
Sherina mengirim pesan singkat berisi tidak ingin diganggu. Tetapi Rangga kuatir kepada wanita itu karena sudah memohon akhirnya Rangga lebih memilih untuk mengalah, diam untuk sementara waktu.
Setelah lima jam Sherina tidak membuka pintu. Mulailah Rangga terlihat panik dengan kebingungan di raut wajahnya, ada masalah apa Sherina hingga tidak mau keluar dari kamar.
Lalu karena takut menggangu Sherina, Pak Dosen mengirim pesan singkat kepada wanita itu. Untuk meminta Sherina keluar kamarnya, wanita itu belum makan sejak dari tadi.
"Kamu mau makan apa? Kalau kamu tidak mau keluar, its okay, tidak apa-apa. Tetapi aku mohon kamu makan, mau aku taruh di balik pintu makan kamu?" tanya Pak Dosen melalui pesan singkat.
Sherina membaca pesan singkat dari Rangga sebenarnya dirinya kelaparan, tetapi rasa lapar dan haus ditahan demi menutup rasa malunya. Takut wajah sendunya ketahuan oleh sang Dosen.
__ADS_1
"Aku sebenarnya lapar, Pak. Tetapi aku sedang butuh ketenangan," jawab Sherina.
Rangga membalas pesan dari Sherina, Rangga berencana akan memasak opor ayam untuk Sherina. Pria ini ternyata sangat menyanyangi wanita itu dan rasa cinta Pak Dosen tumbuh, seiring berjalanya waktu.
"Ya, sudah. Bapak akan masak untuk kamu dan silahkan tunggu di kamar. Nanti kalau sudah selesai masak, akan saya taruh di balik pintu." Balas Pak Dosen.
Rangga langsung ke dapur, mengeluarkan isi kulkas untuk mengambil bagian bumbu, pria ini ingin memberikan masakan terbaik untuk dimakan Sherina. Lalu Rangga terpikir atas kejadian tadi malam, apakah mungkin Sherina cemburu terhadap Velove.
Selesai memasak Rangga langsung mengabari Sherina. Untuk mengambil makanan di depan pintu, tetapi Sherina malu untuk keluar dari kamar. Meminta Rangga kembali saja ke kamar masing-masing, tetapi saat Rangga setuju akan masuk kamar saat membalas chat Sherina. Disaat itulah Sherina beraksi keluar dari kamar, hatinya lega bawa Rangga mengerti tentangnya.
__ADS_1
Wajah sendu, mata bengkak, suara parau dan celingukan Sherina keluar dari kamar. Saat keluar dari kamar, wanita itu melihat ternyata Pak Dosen tidak menepati janjinya, malah berdiri di dekat pintu dengan melipat kedua tangannya ke bagian dada.
"Pak ...," panggil Sherina berusaha untuk kabur masuk ke dalam kamar.
Saat Sherina hendak kembali ke kamarnya sang Dosen langsung menarik tangan Sherina. Ternyata wanita itu menepis tangan pak Dosen, tetapi Rangga semakin melakukan perlawanan. Memegang tangan Sherina dengan kencang saat itu, saat dengan kekuatan super Pak Dosen memegang tangan Sherina, tiba-tiba wanita itu terjungkal pas di pelukan Rangga.
Sherina yang mau terjatuh ke lantai dengan sigap Rangga menahan kepala Sherina jatuh tepat di dada Rangga. Akhirnya mereka saling berpelukan sedikit lama, kemudian wanita itu tersadar telah memeluk Dosennya sendiri saat itu.
"Apakah kamu baik-baik saja ...?" tanya Rangga masih menahan kepada Sherina di dadanya, supaya wanita itu tidak melepaskan pelukan.
__ADS_1
Kebetulan kondisi hujan, suhu yang sedang dingin mampu menghangatkan tubuh keduanya saat itu. Rangga berusaha menenangkan wanita itu yang terlihat sedang tidak baik-baik saja.
"Saya tidak apa-apa," jawab Sherina dengan suara parau dan sendu.