Dosen Ku Suamiku

Dosen Ku Suamiku
Cemburuan


__ADS_3

Rangga terlihat cemburu saat di universitas milik Rangga. Mahasiswi kampusnya bernama Sherina jalan dengan teman waktu kecilnya bernama Septian.


Saat melihat Sherina pulang, Rangga yang baru membuat bubur ayam. Saat hendak memakan bubur ayam sekitar jam 8 malam Sherina baru muncul di depan pintu tanpa bersuara.


"Kamu sudah tidak punya sopan santu lagi kalau balik. Kamu bisa ngomong mengucap permisi!" ujar Rangga melihat Sherina muncul dan diam.


"Maaf, Pak. Pintu sudah terbuka makanya tidak Saya ucapkan, Pak." Sherina meminta maaf atas ketidaksopanan tersebut dan harap di maklumi oleh Rangga.


"Terbuka atau tidak buka pintu, tetap kamu harus mengucapkan selamat malam atau pun permisi! Itulah namanya sopan santun di junjung tinggi."


Rangga sebenarnya cemburu namun tidak terlalu dilihatkan. Sebab gengsinya masih terlalu tinggi untuk berkata jujur kepada Sherina mengenai perasaan yang tidak jelas ini.


"Baik, Pak. Besok saya tidak akan mengulangi kesalahan lagi," kata Sherina sambil meminta maaf.


"Iya!"

__ADS_1


Rangga cuek lagi tak peduli, setiap kali Sherina jalan bersama pria lain. Pasti Rangga akan terlihat cuek karena cemburu kepada Sherina, semenjak Sherina mulai sembuh bahkan Sherina kini sudah mulai bebas jalan-jalan.


"Bapak makan apa?" tanya Sherina melihat Rangga makan bubur ayam.


"Kamu sudah lihat makan bubur ayam, pakai nanya segala!" ucap Rangga dengan cueknya tak ada perhatian.


"Baiklah Pak, gue ke kamar dulu," Sherina permisi.


"Cieeeee gimana jalan-jalan sama Septian apakah menyenangkan?" tanya Rangga sama Sherina.


Rangga bertanya karena ingin tahu seluk beluk Septian. Ketika ditanya tentang Septian wanita ini bersemangat untuk menceritakan sahabat kecilnya tersebut masih sama seperti dulu.


"Oh Septian itu orangnya royal, baik dan humble, Pak." Sherina tersenyum ketika menceritakan tentang Septian.


"Hmm semangat banget ceritakan anak orang sama gue," ujar Rangga merasa tidak suka saat Sherina memuji Septian.

__ADS_1


"Kenapa sih Pak saat membicarakan Septian mimik wajah sudah berubah?" tanya Sherina penasaran.


Setiap hal membahas Septian, pasti Sherina memperhatikan mimik wajah Dosen Rangga tersebut berubah total. Rangga seperti tidak suka nama Septian di bicarakan saat mereka berbicara berdua.


"Gak suka saja!"


"Alasan Bapak tidak menyukai Septian kenapa sekarang?" tanya Sherina kepada Rangga merasa aneh saja.


Mereka tidak dekat, tidak akrab dan tidak berteman. Aneh saja jika Rangga membenci atau tidak suka sama Septian, sebab sampai sekarang tidak tahu alasannya mengapa Rangga tidak suka jika Septian dibicarakan sama Sherina.


"Gue tidak suka, itu urusan Saya dan tidak perlu di ungkapan." Rangga marah dan masuk kedalam kamarnya meninggalkan Sherina di ruang tamu.


Rangga jika cemburu membuat Sherina serba salah. Sebab Rangga tidak langsung berbicara mengenai hatinya, jika cemburu katakan cemburu dan jika tidak cemburu katakan tidak cemburu.


Alasan itu yang ingin Sherina dengarkan dari Dosennya tersebut. Sherina juga merasa aneh jika Sherina dekat dengan pria lain pasti tatapan Rangga merasa kurang senang dan mood nya berubah seketika.

__ADS_1


"Dosen Gue lagi salah minum obat," gumam Sherina dalam hati merasakan dongkol sama pria itu, ketika pergi begitu saja tanpa menceritakan alasannya.


Sherina lalu masuk ke kamar Rangga untuk mengambil buku


__ADS_2