Dosen Ku Suamiku

Dosen Ku Suamiku
Ketahuan Tinggal Satu Rumah


__ADS_3

Ceri yang sedang menjenguk saudaranya di rumah sakit yang sama. Dimana Sherina juga sedang berobat di rumah sakit tersebut bersama Rangga.


Saat Rangga dan Sherina melewati pintu keluar rumah sakit, mereka secara tidak sengaja berpapasan dan Sherina sedang didorong menggunakan kursi roda oleh Dosen Rangga karena belum mampu berjalan karena masih lemah.


"Pak Dosen ..." Ceri tercengang saat menyapa Dosennya tersebut, bersama dengan mahasiswi yang tak lain adalah musuhnya sendiri.


"Ceri ..." Dosen Rangga terkejut, bahkan sebenarnya Rangga tidak ingin ada yang tahu bahwa mereka sudah satu rumah, bisa merusak penilaian mahasiswi terhadapnya sekarang.


"Pak, ngapain di sini? Lah kenapa sama Sherina?" tanya Ceri tidak tahu apa-apa mengenai mereka.


Seluruh anak kampus belum mengetahui bahwa Dosen dan Sherina sudah tinggal selama 6 bulan. Mereka juga tidak pernah melakukan yang aneh-aneh di rumah tersebut hanya sebatas Dosen dan mahasiswi.


Bahkan mereka tidak pernah terlibat menjadi korban perasaan. Rangga fokus untuk penyembuhan gerd Sherina yang sudah akut dan bahkan parahnya lambungnya sudah rusak.


Butuh pemulihan dalam waktu lama dan prosesnya bertahun-tahun. Di saat Sherina tinggal bersama Dosen Rangga saat itu mereka mendengar bahwa Mama Nindi sudah hamil anak dari Anton, hingga mereka sama-sama sudah tidak peduli lagi dan menggangap Sherina sudah tidak ada lagi dalam hidup mereka.


"Tadi tak sengaja saya ketemu Sherina di rumah sakit. Terus Sherina sendirian berobat kesini tanpa dampingan keluarga saat berada disini." Rangga terpaksa berbohong, demi menjaga nama baik Sherina.


Rangga tidak mau masalah Sherina di ketahui banyak orang. Termasuk sakit Sherina dan Sherina berasal dari keluarga yang mendapatkan perhatian seperti terasingkan karena kasihan Sherina.


Cukup Alena saja yang mengetahui bahwa Sherina menjadi terasingkan. Semenjak Mama Nindi menikah lagi dengan Anton paman dari Ceri bahkan nyaris Sherina sempat hampir menjadi korban penodaan Anton.


"Oh ketemu disini, Pak. Gak perlu di tolong Pak, ya elah. Orangtuanya saja pasti lagi fokus ngurus lakinya yang kegatalan tersebut kok mau menikah sama suami orang." Ceri masih suka menyindir Sherina.


Ceri tidak terima semenjak Tante Kayla bercerai dengan Anton. Tante Kayla menjadi hilang semangat dan tak bersemangat lagi dalam menjalankan hari-hari.

__ADS_1


Karena nyeseknya menjadi korban dari selingkuhan suami. Bahkan berujung kesebuah perceraian karena pelakor dan membenci si pelakor sampai saat ini karena sudah menghancurkan kebahagiaan anak-anak mereka.


"Ceri ... Gue bukannya gimana? Gue juga tidak setuju Mama menikah lagi! Janganlah kamu memojokkan saya seperti ini." Sherina tidak suka menjadi pelampiasan dari kemarahan Ceri yang belum redam.


"Sama saja kan! Kamu anaknya karena itu aku membenci dirimu," kata Ceri belum bisa memaafkan.


Rangga mendamaikan mereka dan meminta Ceri jangan mencari keributan dulu, mungkin butuh waktu untuk mereka untuk berusaha damai karena masalah orangtua Sherina yang sudah berebut suami Tante Kayla.


"Sudah jangan bertengkar! Ceri bisa tidak cari keributan atau berbicara mengenai ini tunggu Sherina sembuh saja? Kamu lihat kan dia masih lemah lunglai begini, coba kamu masuk dalam kehidupan Sherina, kamu pasti akan iba dengan kisah pilu yang di hadapi Sherina." Rangga keceplosan dengan kehidupan Sherina.


"Bapak kok tahu banget dengan masalah yang dihadapinya? Apakah Bapak sudah lama dekat dengannya?" Ceri semakin curiga semenjak Rangga keceplosan tahu banyak tentang Sherina.


"Bukan begitu Sherina ... Soalnya kami sempat berbincang-bincang sedikit mengenai rumah," jawab Rangga dengan hati-hati takut melukai hati Sherina.


Sherina merasa kagum dengan Dosennya tersebut. Disaat terpuruk pun tidak memburukkan dirinya, namun berusaha melindungi dirinya dari berbagai ancaman bahaya.


Kehadiran Dosen Rangga dalam hidupnya mampu membangkitkan semangat Sherina kembali. Bahwa Sherina sempat berpikir bahwa sakitnya tersebut tidak akan sembuh karena sudah parah.


Namun Rangga menguatkan tidak ada yang mengetahui, bahwa kapan seseorang tersebut sembuh yang penting berusaha untuk mengobati. Rangga mengobati Sherina yang bahkan Rangga mencari tahu herbal yang bisa menyembuhkan penyakit Gerd akut dan menjaga betul makanan yang harus di makan oleh Sherina.


Untunglah Rangga banyak mempunyai wawasan. Mengenai penyakit dan cara menyembuhkannya melalui buku-buku yang pernah Rangga baca tentang kesehatan dan cara mengobati.


Rangga juga Dosen pintar yang bisa mengobati psikis mahasiswinya tersebut dengan memberikan wawasan dan pencerahan. Bahkan membawa Sherina heeling tempat alam hijau supaya pemikiran nya lebih tenang dan nyaman.


"Oh ... Aku pikir Bapak memiliki hubungan spesial dengannya."

__ADS_1


"Hmmmm bukan Ceri, hanya sebatas Dosen dan Mahasiswi," sambung Sherina tidak mau di tuding dengan hal yang tidak benar selama ini.


"Serius tidak ada hubungan apa-apa Pak? Kalau boleh tahu ini orang sakit apa Pak saat ini?" Ceri semakin kepo, tidak pernah terdengar kabar bahwa Sherina mempunyai sakit parah.


Ceri tidak mau mengobrol dengan Sherina karena ogah. Hanya berbicara kepada Dosen Rangga saja, mempertanyakan sakit Sherina sama Dosen Rangga dan pria itu pun bingung hendak menjawab.


"Sakit biasa saja Ceri. Cuma demam biasa saja," jawab Rangga sambil mengelus kepalanya karena banyak hal yang di sembunyikan, mengenai Sherina.


"Oh. Tetapi kenapa harus pakai kursi roda Pak saat ini?" tanya Ceri lebih dalam lagi, kalau penyakit biasa tidak mungkin sampai memakai kursi roda.


"Karena Sherina tidak sanggup jalan dan di papah. Akhirnya muncul ide bapak untuk memakai kan dia kursi roda."


"Manja banget sih jadi orang!" Ceri melihatnya lebay, tidak perlu memakai kursi roda jika hanya penyakit biasa saja.


"Ceriiiiiii ... Sudahlah."


Ceri akhirnya permisi sama Rangga, karena mau menjenguk anak tantenya di rumah sakit tersebut. Namun muncul niat Ceri dan Nina untuk mengikuti mereka diam-diam, soalnya Nina curiga mereka tinggal satu rumah di kediaman Rangga.


Rangga terus mendorong kursi roda tersebut sampai ke parkiran mobil, Ceri dan Nina tetap mengikuti Rangga dan Sherina di papah untuk masuk kedalam mobil tersebut.


"Loh tengok ... Rangga mau ngantar Sherina kemana? Gue curiga bahwa mereka sudah satu rumah sekarang." Nina semakin memikirkan kesana.


"Tidak mungkinlah ... Loh tahukan? Bahwa Pak Rangga itu cuek? Tidak mungkin Sherina tinggal di rumahnya." Ceri tidak percaya.


"Apa sih sekarang tidak mungkin? Semua bisa terjadi Ceri. Jangan polos-polos amat jadi orang, main loh kurang jauh." Protes Nina melihat sahabatnya tersebut terlalu polos dan kurang gaul.

__ADS_1


"Ya elah, gue gak pernah ngurus masalah dia dan gue hanya mengurus masalah Mamanya yang menjadi pelakor."


__ADS_2