
" Ade boleh tidur sama kak Humaira malam ini?"
Aku berkata sambil memeluk kakak ipar baruku.
"Hus. ganggu aja"
"Yeee kok kakaf yang marah? Bolehkan kak?"
Aku mengerlingkan mata pada kak Ira, panggilan untuk Humaira.
Kak Ira menggangguk, yang kuyakini dia tersenyum dibalik cadarnya. Karena terlihat dari matanya yang mengecil.
"Gak bisa gitu lah yang"
Kakaf merengek manja pada istri yang baru di nikahinya.
"Sok manja! Tau kaf, tau.. gak mungkin ade ganggu. Ade tau kakaf mau buka puasa kan?"
Aku memeluk kakaf sambil berbisik di telinganya.
"Itu baru namanya adenya kakak yang pengertian"
Kami tertawa bersama.
"Bahagia selalu ya sayang sayangnya ade. Cepat punya momongan".
"Biar kita semua bisa balas dendam"
Kak Fian yang berada di belakangku menyeletuk.
"Eh, balas dendam apa nih?"
Kakaf memasang wajah pura pura tidak tahu.
"Pokoknya balas dendam. Liat aja nanti balas dendam apa. Ayo kita foto"
Kebahagiaan keluarga kami setelah menghadapi berbagai masalah, kami tutup dengan berfoto bersama di pernikahan Kakaf. Aku berdiri tanpa pasangan.
Ini adalah foto pertama tanpamu bang..
##################
__ADS_1
Keluarga besarku menginap di pesantren, karena esok hari masih ada acara resepsi yang juga masih dilaksanakan di halaman pesantren.
Malam ini aku tidur dengan memeluk kedua anakku.
"Gak repot de? biar si abang sama kakak"
Kak Mia meminta Azka untuk tidur bersamanya. Sejak tau aku hamil, panggilan anak lelaki ku berubah menjadi abang. Dan Azwa dipanggil kakak.
"Ade kangen kak, biar sama ade saja ya kak. Insya Alloh ade ga repot kak"
"Okeylah.. Kalo si abang rewel, panggil aja kakak ya?"
Aku mengangguk.
"Ayo! Peluk mamah uwa dulu"
Kak Mia memeluk dan mencium kedua anakku yang selama ini di rawatnya. Azwa dan Azka memanggil kak Mia dengan sebutan Mamah Uwa. Kalo cuma mamah, berarti mereka memanggil istrinya kak Fian. Dan kak Fani istri kak Alif, mereka panggil dengan Mama.
"Jangan bikin repot ibu ya sayang. Kan ibu ada ade bayi di dalam perut. Jadi, kakak sama abang harus jadi anak pintar kan?"
"Kakak sudah besar mah, sudah kelas dua. Kakak jadi good girl. Kakak janji!"
Putri sulungku memberikan jari kelingkingnya pada kak Mia.
putra keduaku pun juga melakukan apa yang dilakukan oleh kakaknya. Aku hanya tersenyum melihat interaksi mereka bertiga. Tidak ada kecemburuan dalam hatiku. Aku malah bersyukur. Anak anak ku diasuh dan di didik oleh kak Mia.
"Mamah uwa yang malam ini gak bisa tidur. Biasa pelukin abang tiap malam".
"Kan ada Uwa Andi kak? Siapa tau mau saingan ma kakaf juga malam ini?" Aku menggoda kak Mia.
"Hus, wes tue. Udah malas hamil lagi. Kan ada anakmu tuh nanti yang akan lahir. Itu aja nanti yang kakak culik lagi"
"Mamah Uwa masuk penjala kalo culik olang"
Azka menimpali ucapan kak Mia.
"Aduh, salah ucap ni kakak. ya udah, mamah uwa keluar dulu ya"
Kak Mia keluar meninggalkan ku dan kedua buah hatiku. Aku pun mulai menidurkan mereka. Aku berada di tengah diantara mereka berdua.
"Ibu, ade bayinya kata mamah uwa perempuan seperti kakak"
__ADS_1
Azwa meletakkan tangannya pada perutku. Dan Azka pun mengikuti.
"Insya Alloh perempuan. Tapi nanti kita liat pas lahir ya. Kan semua kehendak Alloh"
"kakak senang kalo perempuan"
Aku memandangi putri sulungku.
"Kakak punya teman. Semua cowok. Semua nakal. Gak mau Kakak bawa main boneka"
"Jadi kakak main boneka sama siapa?"
"Sama om Izal atau nenek. Om Izal baik ibu, mau kakak ikat ikat rambutnya. Kakak kasih pupur. Kakak kasih gincu juga bibirnya.
Aku tertawa.
"Om Izal gak marah?"
Azwa menggelengkan kepalanya.
"Om Izal bisa berubah jadi perempuan. Suara om Izal juga berubah."
Aku tersenyum geli, membayangkan bagaimana kakaf yang bermain bersama Azwa.
"Ya Alloh, kasih kakak adik bayi perempuan. Biar kakak punya teman ya Alloh. Amin"
"Amin"
Azwa berdoa yang diikuti oleh adiknya.
Aku kembali memeluk mereka.
"Ayo tidur. Besok bangun pagi, kita jalan jalan ya."
Kedua buah hatiku mengangguk.
Aku memandangi wajah keduanya.
Ya Alloh, berikanlah aku kesehatan, kesabaran dan kekuatan untuk membesarkan mereka. Jalan mereka masih panjang. Dan aku harus bisa.
Semangat Yanti !
__ADS_1
Aku pun terlelap bersama kedua buah hatiku.
###############