Dosen Ku Suamiku

Dosen Ku Suamiku
Cuek


__ADS_3

Setelah Rangga cemburu, maka Rangga berpura-pura tak peduli. Rangga ingin member pelajaran kepada Sherina bahwa betapa berarti dirinya dalam diri Sherina tanpa pria ini, mungkin Sherina tak akan bisa berjalan sendiri menata kehidupan.


Dosen Rangga tidak mengetahui yang terjadi sebenarnya, bahwa Sherina dan mama sedang berseteru sore itu. Hingga membuat Sherina putus asa dalam menjalani hidup dan berusaha mencari angin untuk menghilangkan stres nya di taman.


Namun saat melihat jembatan di samping taman tersebut. Muncul lah niat Sherina untuk mengakhiri hidup namun Septian lah yang menolongnya pada saat itu.


"Pak, sebenarnya waktu itu saya dan Mama sedang bertengkar." Sherina hendak cerita pada malam itu kepada Rangga.


"Terus, urusan saya apa?" jawab Rangga terkesan cuek.


"Pak, semenjak saya jalan sama Septian minggu, Bapak mengapa menjadi cuek begini sama aku?" tanya Sherina ingin mengetahui sudah dua hari ini Rangga bersikap cuek kepadanya.


"Sherina ... Dengar sama kamu, bahwa masalah itu urusan pribadi kamu, saya tidak perlu ikut campur," kata Ranga dengan tegas tidak mau ikut campur dalam urusan keluarga Sherina lagi.


"Pak kalau Sherina ada salah, kita omongin baik-baik. Bukan dengan cara diam begini dan cuek, kalau Bapak hanya diam! Bagaimana Sherina tahu Bapak mengapa jadi seperti ini sama aku?" Sherina berbicara dari hati ke hati dengan Rangga.


"Sudahlah terserah kamu, pokoknya mengenai diri kamu. Saya sudah angkat tangan dan biarlah kita hidup bagaikan orang asing tak saling kenal di rumah." Rangga hanya berpura-pura supaya Sherina peduli dengan nya supaya tidak memandang Rangga dengan sebelah mata.


"Pak .... Pak! Mengapa jadi begini?"

__ADS_1


Rangga kembali ke kamarnya merasa terusik dengan Sherina. Merasa terganggu saat membaca buku untuk topik pembahasan di kampus tersebut.


Selama Rangga satu rumah dengan Sherina jarang Dosen tersebut, melihat Sherina belajar bahkan menyentuh buku pun cuma sekali-kali, ketika tidak merasa resah atau penyakitnya sedang kambuh.


Rangga menyuruh Sherina untuk belajar soalnya, sebentar lagi menyusun skripsi akan tiba. Demi bisa lulus dari universitas Sherina harus belajar dan Rangga tidak akan menolongnya dan meloloskan Sherina karena ada orang dalam.


Rangga ingin melihat usaha Sherina untuk berusaha, sambil belajar untuk mencari judul skripsi yang cocok suatu saat nanti. Namun Sherina tidak bisa di paksa dan malas belajar karena merasa bosan menyentuh dan beradaptasi dengan buku.


"Oh iya, satu lagi yang perlu saya ingatkan sama kamu, belajar lah ..." Rangga mengingatkan Sherina.


"Baik, Pak."


"Iya, Pak," jawab cuek Sherina.


Sherina mengomel dalam hati, sebab mengapa Dosennya tersebut memprotesnya pada hal Sherina tak ada pacaran dengan Septian. Sherina mengatai Dosennya tersebut sangat sensitif saat melihat Sherina dekat sama cowok lain.


"Uhh kamu mengekang aku!" kata Sherina sambil berbicara sendiri.


Rangga ke kamar sebab kecewa dengan Sherina. Namun gengsi untuk bicara bahwa Rangga cemburu karena dia seorang Dosen tidak mungkin menjatuhkan harga dirinya di depan mahasiswinya tersebut.

__ADS_1


"Aku melihat usaha kamu dulu, bisa gak kamu menyediakan makan dan mengurus diri kamu tanpa aku," kata Rangga ketika sudah sampai di kamar dan mengunci pintu supaya Sherina tidak bisa masuk.


Rangga memberikan pelajaran kepada Sherina. Tidak memasak makan untuk Sherina, tidak menyiapkan buku-buku yang akan di bawa ke kampus dan tidak menyetrika baju-baju Sherina yang di pakai ke kampus karena Rangga ingin Sherina berusaha sendiri untuk mengerjai.


Walau pun Sherina belum sembuh masih dalam tahap pemulihan. Rangga hanya ingin melihat Sherina bisa mengurus diri sendiri saja dengan tidak malas makan.


Sherina melihat ke meja makan, tidak ada makanan. Ternyata Rangga tidak memasak biasanya ketika Rangga tidak masak, Rangga pasti membeli makanan dari luar lalu menghidangkan di meja makan.


"Ahhh gak ada makanan di atas meja makan sekarang! Serius ..." Sherina syok saat membuka tudung saji tidak ada apa-apa malam itu.


Mau pesan makanan melalui aplikasi kebetulan hujan deras. Sehingga Sherina inisiatif untuk mencaplok telor saja dan mengambil kuali kecil.


"Aku harus masak, sedangkan aku tidak pandai masak, mana minyak? Gue gak tahu minyak apa di taruh," kata Sherina saat berbicara sendiri, sebab terlalu banyak jenis minyak goreng yang ada dalam meja memasak tersebut.


Rangga melihat dari Cctv bahwa Sherina sedang menggoreng telor, sebab Sherina lapar karena dingin karena hujan pada malam itu, sebab tak ada makanan lain lagi di dalam kulkas selain telor.


Sebab karena telor yang ada dalam kulkas terpaksa Sherina harus menggoreng telor tersebut. Rangga yang melihat dari cctv menjadi tersenyum, ternyata Sherina tidak pandai memasak.


"Uhh dasar anak manja, sudah berumur 22 tahun masih tidak pandai masak." Rangga menggangap Sherina konyol bahkan tidak mengerti apa-apa.

__ADS_1


__ADS_2