
"Assalamualaikum"
Aku dan Bang Handi mengucap salam ketika memasuki pintu rumah. Mama langsung meraih Azwa dari gendonganku.
"Waalaikumsalam, cucu nenek lama betul jalannya"
"Mama ih, segitunya sama cucu perempuannya. Cucu laki laki sekarang lewaaattt" Kak Fian juga langsung mendekati mama dan mencium gemes pipi Azwa.
Kulihat Kakaf yang duduk bersama bapak di ruang tengah hanya tersenyum tipis. Bang Handi hanya diam saja sambil membawa barang barang azwa ke dalam kamar.
"Dulu siapa yang jaga itu cucu laki laki? mama juga kan? sudah puas mereka mama rawat waktu kecil, sekarang gilirannya Azwa. Gak tahu berapa lama lagi mama bisa merawatnya".
Aku memeluk mama dari belakang.
"Mama akan terus merawat anak ade sampai nanti mereka menikah dan memberikan mama cucu lagi"
"Iya, biar kamu bisa kerja dengan tenang kan?"
"Hehehehehe, Mama juga gak bolehkan ade cari pengasuh".
"Berhenti kerja, anak itu di asuh sendiri. Kalo sama pengasuh itu namanya anak si mbak"
"Kalo sekarang namanya siapa Ma? Anak Nenek?"
Kakaf yang memang suka usil mulai menggangguku. Aku hanya melotot pada Kakaf. Jika tidak ada Bapak, sudah adu cubitan mungkin kami berdua.
"Ade mandikan dulu ma, Kak Fian mau ajak jalan. Tadi telpon ade pas di jalan"
"Mau kamu bawa kemana?"
Mama langsung melotot pada Kak Fian.
"Santai ma, santaaaii.. tenang.. tarik nafas. Fian gak culik kok ma"
__ADS_1
Mama menepis tangan Kak fian yang turun naik di depan wajah mama agar mama tenang.
"Berhenti bercandanya"
"Seharusnya tadi Kakak ijinnya ke mama bukan ke ade. Ade ijinin, mama enggak".
Kakaf setelah berkata langsung kabur takut terkena cubitan mama. Bapak kembali tersenyum.
"Ayo ma, temanin Bapak ke atas. Di bawah mama jadi emosi"
Bapak meraih pundak mama lembut dan mengajak mama ke kamar di lantai dua. Kak Fian hanya menggaruk garuk kepalanya yang berambut seperti tentara itu dan kembali duduk di ruang tengah.
Aku membawa Azwa yang sudah harum ke ruang tengah.
"Ih, udah tantik. Ayo jalan jalan sama papah"
"Naik apa kak? mama bakalan marah kalo naik motor".
"Kakaf Ikut?"
"Iya, kami mau jalan jalan bertiga hari ini"
Aku langsung tertawa.
"Kirain bertiga sama si Mamah, kenapa jadi sama Kakaf. Kayak pasangan LGBT yang lagi adopsi anak"
Kakaf langsung mengarahkan tangannya ke kepalaku.
"Mau di pelintir ke arah mana nih?"
"Maaaaaaa..." Aku berteriak kecil memanggil mama. Kakaf langsung melepaskan tangannya di kepalaku.
__ADS_1
"Dasar tukang ngadu"
"Mau kemana sih? ade ikut ya.. gak pa pa deh diangkat baby sister yang menjaga anaknya pasangan LGBT"
Lagi lagi Kakaf mengarahkan tangannya, tapi aku secepat kilat menghindar dan berdiri di belakang kak fian.
"Ayo zal, gak usah hiraukan emaknya anak ini"
Kak Fian langsung keluar rumah sambil menggendong azwa.
"Beliin pampers dan susu ya buat Azwa dan cemilan buat emaknya"
Aku berteriak dari balik pintu melihat kepergian ke dua kakak laki laki dan keponakan perempuan kesayangan mereka.
"Mau kemana mereka?"
Aku terkejut, Bang Handi sudah berdiri di belakangku dan juga melihat kepergian putri kami bersama dua orang bodyguardnya.
"Abang ni ngagetin aja" Aku memukul pundak Bang Handi.
"Gak tau tu mau kemana. Gak mau mereka kasih tahu"
"Ya udah, mumpung azwa di bawa para bodyguardnya"
Bang Handi langsung mengunci pintu depan. Dan tiba tiba menggendongku menuju kamar.
"Abang, apa an sih?"
APA COBA? tebak sendiri yaa 😉
Up nya dikit dikit dulu ya..
__ADS_1
LOVE YOU 😘😘😘