Dosen Ku Suamiku

Dosen Ku Suamiku
Masalah Itu


__ADS_3

Nindi tidak percaya bahwa anak perempuan nya tersebut, di nodai oleh seorang pria yang kini menjadi suaminya tersebut. Anton menurut Nindi tidak mungkin bisa melakukan itu, karena Sherina adalah anak kandung dari Nindi.


"Sherina ... Kamu tidak boleh bohong sama Mama? Mana mungkin Ayah kamu mau menodai kamu," suara Nindi sangat kencang saat itu.


"Maaaa ... Ini benaran! Dia hendak menodai aku malam itu."


Nindi menatap kearah suami dengan serius untuk menanyakan hal ini, soalnya Nindi tidak percaya akan hal itu. Anton ketakutan untuk menatap.


"Jawab sayang? Benar tidak kamu mau menodai anak aku!" tanya Nindi kepada Sherina.


"Tidak Sayang! Aku tidak pernah hendak menodai anak kita!"


Anton tidak jujur, soalnya konsekuensi yang akan dia hadapi adalah sebuah perceraian jika jujur. Anton tidak mau rumah tangga nya rusak lagi, merasa rugi rasanya jika mencari yang lain lagi.


"Nah! Kalian lihat berdua kan, Om Anton mengatakan yang sejujurnya, bahwa dia tidak berbohong?" membela suaminya, tanpa memikirkan anak nya.


"Bela saja terus suami, Mama! Jangan pernah pikirkan perasaan anak, Mama." Sherina semakin terguncang hati nya, saat Mama yang merupakan Ibu yang melahirkan nya tersebut, lebih membela Anton yang baru menikah dengan nya.


"Kenapa? Lagian kamu bohong jadi anak sekarang, pokoknya apa pun alasan nya mari pulang!" Nindi menarik tangan anak nya tersebut, namun Rangga lagi-lagi menahan tangan Sherina.


"Jangan di paksa Bu, kalau Sherina nya tidak mau pulang ...! Biarkan saya yang menasehati nya," merasa kasihan melihat Sherina, harus berhadapan dengan orangtua yang keras dan tegas.


Rangga tidak suka dengan cara mereka berdua, menarik paksa Sherina. Rangga tidak akan membiarkan Sherina dibawa, sebelum trauma Sherina menghilang.


"Bisa apa kamu? Kamu gak usah sok perhatian sama anak saya! Saya, Ibunya berhak atas hidupnya," semakin Nindi memaki-maki Rangga, Nindi tidak suka jika dosen Rangga ikut campur dalam urusan pribadi mereka.


"Buk, bisa tidak ngomongnya dengan kepala dingin? Jangan terbawa emosi begini jadi orang?" Rangga tidak suka di kasari, karena Rangga sangat sensitif dengan omongan kasar.

__ADS_1


"Pak, sudah. Tolong maklumi orangtua saya yang telah salah," bisik Sherina mendekat ke telinga Rangga.


"Mau sampai kapan mereka keras begini sama kita?" Rangga tidak kuat lagi, Rangga punya hak, untuk mengusir kedua orang tersebut dari rumahnya.


"Ka-Kamu, tidak perlu ikut campur! Saya akan tetap membawa Sherina pulang,"


"Sherina tidak mau pulang ...! Sherina lebih takut balik kerumah, tetapi suatu saat Mama tidak ada, Sherina bisa di nodai sama Om Anton," trauma mendalam dan sampai sekarang masih membekas di hatinya.


"Apa maksud kamu? Oke kalau kamu tidak mau pulang, Mama tidak akan memfasilitasi lagi kamu, dari mobil, kartu kredit dan atm akan Mama sita, biar kamu jatuh miskin dan cari Mama!" ancaman dari Nindi.


Sherina tidak takut melepaskan yang dia punya. Karena Sherina bisa bekerja paruh waktu sambil kuliah, saat ini ada Rangga yang akan selalu mendukungnya.


"Buk, jika anak sudah tidak mau kembali lagi kerumah! Sudah lah jangan di paksa, semoga saja seiring waktu, hubungan kalian semakin membaik," kata seorang Dosen yang memang-memang dewasa.


Rangga akan membantu Sherina, Rangga akan membiayai sekolah Sherina. Jika Sherina mau di bantu oleh Rangga sebagai dosen dan mahasiswi.


Rangga akan tulus membantu Sherina, karena Rangga pernah berada di posisi tersebut saat kecil. Namun beda nya Rangga mempunyai sosok Ayah sambung yang baik, yang mampu mengayomi Rangga dan Mama.


Sedangkan Ayah kandung Rangga dari kecil sudah tidak pernah bertemu dengan Rangga lagi, semenjak perceraian tersebut terjadi saat itu. Membuat Rangga membenci Ayahnya sendiri.


Rangga memang sangat menyanyangi Ayah tirinya, bahkan Ayah tiri dan Mama tidak mempunyai anak kandung. Namun cinta Ayah tiri tulus untuk Rangga. Memberikan seluruh harta nya untuk di wariskan ke Rangga sewaktu meninggal dunia.


Semenjak kehilangan kedua orang yang sangat penting. Rangga sempat mau frustasi namun dia sadar kembali. Kini Rangga tinggal sebatang kara dan tidak mempunyai siapa-siapa dalam hidupnya.


"Baik Ma! Aku akan melepaskan semua harta itu dan tidak akan pernah kembali kerumah lagi," janji Sherina tidak akan pernah kembali lagi, jika Mama masih saja membela suami keduanya.


"Kita lihat saja! Sampai mana kamu bertahan pisah dari Mama! Kamu mungkin hanya bisa bertahan seminggu," menyepelekan anak kandungnya tersebut.

__ADS_1


Nindi tidak yakin bahwa anak nya tersebut bisa hidup mandiri. Nindi tidak percaya anak nya bisa berdiri sendiri, tanpa bantuan dari seorang Mama.


"Oke... Kita lihat saja Ma, sampai Mana Mama akan mencari aku? Jangan mencari aku suatu saat nanti, jika di campakkan oleh suami Mama ini," jawab Sherina.


"Mama tidak akan di campakkan."


"Hati tidak akan ada yang tahu? Mungkin saat ini Om Anton cinta sama Mama, suatu saat tidak tahukan? Mana tahu Mama dicampakkan oleh Anton," kata Sherina sambil tersenyum.


"Kauuuuuuuu ...!" Nindi marah.


Sherina tidak yakin, bahwa Anton akan selamanya setia terhadap Mama. Bahwa di lihat dari nekatnya, hendak menodai Sherina waktu itu. Bisa di pastikan bahwa Anton adalah orang yang terlalu berani.


"Suatu saat aku juga bisa pastikan sambil mencari bukti ... Bahwa suami Mama ini mau menodai aku dan pernah bilang ke aku pas Mama tidak. Bahwa dia mencintai aku dari pada Mama," Sherina berkata sejujurnya dengan kegilaan Anton.


"Sherina ... Hentikan! Tidak mungkin Anton berbicara seperti itu, kamu jangan bohong sama Mama." Nindi tidak mau Sherina menyebutkan, bahwa Anton menyukai putrinya tersebut.


"Anton, benarkan kamu menyukai anak aku sekarang?" Nindi cemburu kepada anak sendiri.


"Tidak! Tidak! Tidak, Sayang. Mana mungkin aku menyukai anak tiri," pria itu menggelengkan kepalanya seakan pura-pura lugu dan tidak tahu apa-apa.


"Serius kamu sayang?"


"Serius sayang."


Sherina hanya bisa menertawakan tingkah konyol Anton. Sebab berpura-pura baik di depan Mama nya tersebut, seakan Sherina sudah tahu kebejatan Ayah tirinya tersebut saat ini.


Bahkan Sherina juga mendapatkan informasi dari yang lain. Bahwa Anton pernah menodai seorang perempuan yang merupakan beby sister anaknya sendiri. Sehingga terjadi keributan besar di antara Anton dan Istri pertama saat itu.

__ADS_1


Nindi yang sudah makan cinta, seakan percaya saja. Bahwa sosok suami keduanya tidak salah, karena Nindi tidak pernah mendapatkan Anton genit sama yang lain saat mereka dekat.


Anton terlalu kalem terhadap Mama Nindi jika jumpa.


__ADS_2