
Sherina dan Rangga meninggalkan kediaman Orang tua Sherina. Terlihat wajah seperti tidak semangat hidup dari Sherina, Rangga langsung merangkulnya dan membukakan pintu mobil saat Sherina masuk.
Rangga lalu masuk, terlihat Rangga belum berani untuk berbicara apa-apa. Selama di dalam mobil dalam perjalanan pulang ke rumah Rangga, Sherina masih merenung di dalam mobil dan terlihat tidak bisa diganggu saat itu.
Demi membawa orang yang dicintai terlihat happy. Rangga tahu tempat yang bisa membuat Sherina kembali terhibur mendatangi pantai. Sadar selama perjalanan tidak pulang ke rumah, melainkan arah pantai membuat Sherina bertanya langsung kepada Rangga.
"Pak kita kemana?" tanya Sherina.
"Kita ke pantai ...," jawab Rangga.
__ADS_1
"Mengapa kita ke pantai, bukankah kita harus pulang ke rumah." Sherina terlihat kebingungan saat sudah sampai di pantai saat itu.
"Sengaja membawa kamu ke sini, supaya kamu happy. Pikiran kamu rileks dan bahagia lagi, aku tidak mau kamu merenung seharian karena kejadian tadi. Boleh aku minta tolong kamu lupakan masalah pahit tadi, saya takut kamu sakit lagi." Rangga memberikan peringatan kepada Sherina, supaya jangan banyak melamun.
Sherina anak yang mudah sensitif, bahkan kejadian ini bisa membuat dirinya kepikiran dan memikirkan sampai berhari-hari. Tidak ingin lagi melihat hati wanita yang dicintai terus bersedih, sengaja Rangga membawanya ke pantai.
"Saat ini memang hatiku sedang tidak baik-baik saja, Pak. Sudah Bapak lihat sendirikan, Orang tua aku sendiri tidak menggangap aku. Bahkan mama merasa tidak mempunyai kenangan dan sudah dihilangkan dari hatinya kenangan bersama ayah. Pria ****** itu! Sudah menghancurkan kebahagiaan kami," sambung Sherina tidak kuat menghadapi penderitaan ini.
"Kuatlah kamu, Sherina. Saya ingatkan sama kamu, ada tipe kebahagiaan berbeda menghampiri kamu suatu saat. Mungkin kebahagiaan tidak bisa kamu dapatkan dari Orang tua, tetapi mungkin suatu saat ada kebahagiaan yang lebih membuat kamu bahagia, contohnya punya suami yang baik dan teman yang baik." Motivasi super dari Dosen Rangga. Sembari memegang tangan wanita itu.
__ADS_1
Rangga adalah Dosen yang terlihat dewasa dalam menyikapi sesuatu, Rangga meminta kepada Sherina jangan pernah benci dengan Orang tua. Tetapi meminta kepada Sherina supaya mengampuni kesalahan Orang tuanya dengan besar harapan. Kedua Orang tua itu berubah di masa tuanya nanti.
Di toleh oleh Sherina wajah Dosen ganteng tersebut, dalam rasa terharu. Ternyata masih ada orang baik yang selalu mengayomi dirinya. Satu tahun tinggal di rumah Pak Dosen, tidak pernah Rangga merasa keberatan atas hadirnya mahasiswinya di rumah itu.
Tetapi selama Sherina tinggal di rumah sang Dosen. Pria ini merahasiakan mereka tinggal bersama, demi menjaga privasi Sherina supaya tidak diusik oleh anak kampus.
"Dosen baik sekali sama saya? Apa alasan Dosen menolong saya?" tanya Sherina ingin tahu alasannya yang sebenarnya, ditatapnya Dosen dengan penuh rasa kagum.
"Alasan pertama karena kasihan, tetapi semakin lama saya semakin terbiasa dalam mengurus kamu," jawab Rangga berkata jujur tidak ada yang ditutupi.
__ADS_1
"Kasihan? Mengapa Dosen kasihan sama Saya?" tanya Sherina lebih jelas.
"Kamu waktu itu sakitan dari keluarga berantakan, tidak dianggap sebagai anak dan saat itulah hati saya bergerak untuk menolong kamu," jawab Rangga.