
Anton menyepelekan fisik Sherina yang mudah sakit, tidak terima dengan perkataan Anton, membuat Rangga turun tangan membela orang yang dicintai. Tidak terima Sherina disakiti, Rangga menjadi garda terdepan dalam membela wanita itu.
"Jangan pernah anggap Sherina sebagai anak penyakitan. Anak kalian berhak untuk bahagia saat ini! Jangan rusak mental wanita ini karena ulah kalian." Rangga marah dan berada di depan, sedangkan Sherina berlindung di belakang tubuh Rangga.
"Kamu siapanya, mengapa kamu membela wanita ini? Coba kamu bayangkan sudah banyak kerugian yang kami terima, saat anak ini berada di rumah kamu," jawab Anton menyindir pengeluaran Sherina, selama menumpang di rumah Rangga.
Bahkan Anton juga mendapatkan kabar burung, bawa Sherina sering sakit dan sang Dosen yang banyak mengurus selama Sherina sakit. Bahkan mental wanita itu dihancurkan berlahan-lahan, oleh orang terdekatnya selama ini.
"Aku bangga bisa merawat dia, aku bangga bisa memberikan yang terbaik. Aku tidak merasa dirugikan, tetapi dari kejadian ini aku belajar, bahwa suatu hari nanti aku harus jadi Orang tua yang tidak menelantarkan anak sendiri," jawaban cerdas dari Dosen Rangga langsung menyindir keduanya.
__ADS_1
Terlihat Sherina sangat down, jantungnya langsung lemah. Tetapi Rangga langsung mengelus tangan Sherina, untuk menenangkan wanita itu. Tidak perlu takut dengan perkataan orang lain, ada Rangga yang akan selalu melindungi Sherina.
"Hey jangan takut, kamu tenangkan pikiran kamu dan rileks," bisik Rangga memijat kepala wanita itu, merasakan pusing langsung saat itu.
"Nah kamu lihat! Dia mulai sakit dan merugikan kamu. Sebaiknya kamu usir saja dia dari rumah, jangan pernah tampung orang yang merugikan kamu," sambung Nindi ikut campur.
Dari kejadian ini Rangga menggelengkan kepala. Ternyata baru pertama kali Rangga menemui Ibu kandung, lebih membela suami keduanya dari pada anak kandung sendiri membuat Rangga merasa kasihan dengan Sherina.
Rangga tidak menyangka, ada Orang tua yang menjadi salah arah. Rangga juga sangat mengerti, kini penyakit gerd akut Sherina sudah tidak kambuh lagi. Dari pada wanita itu kepikiran dan bisa membawa Sherina masuk rumah sakit, lebih baik mereka yang mengalah sebagai orang waras.
__ADS_1
"Otak saya ada di sini." Nindi menunjukan posisi otaknya dengan gamblang.
"Ayo Sherina kita pergi saja dari sini, lebih baik kita mengalah sebagai orang waras. Saat ini sakit kamu sudah tidak pernah kambuh lagi, takutnya karena masalah meradang dengan Orang tuamu, bisa buat sakit kambuh nanti. Aku tidak mau kalau kamu sakit lagi karena kedua bajingan ini," kata Rangga merangkul pundak Sherina, untuk masuk ke dalam mobil.
Sherina menatap kearah Orang tuanya, besar harapan Sherina. Orang tuanya bisa berubah menjadi lebih baik, menjadi Orang tua yang baik dikemudian hari.
"Ma, Sherina pergi dulu. Semoga Rumah tangga mama baik bersamanya, semoga yang terbaik menghampiri kalian berdua." Sherina masih bisa berkata baik, walaupun Orang tuanya menyakiti hatinya.
"Tidak perlu banyak cincong! Pergi dari rumah ini dan jangan pernah kembali," teriak Anton dengan sombongnya.
__ADS_1
"Ayo Sherina jangan lagi merendahkan harga diri kamu, dihadapan orang yang tidak bisa menghargai kamu. Mulai saat ini jangan menggangap mereka Orang tuamu, kamu saja tidak dianggap sebagai anak," sambung Rangga merasa ikut sakit hati.