Dosen Ku Suamiku

Dosen Ku Suamiku
Anton Menggoda Sherina


__ADS_3

Anton yang di tinggal di rumah mama Nindi tersebut. Mulai menunjukan sifat asli yang sebenarnya. Saat tidak ada mama Nindi Pada saat itu.


Anton yang sudah menikah dengan mama Nindi, pada saat itu mama nindi ada urusan keluar negeri. Membuat Sherina di tinggal dan suami tidak ikut, karena ada tugas kantor yang harus di selesaikan.


Tok! Tok! Tokkkkkkkkkkkk


Suara bunyi orang mengetuk pintu kamar Sherina, sekita jam 11 malam mengetuk pintu kamar Sherina. Dengan rasa takut Sherina segera membuka pintu.


"Om, ada apa?" tanya Sherina, saat melihat Anton mengetuk pintu.


"Sherina sudah tidur?" tanya Anton.


"Belum, ada apa?" Feeling Sherina semakin tidak enak, mengenai Anton.


Sherina pada waktu itu cuma mengenakan baju piyama, Anton melihat wajah Sherina dengan penuh nafsu. Birahinya ingin menghabisi anak sambungnya tersebut pada malam itu.


Dalam pikiran Anton, bagaimana menggoda Sherina, untuk bercinta malam itu dengan nya di rumah tersebut. Kebetulan Mama Nindi sedang tidak ada di tempat.


"Dasar gatal ..." Gumam Sherina dalam hati.


Anton menyuruh masuk kedalam kamar ada yang mau di bahas. Pura-pura mengajak Sherina ada pembahasan, pada hal Anton ingin menggerogoti tubuh Sherina.


"Nafsu gue sudah tinggi," kata Anton dalam hati.


"Tidak ! Kita ngobrol di sini saja om, soalnya mama tidak di rumah dan tidak di bolehkan untuk berbincang dalam kamar, jika mama tidak ada." Sherina menolak untuk berbincang di dalam kamar.


"Ada yang ingin om sampaikan, penting banget untuk ngobrol di kamar." Ujar om Anton.


"Mengobrol mengapa harus di dalam kamar om? Kan di sini saja kita bisa bahas." Kata Sherina semakin heran.


Sherina sudah berpikiran buruk tengang om Anton. Pasti ada niat jahat. Sherina tidak mau di apakan oleh om Anton. Kini sudah nampak gelagat om Anton.


"Please, Sherina. Kita mengobrol di dalam kamar saja sayang." Om Anton membujuk Sherina dengan bujuk rayu.


Namun Sherina tidak tergoda dengan bujuk rayu om Anton. Meminta mengobrol di luar saja karena om Anton bukan siapa-siapa bagi Sherina.


"Gak om! Kita ngobrol di sini saja," Sherina terlihat ngegas.


Anton langsung menarik Sherina. Karena menolak ajakan nya, untuk masuk kedalam kamar. Anton yang sedang kepengen tersebut mencoba mendekati Sherina.

__ADS_1


"Tolonggggggggggggg." Teriak Sherina meminta tolong.


Sherina menjerit, saat Anton menariknya kedalam kamar. Menindik tubuhnya. Sherina memberontak pada saat itu.


Sherina tidak sudi berhubungan dengan om Anton. Pria gatal yang pernah di temuinya dalam hidupnya tersebut, andai mama Nindi tahu kelakuan suami mungkin mamanya akan menceraikan om Anton.


"Kauuuuu ...! Jangan coba-coba mendekati atau menyentuh aku." Sherina memberikan peringatan kepada Anton, ancaman selanjutnya adalah, Sherina bisa mengusir Anton dari rumah.


Rumah itu bukan milik Anton. Jadi Sherina berhak atas rumah tersebut, untuk mengusir orang yang membahayakan diri Sherina dan mama Nindi. Karena rumah tersebut punya mendiang ayahnya.


"Sherina, aku menyukai kamu! Aku ingin menyentuh dan bercinta malam ini dengan kamu Sherina," Anton berusa untuk memegang dari bahu Sherina.


Sherina langsung menghindar, bercinta cuma sekali pun. Sherina tidak sudi harus di sentuh oleh om Anton.


Sherina tidak feeling dari awal. Bahwa pria itu bukan pria baik-baik, pilihan mama emang salah dan mama Nindi sudah jatuh cinta dengan pria itu.


Anton sudah tidak peduli lagi. Langsung gelagat membuka baju yang dikenakan Sherina. Untunglah pintu terbuka segera Sherina berusaha melarikan diri.


"Om, ada apa ini? Sudah saya bilang tidak mau, om masih memaksa saya. Untuk melakukan hubungan ini." Sherina meronta-ronta.


Wajahnya ketakutan, saat om Anton berusa membuka baju nya. Sherina yang sempat berlari segera langsung menghindar dari om Anton dan berlari.


Akhirnya Sherina bisa kabur. Om Anton tetap mengejar Sherina, namun tidak dapat pada waktu malam itu, Sherina berlari meminta bantuan sahabatnya yang tinggal di samping dekat rumah nya tersebut.


"Sasi, tolong buka pintu," berteriak menggedor pintu.


Anton melihat Sherina sudah di pagar rumah Sasi, rumah Sasi sampingan dengan rumah Sherina. Anton tidak bisa kerumah tersebut karena kondisi komplek perumahan sedang ramai.


"Aduh, kesitu lagi Sherina. Bagaimana gue mau mengejarnya?" Anton berpikir untuk kesana.


Anton tidak sabaran. Ingin menodai anak dari Nindi tersebut, karena Nindi sedang berada di luar negeri selama satu minggu.


Tidak mungkin selama satu minggu Anton tidak meminta jatah pada Nindi. Sherina dengan wajah sembab berusaha tidak terlihat terjadi apa-apa.


Di hadapan warga komplek perumahan.


Sherina tidak menampakan wajah penuh tekanan. Namun Sherina ingin mengadu pada Sasi sahabat kecilnya tersebut tentang kelakuan om Anton.


Sherina yang sudah berdiri 10 menit di pagar rumah. Mencoba menghubungi Sasi, untunglah Sherina ingat untuk membawa hp dari dalam kamar.

__ADS_1


"Iya, Sherina. Ada apa?" tanya Sasi. Saat mengangkat telpon dari Sherina.


"Sa ... Buka pintunya, aku mau bicara sama kamu malam ini, boleh aku numpang tidur di rumah kamu?" tanya Sherina.


Orangtua Sasi kebetulan sedang berada di luar kota. Sasi di tinggal bersama pembantu dan sopir nya di rumah tersebut. Sasi segera turun dari lantai dua untuk membuka pagar rumah.


"Bentar Sherina, biar gue buka pintu." Sasi berlari membuka pintu.


"Baik, gue tunggu di depan."


Sherina tidak berani untuk tidur kembali kerumah tersebut. Sebelum mama Nindi pulang dari luar negeri. Takut di nodai oleh ayah sambung Sherina tersebut.


Untuk sementara waktu, Sherina akan tinggal di rumah Sasi. Karena Sherina tidak berani untuk tinggal di sana.


"Ada apa Sherina?" melihat Sherina menangis pada saat Sasi membuka pintu.


"Kita masuk saja ke dalam, nanti gue ceritakan semau sama loh." Jawabnya, berusaha menghapus air mata.


Sasi merangkul Sherina, yang sudah tertatih-tatih jalan tersebut. Dengkulnya terluka mengenai lantai di kamarnya tersebut karena berusaha lari dari kejaran om Anton pada malam itu.


Sasi menyuruh Sherina untuk duduk di sofa ruang tamu. Lalu mengambil air putih karena melihat wajah Sherina seperti letih dan capek di wajah.


"Sherina ada apa?" tanya Sasi, memberikan air putih tersebut kepada Sherina.


Hihiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii


Tangisan Sherina.


"Kenapa sayang? Tolong cerita sama Sasi ada apa yang sebenarnya?" tanya Sasi lebih jelasnya.


"Om Anton ... Om Antonnnnn!" ngomong terbata-bata.


"Om Anton, suami baru mama Nindi kan?" tanya Sasi lebih jelas.


"Iya, suaminya."


"Terus kenapa? Dengan om Anton?" tanya Sasi kurang mengerti.


"Jangan bilang pada siapa-siapa! Berjanjilah padaku besti." Kata Sherina meragukan Sasi untuk tidak membongkar rahasia.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Om Anton mau menodai aku." Jawabnya sambil menangis.


__ADS_2