Dosen Ku Suamiku

Dosen Ku Suamiku
Penyesalan Tiada Akhir


__ADS_3

Kini Nindi menyesal setelah menikah dengan Anton. Hidupnya semakin mengerikan karena di pisahkan dari anak, harta mendiang suami pada di jual Anton karena tidak mau Nindi mengingat kenangan lagi bersama mendiang suami.


"Istriku, aku minta sama kamu! Untuk tidak mengingat lagi kenangan bersama mendiang suami, kamu," kata Anton ketika mereka berbicara dalam kamar.


"Astaga, Sayang. Orang meninggal pun masih saja kamu cemburu ..." Nindi menggelengkan kepala.


Nindi sudah mengubur kenangan bersama suami. Jauh sebelum menikah dengan Anton namun pembahasan pria tersebut masih mengenai hal tersebut.


"Aku tidak mau masih Dia yang ada dalam hati kamu! Pokoknya jangan di ingat-ingat lagi sekarang," ujar Anton.


Septian kembali datang untuk menemui Sherina di kampus. Sore ini Septian ingin menjemput Sherina di kampus usai selesai kegiatan kuliah, Septian sudah janjian sama Sherina akan di jemput.


Lalu Sherina mengirim pesan kepada Dosen Rangga bahwa sore ini. Sherina tidak pulang bersama Dosen Rangga karena sudah di jemput oleh Septian.


"Pak, maafkan. Aku tidak jadi pulang sama Bapak sore ini, soalnya Sherina mau jalan sama teman kecil Sherina." Isi pesan singkat tersebut.


Saat sedang merapikan buku pelajaran hendak pulang. Hp Rangga bergetar tandanya ada pesan masuk ke hp, Rangga segera memeriksa ada notifikasi pesan chat ternyata dari Sherina.


"Anak ini tidak sama Saya pulang," gumam Rangga dalam hati.

__ADS_1


Rangga lalu membalas pesan singkat tersebut untuk Sherina:


"Kamu pulang sama siapa?" tanya Rangga membalas pesan singkat tersebut.


"Saya pulang sama Septian, Pak." Balas Sherina.


Mendengar nama Septian, pria tersebut langsung kebakaran jenggot karena tidak suka dengan Septian. Dosen Rangga tidak bisa menerima bahwa Sherina harus pulang bersama Septian.


"Kan ada aku, mengapa harus pulang sama Septian?" tanya Rangga kepada Sherina saat itu melalu pesan chat.


Rangga segera menemui Sherina untuk memaksa pulang bersamanya. Saat Rangga masuk keruangan sudah tidak ada Sherina lalu Rangga menemukan Sherina ada di parkiran bersama Septian.


"Pak, ada apa? Saya sudah mengirim pesan singkat sama, Bapak!" kata Sherina.


Sherina takut ketahuan sama Septian bahwa mereka tinggal satu rumah. Sherina lalu membisikkan sesuatu di telinga Rangga supaya tidak memberitahu bahwa mereka sudah tinggal satu rumah.


"Pak, jangan sampai bocor rahasia kita bahwa sudah satu rumah," bisik Sherina di telinga Rangga.


"Tenang saja. Saya tidak akan membocorkan masalah pribadi kita," jawab Rangga berbisik balik.

__ADS_1


Septian melihat Rangga dan mengira bahwa Dosen Rangga adalah pacar dari Sherina sekarang. Tubuh tegap, kekar dan wajah tampan membuat Septian merasa cemburu sebab Sherina pandai memilih pria.


"Sher ... Ini siapa." tanya Septian.


Septian penasaran dengan sosok pria tersebut. Jangan sampai Rangga pacaran sama Sherina, kalau tidak berat yang menjadi saingan Septian.


"Berat nih saingan untuk mendapatkan hati Sherina," gumam Septian dalam hati.


"Perkenalkan Sep, ini Dosen aku sekaligus teman aku. Namanya Rangga," jawab Sherina kepada Septian.


"Pacar kamu berarti?" tanya Septian ingin memastikan lebih jelas.


"Bukan! Dia ini teman aku ..." Sherina berkata sesuai dengan kenyataan.


"Oh teman, berarti bukan pacar?" Septian menjadi lega.


"Kalau pacar Sherina memang kenapa?" tanya Rangga dongkol.


"Lah kok kamu yang jawab," ujar Septian meradang.

__ADS_1


"Saya pacar Sherina," kata Rangga spontan langsung mengeluarkan kata-kata tersebut kepada Septian.


__ADS_2