
Mama Nindi melahirkan anak kedua dari suami sekarang. Anak laki-laki itu lahir di hari Rabu, kini mereka telah bahagia dengan kehadiran anak mereka tersebut.
"Sayang, aku merasa bahagia. Atas kehadiran anak kita." Nindi mencium anaknya.
Melahirkan di usia tak muda lagi diusia 45 tahun, namun tidak mengurangi rasa bahagia keluarga Anton dan Nindi. Bahwa suatu saat anak tersebutlah yang akan menjadi pengganti Sherina.
Nindi berencana untuk menghapus daftar nama Sherina menjadi tidak anaknya lagi karena sudah tak peduli. Anton juga sudah benci dengan Sherina karena sudah membuka aib di depan istrinya dan untunglah istrinya tidak percaya.
"Anak ini akan membawa kebahagiaan dalam keluarga kita. Sebagai pengganti Sherina kelak." Anton tidak ingin Sherina tinggal di rumah tersebut, menghasut Nindi untuk menghapus nama anaknya tersebut.
"Maksudnya sayang?" tanya Nindi tidak mengerti maksud Anton.
"Pokoknya anak kamu jangan pernah menginjakkan kaki kerumah ini, aku tidak sudi melihatnya!" jawab Anton merasa jijik.
"Sayang bagaimana pun Sherina adalah darah dagingku." Nindi masih sayang, bagaimana pun anak di matanya. Namun tak ada seorang ibu yang ingin membenci anaknya.
Namun karena pengaruh Anton sebagai suami. Memberikan contoh yang tidak baik istri dan menjauhkan Nindi dari anaknya tersebut.
"Tidak perlu di anggap anak! Anggap saja dia sudah meninggal," ujar Anton, betapa kejamnya menggangap Sherina sudah meninggal.
Nindi merasa teriris hatinya, namun tidak bisa membela Sherina dihadapan suaminya karena sudah cinta. Kini adalah mengarungi rumah tangga dengan suami kedua yang menjauhkannya dengan anak pertamanya tersebut.
"Mengapa? Suamiku, dia adalah anak aku dan aku melahirkannya selama 9 bulan."
Anton marah karena Nindi ngeyel di bilangi samanya. Pilihan opsi untuk Nindi tetap berkomunikasi dengan anak pertamanya tetapi mereka cerai atau mempertahankan rumah tangganya tetapi jauh dari anaknya Sherina.
"Sudah kalau aku bilang tidak! Kamu jangan ngeyel." Anton marah di rumah sakit, ketika 5 jam usai melahirkan anaknya tersebut melalui operasi caesar.
"Okelah sayang ..." Sherina mengikuti keinginan suaminya tersebut.
Sherina mendengar dari Ceri saat di kampus mereka. Ceri ingin tahu bahwa Nindi sudah melahirkan atau tidak, mendapatkan cerita dari Tante Kayla bahwa Nindi sudah melahirkan, sang pelakor yang sudah merusak rumah tangga tantenya.
__ADS_1
"Aku ingin bertanya sama kamu?" Ceri menghampiri Sherina di taman, sedang membaca buku.
"Ada apa?" jawab Sherina menghentikan sejenak bacaannya tersebut.
"Aku mau tanya sama kamu? Apa Mama kamu sudah melahirkan?" tanya Ceri lebih serius.
"Aku tidak tahu dengan hal itu, karena aku sudah tidak satu rumah lagi." Sherina keceplosan menjawab tidak satu rumah lagi bersama Nindi.
Ceri semakin lebih dalam curiga. Sudah feeling dari pertemuan mereka di rumah sakit waktu itu, bahwa Sherina sudah tidak satu rumah lagi dengan Nindi dan tinggal satu rumah dengan Rangga.
Namun mereka gagal mengikuti Sherina dan Rangga kemarin karena kehilangan jejak untuk mendapatkan info. Namun kecurigaan semakin kesini semakin lebih dalam, menyakini bahwa Rangga dan Sherina memiliki hubungan khusus.
"Maksudnya?" tanya Ceri kebingungan.
"Maksud aku ... Kami sudah berbeda rumah sekarang. Aku tinggal di apartemen dan Mama tinggal sama Om Anton." Sherina berusaha untuk menutupi tentang keluarganya tersebut.
Malu saja ngomong kalau mereka sudah tidak pernah komunikasi lagi. Sherina ingin menyapa lebih dulu, namun usaha Sherina gagal untuk dekat dengan Mama karena Anton menjauhkannya.
Ceri menginginkan keluarga mereka hancur seperti rumah tangga tante Kayla. Bahwa Sherina juga harus merasakan seperti tante Kayla.
"Ceriiiiiiiiiiiiiii, tidak perlu ikut campur urusan keluarga kami!" Sherina terlihat marah karena mamanya di jelekkan.
Sherina dan Mama memang berseteru saat ini. Namun Sherina tidak ingin mencemarkan nama baik mama. Sebab Nindi adalah ibu yang melahirkan selama 9 bulan.
"Kamu selalu membelanya, kamu tahu bahwa Mama kamu tidak benar! Masih saja kamu bela pelakor," kata Ceri menuding Sherina dan Mama nya. Sudah kerja sama untuk menghancurkan hubungan tante Kayla dan merusak rumah tangga.
Sherina lalu menampar Ceri. Bahwa Sherina tidak suka di tuding dengan hal yang bisa membuatnya marah. Kemarahannya semakin memuncak ketika di sebut anak pelakor sifatnya sama dengan sang Mama.
Plakkkkkkkkkkkkkkk
"Kamu bilang apa? Saya memang anak pelakor, namun saya tidak pernah kerja sama ingin menghancurkan rumah tangga Tante kamu." Sherina tidak suka di tuding yang macam-macam.
__ADS_1
Sebab Sherina bukan seperti Mama, sifat dan tingkah laku mereka sangat berbeda jauh dari mama. Sherina hanya anak yang terasingkan saat ini.
Bahkan Sherina kini berjuang sendirian di bantu oleh Rangga. Kini Sherina lebih fokus untuk mengurus skripsinya dari pada mengurus hal yang tidak penting.
Sherina juga tidak mengentahui bahwa Mamanya sudah melahirkan. Baru mengentahui ketika Ceri berbicara mengenai hal tersebut.
"Kauuuu! Berani sekali menamparku!" ujar Ceri, menampar balik Sherina.
Plakkkkkkkkkkkk
"Kau menamparku! Sudah aku bilang, aku tidak tahu bahwa Mama sudah melahirkan karena kami pisah rumah."
"Masa ... Sebagai seorang anak tidak tahu bahwa Mama nya sudah melahirkan," jawaban tidak masuk akal, yang tidak bisa di terima Ceri.
"Sudah aku bilang tidak tahu ..."
"Tidak tahu bagaimana? Kamu anaknya seharusnya kamu tahu!"
Ceri semakin buat Sherina kesal. Bahwa Sherina tidak suka di paksa orangnya, tidak mungkin Sherina mengentahui kabar bahwa Mamanya sudah melahirkan karena tidak anak kabar yang berhembus kepadanya saat ini.
"Walau saya anaknya! Semenjak menikah dengan Om Anton, kami sudah tidak akur lagi karena Om kamu itu genit," Sherina menjelaskan semua.
"Memang dia genit, tetapi Mama kamu lebih genit," teriak Ceri sampai di telinga anak-anak kampus yang sedang istrahat tersebut.
"Jaga mulutnya! Jangan pernah bilang bahwa Mama saya genit. Anda tahu bahwa berhadapan dengan siapa? Saya tidak akan membiarkan orang lain berbicara keburukan keluarga saya." Sherina bereaksi langsung maju, menjambak rambut Ceri.
Mereka akhirnya saling menjambak, disaksikan oleh seluruh anak kampus sampai baju yang mereka berdua koyak karena kena cakaran satu dengan yang lain.
Sherina tidak terima bajunya koyak dan Sherina mengoyakkan kembali baju yang dipakai Ceri. Pertengkaran semakin sengit sampai kata-kasar dan nama binatang di sebut.
Rangga mendapatkan aduan dari anak kampus. Bahwa Sherina dan Ceri berantam di taman, bahwa Alena sudah mengadu meminta Rangga untuk menghentikan perseteruan di antara mereka tersebut.
__ADS_1
Rangga berlari menghampiri keduanya di taman. Mendamaikan suasana saat itu karena keduanya sudah memanas dan adu saling serang.