
Suasana suka menyambut lebaran masih terasa. Di lebaran kedua, seperti biasa di tahun tahun sebelumnya, bapak mengadakan open house di rumah. Berbagi rezeki kata mama dengan tetangga dan handai taulan 😁😄.
Bukan hanya kenalan Bapak dan Mama, tapi juga teman teman Kak Alif, Kak Andi, Kak Fian dan Kak Izal termasuk teman temanku.
Menu hari ini di pesan mama melalui teman beliau yang memang sering kami pesan setiap lebaran. Untuk tenaga pengaturnya tentu saja Kak Mia di bantu dengan ipar iparku yang lain silih berganti.
Jangan di tanya bagaimana Azwa hari ini. Lepas dari gendongan yang satu beralih ke gendongan yang lain. Terutama Mama yang selalu memamerkan cucu perempuan bungsunya ini. Maklum, keempat cucu yang lain adalah laki laki. Untung saja Azwa hari ini pintar, kadang kala pun jika mengantuk, langsung tertidur di gendongan.
Tamu yang datang silih berganti. Mama yang antusias menyambut seluruh tamu walaupun tamu tamu itu tidak di kenal mama. Akhirnya setelah sholat isya, kami menutup pintu pagar dan pintu rumah karena persedian makanan kami sudah habis hahahhaha.
"Ma, istirahat. Jangan lupa minum obat, Mama hari ini kebablasan makan emping dan kacang"
Aku memeluk mama, mama juga membalas pelukanku. Mama memiliki riwayat stroke. Pesan dokter mama tidak boleh makan emping dan kacang berlebihan.
"De, mama terus mengelus pundakku"
"Iya Ma"
"Jadi Istri itu yang taat sama suami. Jangan suka pukul anak pake apapun terutama di kaki. Kalo mau di cubit saja".
"Pantasan mama suka cubit kami"
Aku mengingat bagaimana cubitan mama di paha kalo kami nakal dan susah di atur.
"Mama tidur ya. Biar kami yang beres beres"
Mama mengangguk kemudian mencium keningku sebelum beranjak naik ke lantai dua.
--------------
Lebaran ketiga. Jadwalku berkeliling.
"De, Azwa tinggal aja. Nanti juga Mia ke sini. Biar Azwa sama Mama."
__ADS_1
"Kan Azwa juga mau jalan jalan nek"
Aku menirukan suara anak kecil.
"Ya sudah, jangan di dekatkan sama orang yang merokok. Jangan di pegang sembarang orang. Yang gendong suruh cuci tangan dulu".
"Mama ih, protek betul sama cucunya. Tinggal aja de, biar Kakaf yang jaga. Dari pada kamu pusing mengingat pesan Mama"
Kakaf mencium pipi gembul Azwa sambil menggesek gesekan dagunya. Azwa tertawa tawa dengan tingkah Om nya.
(Kakaf gak mau di panggil julak. Maunya dipanggil Om)
Mengingat perdebatan kami waktu itu. Ketika Kakaf pertama kali melihat Azwa. Maklum, waktu Azwa lahir, Kakaf masih di tengah laut.
"Panggilnya jangan julak ya.. Panggil Om aja. Om Izal. Keren kan?"
"Sok Muda" Kak Alif yang menimpali lebih dulu.
"Julak itu untuk yang tua tua aja kayak julak Alif"
Kak Alif dengan Kakaf memang senang beradu argument. Dimana pun dan kapan pun mereka berdua pasti beradu suara.
"Kalo aku udah fix yaa. Azwa panggil aku papah" Kak Alfian ikut menambahi perdebatan ini.
"Kenapa jadi papah. Trus manggil Handi apa?"
"Ayah sama Ibu om Izal kereeeenn"
"Trus Kak Andi?" Kakaf yang lama jauh dari rumah merasa tertinggal berita.
"Kak Andi maunya di panggil Uwa"
"Hahahhahaa, uwa uwa uwa"
__ADS_1
Kakaf menirukan gaya monyet sambil tertawa tawa. Kak Andi melempar satu buah bantal pada Kakaf.
"Kamu kira aku mongki apa?"
"Lucu aja Kak, sejak kapan di panggil uwa"
"Ya sejak sekarang lah. Kamu sama fian belum punya anak. Selama ini belum ada yang memanggilku uwa kan? anaknya Alif panggil aku Om. Jadi sekarang anaknya ade adeku manggil aku uwa"
Kak Andi menjelaskan dengan detail. Aku hanya tersenyum kecil seperti hari ini juga ketika aku ingat perdebatan itu.
"Ayo," Bang Handi menepuk pundakku.
"Barang barang Azwa udah masuk semua Bang?"
Bang Handi hanya mengangguk sambil membawa tas pundakku.
"Pergi dulu ya Nek, Om Izal"
Aku berpamitan pada Mama dan Kakaf. Mereka berdua ikut sampai ke depan pintu mobil. Hari ini kami memakai mobil Kakaf. Dan Kakaf memakai motorku.
Paling enak pakai mobil Kakaf. Tangki nya selalu penuh plus selalu di beri uang tambahan untuk jajan hehehehe. Bapak sudah menawariku untuk membeli mobil baru. Tapi aku menolak. Karena Bang Handi berjanji akan membelikanku lagi mobil ketika bonusnya keluar dari pemerintah. Jadi aku menunggu janjinya bang Handi saja.
Berusaha untuk menghargai jerih payah suamiku sendiri, walaupun sebenarnya aku dengan mudah bisa mendapatkanya.
Maaf ya baru Up.
Baru fresh ini otak hehehehe.
Sebenarnya ide di kepala itu ada. Cuman malas ngetiknya 🙈.
Jangan lupa vote, like dan komennya yaa
__ADS_1
LOVE YOU 😘😘😘