya. Tindakan tegas Rangga ternyata menyeramkan juga, membuat Elena tidak habis pikir dengan tindakan Rangga.