Dosen Ku Suamiku

Dosen Ku Suamiku
Selalu Ada Untuk Sherina


__ADS_3

Rangga merasa kecewa dengan orang terdekat Sherina. Seakan tidak peduli dengan kondisi Sherina yang masuk rumah sakit tersebut karena sakit kini dalam kondisi mulai membaik setelah kritis.


Alena mendapat kabar bahwa Sherina sedang kritis dirumah sakit. Langsung menjenguk Sherina kerumah sakit, menemui kamar yang ada lantai dua.


Tok Tok Tok Tok Tok


Rangga penasaran dengan pintu diketuk yang ada di pikirkan Rangga. Bahwa orang yang mengetuk pintu tersebut adalah mama dari Sherina.


"Masukkkkkkkkkk," sahut Dosen Rangga mempersilahkan masuk.


Alena datang dengan sendirinya, tanpa di temani oleh yang lain. Sebab Alena ingin berbicara dengan luwes mengenai Sherina yang koma. Rangga yang sudah berharap bahwa itu adalah orangtua dari Sherina namun tidak.


"Alena ..." Rangga memanggil Alena saat muncul di depan pintu.


"Iya, Pak. Ini Alena ..."


"Sini Alena ... Lihatlah teman kamu sudah dalam keadaan membaik, namun lagi istrahat sekarang." Rangga baru selesai menyuapi Sherina.


"Pak, Sherina sakitnya kambuh lagi?" tanya Alena mau menangis melihat sahabatnya tersebut, sebab wajahnya terlihat pucat pada saat dijenguk Alena.

__ADS_1


"Iya, Sherina. Kambuh lagi ..."


Alena memberikan buah tersebut kepada Rangga. Untuk di makan Sherina jika sudah sadar, Alena menatap Sherina.


"Pak, sejak kapan Sherina sakit?" tanya Alena kepada Pak Dosen.


"Malam minggu kemarin, saat itu dia pergi jalan sama teman cowoknya, lalu dipaksa nya untuk makan pedas karena sudah tergiur dengan makanan pedas," ucap Rangga memegang jari Sherina.


"Begitu tulus Bapak selalu berada di sampingnya," ujar Alena melihat ketulusan pak Dosen.


Alena terkagum-kagum dengan Rangga sebab begitu tulus dalam merawat mahasiswinya tersebut. Sebab selama ini Alena jarang bertemu orang tulus seperti Rangga.


Alena hanya mengetahui hubungan anak dan mama ini sedang tidak membaik. Namun diantara mereka belum putus ikatan persaudaraan, sekarang Alena mendapatkan info dari Rangga bahwa Sherina tidak dianggap anak lagi.


"Pak apakah Sherina sudah baikan dengan keluarganya?" tanya Alena.


"Belum ..." Rangga menggelengkan kepala terlihat sedih.


"Ada apa sebenarnya, Pak?" tanya Alena kepada Rangga.

__ADS_1


Alena pulang dari kampus langsung menjenguk Sherina. Mendapatkan banyak informasi dari Rangga, sebab Rangga sudah banyak sakit hati.


"Sudah ... Jangan tanya Saya, sebab ini bukan ranah pribadi saya, untuk mencampuri semua urusan orang lain." Rangga tidak mau terlalu banyak bicara, namun karena di paksa oleh Alena akhirnya Pak Dosen jujur.


"Pak, tolonglah ... Gue pengen tahu masalah yang sebenarnya?"


"Ihh kamu ini paksa saya, baiklah Saya akan cerita sama kamu ..."


"Oke, Pak."


"Begini Alena, Sherina ini sudah putus hubungan dengan keluarganya, sebab Mamanya tidak sudi mempunyai anak seperti Sherina karena hasutan dari suami kedua Mamanya," ujar Rangga sakit hati banget mengingat hal yang belum bisa terlupakan sampai saat ini.


Rangga menghubungi orangtuanya Sherina namun yang angkat. Adalah ayah tiri Sherina yang sangat senang mendengar kabar bahagia ini.


Bahkan Anton menginginkan Sherina mati sebab sudah menganggu rumah tangga mama Sherina. Selama ini Sherina hanya meminta mamanya peduli saja dengannya sebagai anak.


"Astaga! Benarkah itu?" tanya Alena sedikit tak percaya, masih ada orangtua yang menelantarkan anak demi suami barunya tersebut.


"Benar, Alena. Jika tidak benar, mungkin gue tidak mau cerita."

__ADS_1


__ADS_2