
Seiring bersama Sherina dan Rangga merasakan detak cinta. Tetapi keduanya cinta di dalam diam, pada suatu hari sepulang Sherina dari rumah sakit. Septian orang yang pernah dekat dengan Sherina mengetahui Sherina sakit dari Alena.
Pria itu menjenguk Sherina ke rumah Rangga sekaligus membawa oleh-oleh. Septian melangkah menuju pintu rumah Rangga dan pria itu mengetuk pintu. Saat itu Rangga dan Sherina sedang santai di sofa ruang tamu dan masing-masing memainkan ponselnya saat itu.
Tok Tok Tok Tok
"Siapa yang bertamu hari minggu, gak lihat apa lagi suasana weekend," ujar Rangga sambil berceloteh.
Kebetulan Cctv terpampang jelas, di dekat Sherina duduk. Wanita itu mengamati siapa tamu yang datang, wanita itu langsung mengenal ternyata Septian datang untuk menjenguknya.
"Septian ...," tutur Sherina kegirangan, belum lagi Ranga membuka pintu, wanita itu sudah terlebih dulu membuka pintu.
Rangga hanya bisa terdiam, wajahnya terlihat memerah bertanda tidak suka dengan kedatangan orang yang menyukai Sherina tersebut. Rangga hanya bisa diam, menatap ke arah keduanya yang sedang berbincang-bincang.
"Septian ...," panggil Sherina.
__ADS_1
"Sherina ...," sahut Septian.
"Kamu ada acara apa datang ke sini?" tanya Sherina, tidak menyangka ternyata Septian masih peduli terhadap dirinya.
"Aku mendengar dari Alena, kalau kamu sedang sakit. Aku juga tahu dari Alena bawa kamu sudah pulang dari rumah sakit,"
"Wah, terima kasih atas perhatian kamu Septian. Mari kita duduk di sofa saja," ucap Sherina mempersilahkan Septian untuk masuk.
Saat itu wajah Rangga macam tomat, pria itu pemilik rumah. Tetapi Septian seenaknya melangkah tanpa izin terhadap Rangga pemilik rumah. Pria itu sejenak diabaikan oleh Sherina, membuat dirinya semakin membenci Septian.
"Keluar! Ini rumahku, jangan seenaknya masuk tanpa izin dengan orang yang punya rumah. Apa kamu tidak pernah diajarkan sopan santun." Rangga mengkritik tentang sopan santun Septian.
"Masuklah, Septian. Tidak apa-apa hiraukan saja Dia,"
Rangga menjadi kesal, saat Sherina memberikan masuk Septian. Tanpa mendengarkan omongan dirinya, Rangga langsung melotot ke arah Sherina.
__ADS_1
"Izinkan dia masuk, dia hanya ingin melihat aku." Sherina memohon kepada Rangga.
Rangga menjadi cuek dan pergi ke kamarnya karena rasa kecewa. Membiarkan mereka untuk berduaan diselimuti rasa cemburu dan di dalam kamarnya. Pria ini mengontrol Sherina sedang bersama Septian di ruang tamu.
Semakin mengawasi semakin membuatnya terbawa api asmara cinta. Septian dan Sherina terlihat romantis, tiba-tiba Septian memeluk Sherina karena kangen. Begitu pula dengan wanita itu membalas pelukan Septian saat itu.
"Aku kangen kamu," Septian langsung memeluk Sherina.
"Aku juga kangen kamu," Sherina langsung mencubit hidung Septian.
Rangga yang sudah merasakan getaran cinta menjadi cuek. Pria ini terlihat sedih dan bercampur aduk, ingin rasanya keluar berteriak marah. Wanita yang dicintai jangan disentuh sedikit pun oleh pria lain, tetapi Septian malah memeluknya.
"Dasar bajingan, sudah tahu aku mencintai Sherina," gumam Rangga memukul dinding kamarnya.
"Kamu sakit apa sih, Sherina? Apakah penyakit gerd kamu belum sembuh?" tanya Septian.
__ADS_1
"Belum masih sakit, bahkan lama proses pemulihannya," jawab Sherina.
Rangga bisa mendengar pembicaraan mereka dari cctv, cctv di rumah Davin menggunakan suara yang bisa terdengar jelas inti pembicaraan di dalam rumah tersebut. Rangga menjadi tidak suka dengan pria itu, semenjak selalu memberikan perhatian lebih kepada Sherina.